Rumah, Awal Pembentukan Karakter

0
45 views

Bangsa kita saat ini sedang mengalami masa krisis, banyak bencana kemanusiaan, kondisi teror, kekacauan dan penyimpangan sosial. Hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh rapuhnya institusi keluarga dalam memberikan perhatian pada pembiasaaan nilai-nilai luhur al-Qur’an, as-Sunnah dan Syari’at Islam.Berbakti pada orangtua memang bukan hal yang baru, tapi ketika itu dikaji secara lebih luas ternyata menjadi sebuah ide besar yang sangat signifikan.

Lho ko bisa permasalahan bangsa yang serumit ini diselesaikan dengan berbakti kepada orang tua? Apakah sesederhana itu?

Yaa… jika semua anak negeri ini berbakti kepada kedua orangtuanya maka itu akan sangat berpengaruh pada mental atau kepribadian seseorang dalam berpolitik sehingga sedikit banyaknya akan berpengaruh pada kemajuan bangsa ini.

Kebiasaan menghormati dan berbakti pada orangtua, maka ia tidak akan berani untuk  menghina, menghasut ibu atau orangtua orang lain. Ia akan menghargai orang lain sebagaimana ia tidak rela kalau orangtuanya dicela dan direndahkan martabatnya. Perlakukan seseorang terhadap orang lain merupakan cerminan dari sikapnya kepada orangtuanya dan sekaligus gambaran bagaimana orang tuanya mendidiknya sejak kecil.

Berbeda pemikiran adalah hal biasa dalam hidup ini. Hal ini tidak hanya ditemukan dalam dunia politik, tapi juga dalam keluarga. Lingkungan keluarga yang moderat akan memberikan kesempatan berpikir secara dewasa dan melihat persoalan jauh ke depan, tidak hanya sesaat. Oleh karena itu orang tua juga dalam hal ini harus dapat memahami karakter anak dan tidak mengambil keputusan secara sepihak sehingga menimbulkan perselisihan.

Saat ini banyak kaum muda yang pesimis dengan kondisi bangsa ini; kolusi, korupsi dan nepotisme dimana-mana, elit politik banyak yang lebih menutamakan kepentingannya sehingga menghalalkan segala cara. Sementara walau bagaimananpun mereka adalah harapan besar ibu pertiwi yang dipundaknyalah masa depan bangsa ini. Oleh karenanya hal ini justeru harus menjadi pemacu semangat untuk lebih berpikir ke depan.

Oleh karena itu, mari kita bekerjasama demi terbentuknya pribadi anak sholeh harapan bangsa, berbakti pada orang tuanya dan sangat menjungjung tinggi moral dan agama.

Apalagi ajaran Islam sangat menekankan hal tersebut. Kita tentu ingat bagaimana Nabi Ibrahim menghormati orangtuanya padahal ia dikenal sebagai tokoh masyarakat yang kejam, penyembah berhala bahkan pembuat berhalanya. Tapi meski begitu nabi Ibrahim tetap menghormati orangtuanya, apalagi kalau orangtua kita tidak seperti itu, masihkah ada celah untuk membenci mereka? 

Mari kita berusaha untuk memberikan manfaat dan berkontribusi terhadap kemajuan keluarga dan bangsa dengan menjaga nilai luhur menghormati orang tua sebagai sesuatu yang mutlak ditanamkan. Bagaimanapun kondisinya. Wallahu A’lam…