Ramadhan dan Keramahan

0
163 views
impremedia.net/

Oleh ZA Husain Cangkelo (Peneliti The Nusa Institute)

Memasuki bulan suci Ramadhan, orang Mesir suka menyapa, “Ramadhaan Kariim”. Selamat menempuh bulan Ramadhan nan mulia. Yang disapa menanggap, “Allahu Akram”. Mahamulia Allah. Kariim juga bermakna dermawan.

Di samping berbagai kemuliaan karena memuat beragam ibadah di siang dan malamnya, Ramadhan juga menawarkan aneka kedermawanan dalam pahala dan rezeki lahiriah. Banyak orang menggunakan kans baik ini untuk berbagi, baik zakat, sedekah, menu berbuka, maupun sumbangan lainnya kepada sesama.

Menyampaikan selamat menjadi medium untuk mengekspresikan rasa senang selain juga mengingatkan. Sebagaimana halnya ucapan “Apa kabar?” dengan berbagai variannya pada intinya meminta jawaban tentang perkembangan ruhani. Jadi, maknanya “Bagaimana dan sampai di mana perkembangan spiritualitasmu, Saudaraku?”

Ini adalah ungkapan-ungkapan yang memiliki makna yang baik di balik formalitas dan tampilan keramahan lahiriahnya. Keramahan adalah sifat bawaan sekaligus pertanda manusia. Saat berjumpa sesama, kita diarahkan untuk menyalami, “Assalamu alaykum”. Semoga keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, dan keutuhan lahir batin senantiasa bersama Anda. Atau, semoga nama Ilahi, Assalam (Yang Mahadamai, Mahautuh, Sumber segala kesejahteraan, Maha Memberi keselamatan) menaungi Anda. Syukran, terima kasih. ‘Afwan, sama-sama. Bila bersin, ucapkan Alhamdullilah. Bila berada di dekatnya, ucapkan Yarhamukallah, semoga Ilahi Mengasihimu.

Bahkan, selepas shalat wajib pun orang Mesir punya sapaan kepada saudaranya. Sambil mengulurkan tangan untuk berjabat, ia katakan, “Haraman”. Semoga anda berkesempatan mengunjungi Masjidil Haram buat beribadah haji. Jawabnya, “Jam’an insyaallah.” Sama-sama, bareng-bareng.

Selamat memasuki bulan puasa, Ramadhaan Kariim.

BAGI
Artikel SebelumnyaPuasa Bersama Para Ulama
Artikel BerikutnyaPuasa yang Ekspresif