Keimanan Sejak Dini

0
44 views

Anak adalah amanat Allah yang dititipkan kepada orang tua, pendidik, keluarga, dan masyarakat untuk dididik dengan baik dan benar. Atas amanat tersebut, mereka semua akan dimintai pertanggung-jawaban dan akan dihisab atas kelalaian mereka dalam pendidikannya. Begitu pula, mereka akan mendapatkan pahala jika berbuat baik kepada anak-anak dan bertaqwa kepada Allah. Oleh karena itu, penanaman konsep Ilahiah dalam Islam sebaiknya dimulai dari sejak kanak-kanak agar pendidikan anak yang merupakan amanat dari Allah bisa dipertanggung-jawabkan dengan baik.

 

Pada dasarnya anak dilahirkan ke dunia dalam keadaan fitrah/suci. Selaras dengan teori tabula rasa John Lock bahwa anak dilahirkan seperti kertas putih tanpa coretan. Warna pertama dan utama yang harus digoreskan oleh para orangtua dalam jiwa anak tersebut adalah nilai-nilai keimanan. Hal ini sesuai dengan fitrah manusia yang diciptakan Allah dengan dibekali sifat dan kecenderungan untuk mempercayai adanya Tuhan. Firman Allah Swt, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. (fitrah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Ar-Rum : 30).

Dengan fitrah manusia yang telah ditetapkan oleh Allah Swt sebagaimana dalam ayat diatas maka orang tua mempunyai kewajiban untuk memelihara  fitrah dan mengembangkannya. Hal ini telah ditegaskan oleh Muhammad Saw dalam salah satu hadisnya dari Abu Hurairah, “Tidaklah seseorang yang dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah (suci dari kesalahan dan dosa), maka orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, dan Majusi. (HR. Muslim). 

Hadis di atas menegaskan bahwa peranan orangtua sangatlah penting dalam menentukan perkembangan anaknya terlebih di masa awal perkembangannya (early childhod).

Selain sebagai pilar yang mendasari keislaman seseorang, mengenalkan ajaran agama dan menanamkan benih-benih keimanan di hati sang anak pada usia dini sangat penting karena nilai-nilai yang diserap anak akan menjadi kata hati (conscience) yang akan menjadi kontrol dalam diri anak ketika dia besar kelak. Dengannya dapat diharapkan bahwa kelak ia akan tumbuh dewasa menjadi insan yang beriman kepada Allah Swt,melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan keimanan yang sejati bisa membentengi dirinya dari berbuat dan berkebiasaan buruk.

Dengan kata lain, manajemen/pengelolaan/pengembangan keimanan anak sejak usia dini sangat mempengaruhi kehidupan beragamaseseorang. Dalam beberapa kasus kenakalan remaja mayoritas adalah mereka yang memiliki latar belakang agama yang kurang.

Pembentukkan iman seharusnya diberikan kepada anak sejak dalam kandungan, sejalan dengan pertumbuhan kepribadiannya. Berbagai hasil pengamatan pakar kejiwaan menunjukkan bahwa janin di dalam kandungan telah mendapat pengaruh dari keadaan sikap dan emosi ibu yang mengandungya.

Nilai-nilai keimanan yang diberikan sejak anak masih kecil dapat mengenalkannya pada Tuhannya, bagaimana ia bersikap pada Tuhannya dan apa yang mesti diperbuat di dunia ini. Sebagaimana dikisahkan dalam al-Qur’an tentang Luqmanul Hakim,orang yang diangkat Allah sebagai contoh orang tua dalam mendidik anak.Ia telah dibekali Allah dengan keimanan dan sifat-sifat terpuji. Luqman adalah prototype orang tua yang perlu dicontoh oleh para orang tua. Perbuatan yang baik akan ditiru oleh anak- anaknya begitu juga sebaliknya.