My Name Is Terrorist

0
62 views

Anda mungkin sudah menyaksikan film My Name Is Khan. Sebuah film menarik yang dibintangi oleh dua orang yang dulu terkenal lewat film Kuch Kuch Hota Hai (1998) yaitu Shahrukh Khan dan Kajol serta disutradarai oleh orang yang sama, Karan Johar. Film ini berkisah tentang bagaimana sulitnya memisahkan imaji “Muslim” dengan “teroris”. Kedua kata tersebut sudah hampir sinonim dan salah satunya dianggap penjelas bagi yang lain.

Mungkin mirip dengan kata “mahasiswa” dengan “pendemo” di suatu waktu, atau “mahasiswa” dengan “perusak fasilitas publik” di waktu yang lain. Fenomena yang sama terjadi pada kata “bonek” dengan “perusuh”. Apakah seorang bonek itu pasti seorang perusuh?

Bahkan fenomena bonek yang dianggap pasti perusuh itu belum separah fenomena Muslim yang dianggap pasti teroris. Memang jamak dipahami jika bonek itu sama dengan perusuh, tapi jika dibalik menjadi: Apakah perusuh sudah pasti bonek? Perusuh belum tentu dipahami sebagai bonek. Akan halnya Muslim dan teroris, imaji orang akan terbawa kepada teroris jika disebut kata “Muslim” dan sebaliknya imaji akan terbawa kepada Muslim jika disebut kata “teroris”. Demikianlah bolak-balik.

Harus diakui ada waktu, tempat, dan kasus di mana Muslim dan teroris adalah dua hal yang sama, namun tidak selalu demikian karena identitas seperti itu adalah sesuatu yang terus-menerus mengalir dan berubah. Bukan hanya berubah, di waktu yang sama dengan orang yang berbeda, Muslim dan teroris juga tidak pasti sama. Si A adalah seorang Muslim dan dia teroris, tapi si B adalah Muslim dan belum tentu dia teroris. Ini adalah salah satu persoalan yang tidak pernah bisa dipukul rata penyimpulannya karena itu sama saja dengan pembunuhan karakter, pencemaran nama baik, fitnah, atau apa pun namanya.

Di situ beda nama dengan identitas, walau banyak kemiripannya. Sebuah nama sering padat, beku dan tidak berubah. Seorang yang bernama Abdul Karim tidak selalu dermawan, kan? Meski si Abdul Karim itu kikir, namanya tetap Abdul Karim.

Masalahnya, terkadang identitas dianggap membeku seperti nama. Seperti Khan yang berjuang mencairkan namanya dari embel-embel teroris. Padahal “teroris” bukanlah namanya. Namanya adalah “Khan”. Lalu, nama Anda siapa?[]