Risalah Waktu

0
7 views

Tak terasa, saat ini kita sudah memasuki tahun baru hijriyah 1 Muharam 1432 H.Sejatinya, pergantian waktu apalagi dalam hitungan tahun, mengingatkan kita bahwa jatah hidup kita di dunia ini semakin berkurang. Seorang ulama besar, Imam Hasan Al-Basri, mengatakan, ”Wahai anak Adam, sesungguhnya Anda bagian dari hari, apabila satu hari berlalu, maka berlalu pulalah sebagian hidupmu.” Oleh karena itu momen ini harus kita manfaatkan untuk mengevaluasi (muhasabah) diri menuju kualitas hidup yang lebih baik.

Rasulullah SAW bersabda, ”Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum ditanyakan kepadanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan.” (HR Tirmidzi).

Terkait dengan usia itu, Rasulullah menjelaskan dalam hadis lain, ”Sebaik-baik manusia ialah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya, sedangkan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya tetapi buruk amal perbuatannya.” (HR Tirmidzi).

Pergantian tahun baru pada hakikatnya adalah mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu. Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata, “Siapa yang mengetahui arti waktu berarti mengetahui arti kehidupan. Sebab, waktu adalah kehidupan itu sendiri.” Dengan begitu, orang-orang yang selalu menyia-nyiakan waktu dan umurnya adalah orang yang tidak memahami arti hidup.

Ulama kharismatik, Dr Yusuf Qardhawi, dalam kitab Al-Waqtu fi Hayatil Muslim menjelaskan tentang tiga ciri waktu. Pertama, waktu itu cepat berlalunya. Kedua, waktu yang berlalu tidak akan mungkin kembali lagi. Dan ketiga, waktu itu adalah harta yang paling mahal bagi seorang Muslim.

Jarum jam tdak akan mungkin berbalik arah, itu merupakan simbol bahwa selain waktu itu cepat berlalu dan tidak mungkin akan kembali lagi, tetapi juga merupakan harta yang paling mahal. Oleh karena itu, marilah pada kesempatan pergantian tahun ini kita mengevaluasi diri. Karena, bisa jadi inilah tahun terakhir kita hidup di dunia yang fana ini. 

Tak ada yang abadi di dunia ini, andai kita menyimpan asa saat ini maka belum tentu kita menginginkannya di kemudian hari, kalaupun kita tetap menginginkannya, bisa jadi suatu saat nanti yang kita inginkan itu telah berubah dan tidak sesuai dengan keinginan kita lagi. Jadi, mari kita jaga dan pelihara apa yang kita miliki saat ini sambil berharap agar kita bisa menikmatinya lebih lama.  Itu semua karena tak ada yang abadi dunia ini selain Allah dan semua sifat-sifatNya.

Andai kita mempunyai keinginan yang tidak bisa kita capai tidak usah berlarut dalam kekecewaan/penyesalan yang mendalam, ambil pelajaran untuk langkah ke depan karena manusia tak selalu mendapatkan apa yang ia sukai, oleh karena itu sukailah apa yang didapatkan.

Dalam menyambut Tahun Baru Hijriah marilah kita berdoa dan bertekad bahwa pada tahun mendatang berbagai resolusi untuk dapat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik dapat tercapai. Dengan bebas berkreasi dan jeli mencari celah solusi, permasalahan hidup kita dan dunia saat ini insya Allah segera berlalu. Marilah kita bergerak maju, meningkatkan diri, menyempurnakan amal ibadah sampai ajal menjemput.

 

BAGI
Artikel SebelumnyaPelopor Kedermawanan
Artikel BerikutnyaMuharram