People Power

0
36 views

times.amLebih dari sebelumnya, sebuah sejarah tercipta dari pemberontakan rakyat Tunisia. Jutaan perempuan dan laki-laki mengatasi ketakutan mereka dan menundukkan teror. Orang-orang Mesir mengikuti apa yang mereka lakukan dan juga berhasil menjatuhkan sang Tiran. Sementara rezim-rezim mungkin masih mencoba mempertahankan diri, gerakan-gerakan telah dimulai tanpa bisa ditahan dan dikendalikan. Afrika Utara dan Timur Tengah tidak akan pernah lagi sama. Apapun skema militer dan kekuatan Barat untuk mengontrol politik, geopolitik dan ekonomi, sebuah dinamika baru telah terjadi. Gerakan massa non-kekerasan dengan berani telah menunjukkan bahwa segala sesuatu adalah mungkin, bahwa sejarah kini sedang terus melaju di dunia Arab dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Mulai sekarang, tidak mungkin lagi membungkam keinginan untuk kebebasan dan untuk menghentikan perjalanan pembebasan, walaupun kemunduran dan salah langkah mungkin terjadi.

Masyarakat Libya saat ini telah turun ke jalan, kota demi kota, membebaskan negaranya dari cengkeraman diktator eksentrik Tripoli. Kegilaan yang lalim, dengan kelicikan tidak terduga, belum hendak mengakhiri kekuasaannya. Tetapi jelas bahwa dia juga akan jatuh, bahwa Libya akan dibebaskan dari kengerian panjang pemerintahan. Dia juga mencuri, menyiksa, mengeliminasi, dan berbohong. Selama lebih dari empat puluh tahun dia dengan cerdik memanipulasi, memprovokasi dan menghina kekuatan Barat. Hari ini, orang-orangnya sendiri telah berani memilih untuk menghadapinya dengan tangan kosong. Ini adalah hal yang sangat penting untuk memberi hormat kepada mereka, mendorong mereka, membantu mereka dan mendukung mereka. Ada sedikit yang bisa dilakukan dari luar. Tetapi gerakan ini semakin kuat, kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk meyakinkan otoritas kita sendiri untuk mengambil posisi yang jelas dan terus terang. Tidak akan ada momen yang datang terlalu cepat! Yang terburuk adalah bahwa selama ini hanya tahun keheningan, kemunafikan dan kepalsuan: Timur sekarang berdiri sebagai cermin mengungkap dan mendistorsi di mana kebijakan pengecut dari Amerika Serikat, Kanada, Eropa dan Australia tersebut tampak. Saat ini, orang-orang yang melakukan pemberontakan itu tidak meneriakkan kata celaan terhadap Barat. Hal ini tidak lebih baik daripada menggoyang diri sendiri sampai pingsan, seperti yang sedang dilakukan oleh dunia Arab saat ini. Berani kritik-diri jauh lebih bernilai dari pada keheningan namun penuh kebobrokan. Tunggu sebentar lagi!

Di Yaman, Bahrain, dan Irak, di Maroko, Aljazair, Iran, dan Yordania … rakyat sedang meneriakkan keinginan mereka untuk kebebasan dan martabat. Hal itu tampak dalam pertemuan Jumat mereka, kekuatan rakyat menentang deskripsi, simbolisme yang sangat banyak, tak tertahankan. Perempuan dan laki-laki Muslim berdoa bersama, menyuarakan aspirasi universal manusia untuk kebebasan, keadilan dan martabat, demi kekuatan orang-orang berdaulat. Bagi mereka yang telah, selama bertahun-tahun, dicap sebagai Muslim yang kedap terhadap cita-cita kebebasan dan demokrasi, dan secara alami cenderung kekerasan—karena hakikat Islam—jawabannya jelas dan tegas: puluhan juta umat Islam, pada hari Jumat, telah memilih jalan perlawanan, pengorbanan dan pembebasan dalam semangat non-kekerasan, penghormatan terhadap hidup, tanpa pernah mengkritik Barat, nilai-nilai dan pengkhianatannya. Mereka telah melakukannya bersama orang Kristen, Anglikan dan Koptik, bersama ateis, komunis, dan warga dari semua kepercayaan dan ideologi. Jawaban apa yang lebih halus yang ada dan bisa untuk itu, analisis sederhana yang berpikiran rasis disebarkan oleh pihak populis di Barat? Pada Freedom Fridays, dengan orang banyak yang sangat besar datang bersama untuk berdoa atas nama perlawanan dan kebebasan, kita menyaksikan, secara real time, Islam—dan Muslim—bergabung dengan kebebasan, keadilan dan prinsip-prinsip demokratis. Bahwa pemimpin Eropa pertama yang menyambut penolakan rakyat dan menyerukan kepada para diktator untuk meninggalkan kekuasaan mereka adalah Perdana Menteri Turki, harus berfungsi sebagai pengingat kaustik dari nilai atas analisis sederhana dan jelas dari “dunia Islam” yang telah lama penuh diplomasi dan kehidupan intelektual Barat.

Gerakan ini tidak boleh berakhir di sini. Kita harus berharap bahwa rakyat melanjutkan perjalanan mereka dan seterusnya, bahwa mereka benar-benar membebaskan diri dari tirani dan menyelesaikan revolusi demokratis mereka. Kata terakhir belum diucapkan, baik di Tunisia, Mesir atau Libya atau di tempat lain, tetapi gerakan ini pasti akan terbukti lebih kuat dari mereka yang berusaha untuk mengontrolnya. Di sinilah letak kekuatannya. Sangat penting bahwa semua komponen dari oposisi pluralis merebut kesempatan bersejarah untuk dialog, untuk membangun front bersama yang mewakili masyarakat sipil agar komandan militer tidak turut revolusi untuk kepentingan mereka sendiri, atau untuk keuntungan kekuasaan politik atau ekonomi asing. Kita harus berharap pemerintah mengindahkannya. Mereka juga harus melaksanakan reformasi menyeluruh atau meninggalkan kekuasaan sepenuhnya, dan membuat jalan bagi sistem pemerintahan yang menghormati keinginan rakyat, dan yang menerapkan tanpa kompromi lima prinsip dasar dan mutlak: aturan hukum, kesetaraan semua warga negara, hak pilih universal, pemilihan yang terbatas (akuntabilitas) dan pemisahan kekuasaan. Ini sangat penting, dan minimum yang dapat diterima: tanpa korupsi, kehormatan diri, dan kemerdekaan penuh. Kita harus berharap gerakan ini terus menyebar di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah … sampai dengan dan termasuk Israel, bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menteri luar negeri rasis Avigdor Lieberman juga digulingkan dan dengan mereka, kebijakan berkesudahan dari penjajahan yang tidak menghormati martabat bangsa Palestina dan warga Arab Israel.

Di hari Freedom Fridays, semuanya mungkin. Penuh harapan, dengan mata yang jelas, kita mengelukan iring-iringan masyarakat dan mengingatkan pemerintah—siapa pun mereka, mereka dari tirani atau teman-teman yang tidak tahu malu—bahwa tidak ada yang bisa berlangsung selamanya, yang lalim dan pengkhianat tidak pernah bisa kekal terlindung dari rakyat mereka, atau dari penilaian Sejarah.

Oleh Tariq Ramadan

Sumber: http://www.tariqramadan.com/Freedom-Fridays.html

BAGI
Artikel SebelumnyaSplit Personality
Artikel BerikutnyaPoligami Nikah Sirri