Patriotisme Muslim Britania

0
19 views

Kairo – Meskipun dipandang dengan penuh kecurigaan, umat Islam di Britania Raya adalah yang paling patriotik di Eropa, sebuah studi baru-baru oleh sebuah lembaga internasional terkemuka menemukan fakta tersebut.

Rata-rata (78%) Muslim mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Inggris, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Open Society Institute dan dikutip oleh Sunday Times pada 13 Desember.

Studi, yang didanai oleh George Soros, seorang miliuner filantropis, dilaksanakan selama dua setengah tahun, melibatkan 2.200 orang dalam wawancara mendalam dan 60 kelompok khusus di 11 kota di seluruh Eropa dengan komunitas Muslim yang besar. 

Kota yang dipilih mewakili berbagai tingkat integrasi dan kohesi di seluruh benua. 

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa rata-rata (78%) Muslim mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Inggris, 49 persen menganggap diri mereka Perancis dan hanya 23 persen yang merasa Jerman. 

Survei menemukan bahwa tingkat patriotisme jauh lebih tinggi di antara generasi kedua umat Islam. 

Di Leicester, 72 persen Muslim lahir di luar negeri mengatakan bahwa mereka merasa sebagai orang Inggris dibandingkan dengan 94 persen di antara Muslim kelahiran Inggris. 

Pesan 

Nazia Hussain, direktur proyek penelitian, percaya bahwa studi ini menunjukkan perbedaan antara bagaimana kaum Muslim Inggris melihat diri mereka sendiri dan bagaimana masyarakat memandang mereka. 

www.cf.ac.ukAda pesan yang mengganggu yang muncul dari temuan ini,: Hussain kepada Times. 

Meskipun Muslim sangat banyak yang merasa sebagai orang Inggris, mereka tidak dipandang sebagai orang Inggris oleh masyarakat luas, ia menambahkan. 

Sebuah survei yang dilakukan pada 2007 oleh Financial Times menunjukkan bahwa Briton adalah yang paling curiga terhadap Muslim. 

“Dikatakan … ada kebijakan yang berusaha untuk mengakomodasi perbedaan di sini dan tampaknya akan segera medapatkan perimbangan, kata Hussain. 

Muslim Britania, yang diperkirakan berjumlah sekitar 2 juta, memanggul beban penuh dampak undang-undang anti-teror sejak serangan teroris 7/7 di sistem bawah tanah London. 

Bulan Juni lalu, survei BBC menemukan bahwa mayoritas Muslim Inggris menentang gerakan Taliban dan Al-Qaeda dan akan mempertahankan negara mereka terhadap kemungkinan serangan (dari Taliban dan Al-Qaeda, pen.)

Sebelumnya jajak pendapat ICM / Guardian menunjukkan bahwa 91 persen Muslim Inggris setia kepada Britania dan 80 persen masih ingin hidup di dan menerima masyarakat Barat.[]

Sumber: http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?c=Article_C&cid=1260257899949&pagename=Zone-English-News/NWELayout