Pelarangan Cadar di Perancis: Sebentuk Krisis Identitas?

0
33 views

Sebuah komisi parlemen di Perancis mengusulkan larangan cadar (burqa atau niqab) perempuan Muslim di semua fasilitas pelayanan publik termasuk transportasi. Wajah-wanita bercadar—yang termasuk dalam larangan ini—harus ditolak untuk mengakses rumah sakit, bus, kantor-kantor dan semua fasilitas umum lainnya, menurut Financial Times.[1]

Ketakutan Cadar

islamonline.comTidak hanya di kalangan politisi, tetapi pelarangan cadar tersebut didukung oleh sekitar 57% penduduk Perancis karena beberapa alasan menurut polling majalah Le Point.[2] Salah satu alasannya adalah perasaan bahwa cadar bukan milik budaya Prancis yang mendukung kesetaraan gender dan sekularisme. Alasan lain diyakini untuk tujuan keamanan yang bertujuan untuk mengidentifikasi individu-individu di tempat umum sehingga menghindari upaya teroris. Alasan-alasan ini tidak eksklusif kepada konteks Prancis saja. Beberapa pemerintah Eropa mungkin akan mempertimbangkan larangan untuk alasan yang sama.

Pelarangan untuk Hindari Pembalasan

Tetapi usulan parlemen Perancis itu telah membelah pemimpin partai kanan-tengah karena adanya kesulitan undang-undang seperti itu yang dianggap akan mempengaruhi pilihan dan keyakinan pribadi dan dengan demikian dapat ditantang dari Komisi Eropa untuk Hak Asasi Manusia. Kepala panel parlemen, MP Andre Gerin, yang telah menghabiskan enam bulan terakhir mempelajari masalah ini telah menyatakan bahwa larangan penuh terhadap cadar mungkin mengakibatkan kecenderungan ekstremis dari populasi Muslim di Perancis, menurut Daily Mail.[3] Itu sebabnya proposal tersebut sekarang sedang dimodifikasi menjadi pelarangan parsial yang mungkin melibatkan sekolah, rumah sakit dan kantor-kantor pelayanan publik saja. Ada lima juta Muslim hidup di Perancis mewakili komunitas Islam terbesar di Eropa Barat. Tapi meskipun keberadaan Muslim besar ini, hanya ada 1.900 perempuan bercadar penuh di Perancis, menurut kementerian dalam negeri Perancis.[4]

Cadar Tidak Diterima di Perancis

Dalam pidato di Istana Versailles bulan Juni lalu, Presiden Nicolas Sarkozy mengatakan bahwa burqa adalah “tanda sikap tunduk” dan bahwa “itu tidak diterima” di Perancis.[5] Jilbab dilarang oleh hukum Perancis sejak 2004 dari sekolah dasar dan menengah, namun masih diperbolehkan di ruang publik seperti perguruan tinggi dan rumah sakit. Alasan dari larangan itu untuk mengendalikan simbol-simbol keagamaan di sekolah-sekolah. Larangan tersebut telah menciptakan badai protes di seluruh dunia di antara masyarakat Muslim.

Pelarangan Niqab di Seluruh Eropa?

Di beberapa negara Eropa lain ada perdebatan serupa mengenai jilbab dan cadar. Di Belanda, beberapa rancangan undang-undang mengenai pemakaian cadar dalam proses pembuatan, termasuk suatu ukuran pakaian yang dilarang untuk guru dan satu lagi untuk pegawai negeri sipil.
Di Denmark, pemerintah saat ini sedang membahas kemungkinan membatasi pemakaian jilbab di tempat umum, termasuk sekolah dan pengadilan. Peraturan ini sedang menunggu pendapat komisi pemerintah sebelum diputuskan.

Pada hukum Italia tahun 1975, yang ditujukan untuk melindungi ketertiban umum, disebutkan pelarangan untuk menutupi wajah seseorang di tempat umum. Ketentuan berlaku sama untuk cadar dan helm sepeda motor. Beberapa walikota dari anti-imigran Liga Utara telah melarang pemakaian jilbab penuh, dan baju renang muslim, secara lokal.

Di Inggris, kementerian pendidikan telah menerbitkan pada Maret 2007 arahan yang memungkinkan instansi publik dan sekolah-sekolah kelompok keagamaan untuk melarang niqab, setelah beberapa kali diajukan ke pengadilan.

Di Austria, Menteri Perempuan Sosial Demokrat Gabriele Heinisch- Hosek baru-baru ini meluncurkan debat dan sedang memikirkan larangan cadar penuh di ruang publik jika jumlah perempuan yang berselubung dari kepala hingga kaki meningkat secara dramatis.

Di Belgia, beberapa kabupaten melarang kerudung penuh di tempat-tempat umum karena adanya undang-undang setempat dan polisi melarang pemakaian topeng di jalan kecuali selama periode karnaval.[6]

26 Januari 2010

Oleh: Euro-Muslims Editorial Desk

Sumber:

http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?c=Article_C&cid=1264249761574&pagename=Zone-English-Euro_Muslims%2FEMELayout, diakses pada 4 Februari 2010.


[2] http://www.lepoint.fr/

BAGI
Artikel SebelumnyaShafar
Artikel BerikutnyaSetengah Agama