Ramadhan Momentum Perbaikan Diri

0
108 views

Hadirin, jama’ah sholat jum`ah yang dirahmati allah swt..

Sebagai hanba Allah swt, kita berharap agar kualitas keimanan kita kepada-NYA senantiasa terjaga dengan baik, namun Iman yang bersemayan dalam hati itu bersifat fluktuatif, kadang naik kadang turun –yazid wa yanqus– dia bertambah seiring dengan bertambahnya amal kebaikan kita demikian pula sebaliknya. Oleh karenanya kita perlu selalu melakukan perbaikan diri agar keimanan itu selalu terjaga sampai akhir hayat.

Dalam salah satu sabdanya Rasulullah  saw menggaris bawahi bahwa memperbaiki diri merupakan bagian dari irama hidup seorang muslim.

Seperti nampak jelas dalam sabdanya,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاؤُوْنَ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

“Sesungguhnya manusia itu banyak salahnya. Dan sesunguhnya sebaik-baik orang yang banyak salahnya, adalah orang yang banyak bertaubat.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah ).

Banyak salahnya, artinya kesalahan itu sangat mungkin akan terus terjadi. Maka meratapi dan menyesali kekurangan dan kesalahan itu perlu. Tetapi yang jauh lebih perlu lagi adalah bagaimana memperbaiki kesalahan itu. Maka, seperti dalam lanjutan hadits tersebut, banyak bertaubat artinya ada proses yang terus berjalan untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

 Memang, proses menjadi baik itu panjang. Tetapi keputusan untuk memulai menjadi baik hanya memerlukan waktu beberapa saat. Ya, perbaikan diri memang tidak kenal henti. Tetapi kemauan dan kemantapan untuk memulai perbaikan diri itu hanya perlu waktu sebentar. Hanya dibutuhkan kejujuran di dasar hati. Agar fitrah manusia berbicara apa adanya. Saat itu jawabannya akan langsung ada, bahwa setiap kita harus menjadi baik, memulai menjadi baik atau setidaknya memilih untuk menjadi baik.

Ma`asyiral mukminin rahimakumullah

Mereka yang paling baik dan paling mulia di sisi Allah swt adalah mereka yang paling bertaqwa, maka hakekat arah tujuan perbaikan diri kita adalah menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Allah swt. Ketika berfirman tentang kewajiban puasa di bulan ramadhan, Allah swt menjadikan taqwa sebagai out putnya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Qs. Al-Baqarah/2 : 183)

Ini menunjukkan bahwa masuknya kita di bulan Ramadhan adalah satu moment yang sangat tepat bagi kita untuk melakukan perbaikan diri, memperbaiki kualitas penghambaan kita kepada Allah swt. Satu moment yang telah Allah swt sediakan dan Allah sendiri yang menunjukkan target pencapaiannya.

Jama`ah sekalian rahimakumullah,

Moment yang tepat …..

Memasuki bulan Ramadhan adalah moment yang tepat untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas diri. Karena memang di bulan Ramadhan ada pensyariatan ibadah dengan target yang telah Allah canangkan buat hamba-Nya, dan dari dua belas bulan yang ada dalam setahun Allah swt memilih Bulan Ramadhan sebagai waktu turunnya Al-Qur’an ;

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. Al-Baqarah/2 :185)

ini memberi kesan bahwa Ramadhan yang Allah pilih sebagai momentum turunya Al-Qur’an adalah juga menjadi momentum yang sangat pas bagi kita semua untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an kedalam diri kita –dan inilah hakekat perbaikan diri-. Apalagi di awal Ramadhan ini sedang terkumpul semangat membara di kebanyakan umat islam untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Sidang Jum’ah rahimakumullah…

Memasuki bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, bulan tarbiyah dan mujahadah, ada beberapa aspek perbaikan diri yang perlu kita canangkan dan kita sadari agar membuahkan hasil yang maksimal, yang pada akhirnya keberkahan bulan Ramadhan tahun ini dapat kita gapai dengan gemilang.

Beberapa aspek perbaikan itu adalah;

Pertama : Memperbaiki hubungan dengan Allah

Jalinan hubungan yang paling urgen untuk selalu di evaluasi adalah hablum minallah (hubungan kita dengan Allah), ini dapat kita lakukan dengan beberapa hal mendasar;

 

Pertama, Berupaya untuk ikhlas dalam setiap aktifitas yang kita lakukan.

Hal ini karena, karya kita yang akan diterima-Nya hanya yang benar-benar ikhlas . Berupaya agar seluruh gerak dan diam kita bernilai ibadah di mata Allah azza wa jalla.

 

Kedua, Berusaha keras untuk memtaati segala titah-Nya.

Titah Allah swt bisa berupa larangan bisa juga berupa perintah, oleh karenya inti agama kita adalah melakukan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang. Maka untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah swt, mesti ada upaya keras untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki, sebagaimana firman-Nya;

فاتقوا الله مَا استطعتم

“Maka bertakwalah kalian kepada Allah sebatas (maksimal) kemampuan yang kalian miliki  (QS. At-Taghabun : 16)

 

Ketiga, Memohon bantuan kepada Allah swt.

Salah satu do’a yang diajarkan Rasulullah saw kepada umat ini adalah

اللّهُمَّ أّعِنَّا عَلى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, Bantulah kami untuk (terus) berdzikir kepada-Mu, dan (senantiasa) bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki (kualitas) ibadah kami kepada-Mu.”

 

Hadirin Rahimakumullah …

Kedua : Memperbaiki hubungan dengan orang lain

Beberapa hal yang perlu dikembangkan dalam upaya memperbaiki hubungan kita kepada orang lain  khususnya di awal bulan Ramadhan,  dengan cara meningkatkan rasa empati kita kepada orang lain, hal ini dapat kita lakukan dengan cara melakukan amalan-amalan sunnah yang memang sudah tersedia di bulan Ramadhan; Memberikan hidangan buka kepada para shaimin, memperbanyak shadaqah kepada mereka yang membutuhkan, hadir dalam shalat berjamaah yang salah satu dampak positifnya adalah mendekatkan diri kita kepada orang lain dan menghilangkan kerenggangan dan kecanggungan sikap karena jarang bersosialisasi, menebar salam, dan mendo’akan kebaikan untuk orang lain.

 

Ketiga : Memperbaiki hubungan dengan diri sendiri

Semakin baik hubungan seseorang dengan dirinya akan semakin baik hubungannya dengan orang lain. Adakah orang yang hubungannya dengan dirinya tidak harmonis ? jawabanya, ada; mereka adalah orang yang tidak mampu mengendalikan dirinya baik nafsu syahwat atau amarahnya, mendhalimi dirinya sendiri dengan tidak menjaga keseimbangan hidupnya, dan yang paling parah adalah mereka yang bunuh diri, itu diantara sebabnya karena pelakunya tidak berhasil menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan dirinya.

 

Yang dapat dilakukan untuk memperbaiki hubungan seseorang dengan dirinya, khususnya di bulan ini antara lain adalah dengan memanfaatkan ibadah utama di bulan ini yaitu berpuasa, karena ibadah yang satu ini akan membuat kita terlatih melakukan beberapa hal, maka kita perlu menyengaja untuk melakukan pelatihan ini; berlatih menjaga dan mengendalikan emosi, berlatih untuk bersikap jujur dengan dirinya sendiri, merasakan derita orang yang tidak setiap harinya mendapatkan makanan, ini akan mengasah kepekaan sosialnya sekaligus mendorong dirinya untuk lebih bisa bersyukur.

 

Disamping itu semua, untuk memperbaiki hubungan dengan diri sendiri adalah dengan cara memperbaiki pola makan ; apa yang dimakan dan bagaimana menikmati makanan tersebut. Karena islam mencintai seorang muslim yang kuat dan salah satu pendukung kekuatan itu adalah apa yang dimakannya, tidak hanya halal namun diupayakan  halalan thayyibaa.      

Hadirin yang dirahmati Allah ….

Mari jadikan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah, momentum untuk melakukan perbaikan diri, perbaikan dan kebaikan yang kita lakukan di bulan ini mari kita jaga, pertahankan, bahkan kalau mungkin tingkatkan, sampai akhir Ramadhan, bahkan sebelas bulan berikutnya…..bahkan sampai akhir hayat kita. Semoga Allah swt memberi kemudahan dan keberkahan kepada kita semua.

Mari terus saling mengingatkan, saling memberi keteladanan dan saling mendo’akan untuk kebaikan dunia akhirat kita.