Murnikan Aqidah Raih Husnul Khotimah

0
52 views

Saudaraku sekalian,

Siapapun kita pasti berharap meraih kehidupan yang baik di dunia dan akherat, sebagaimana do’a yang sering kita panjatkan ;

 

 

 

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

 ”Yaa Tuhan kami,  anugerahkan kepada kami kehidupan yang baik di dunia dan kehidupan yang baik di akherat, dan jagalah kami dari siksa neraka”

 

Hari ini, kehidupan dunia sedang kita jalani, semoga kita mampu mendidik diri dan jiwa kita untuk senantiasa berhati-hati dalam melangkahkan kaki dan menggerakkan tangan. Semoga kaki ini tidak tersandung batu kesalahan yang takkan terampuni, dan tangan ini tidak menyentuh dosa yang terbawa sampai mati.

 

Saudaraku…

Kelak setelah dunia ini sirna dan berganti dengan kehidupan akherat, segalanya menjadi tidak berguna, segalanya bisa tanpa arti dan makna, bekal yang begitu banyak telah di persiapkan di muka bumi dapat sirna tiada guna.. semua yang datang dihari itu akan merasa sia-sia atas segala yang dilakukannya kecuali mereka yang datang dengan hati yang bersih..

 

َيوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ  إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

 

“Di hari dimana tidak lagi berguna harta, tidak pula anak-anak, kecuali orang yang mendatangi Allah dengan hati yang bersih”

(QS.As-Syu`ara [26] : 88-89)

 

Dari sekian banyak penjelasan para mufassir tentang makna ’qalbun salin’ atau hati yang bersih adalah hati yang selamat dan bersih dari noda kesyirikan, hati yang tidak menyekutukan Allah swt dengan sesuatu apapun.

 

Saudaraku..

Satu ayat yang senantiasa dibaca oleh seorang Khotib di mimbar jum`at adalah;

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 

”Wahai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali sebagai seorang muslim”

(QS. Ali Imran [2] : 101)

 

Demikianlah nasehat yang disampaikan oleh seorang khotib kepada kita di setiap hari jum`at. Nasehat agar kita meraih khusnul khotimah, agar jangan sampai kita menghembuskan nafas terahir kita dalam kondisi su`ul khotimah, na`udzubillah min dzalik.

 

Hal terpenting yang mesti kita jaga adalah jangan sampai kita meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah swt, karena janji Rasulullah saw adalah syurga bagi mereka yang meninggal dunia dalam kondisi tidak menyekutukan Allah swt.

 

مَنْ مَاتَ وَ لَمْ يُشْرِكْ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ / رواه أحمد

 

Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka ia akan masuk syurga”.

( HR. Ahmad dari Ibnu Mas`ud )

 

Dalam hadits ini terjelaskan urgensi bertauhid dan bahayanya perbuatan syirik, menyekutukan Allah swt. Bertauhid dengan benar akan mengantarkan seorang muslim menuju syurga Allah swt dan sebaliknya, kemusyrikan yang terbawa sampai mati akan mengantarkan pelakunya menuju neraka, bahkan mengekalkannya berada didalamnya.

 

Oleh karena itu sudah seharusnya setiap kita berupaya keras agar dapat menutup usia kita dimuka bumi ini dengan baik, dengan sesuatu yang Allah swt ridhai, bukan sebaliknya dengan sesuatu yang dimurkai-NYA, berusaha mewujudkan kematian terbaik serta memohon dan berdo’a kepada-NYA agar meraih husnul khotimah;

 

” Yaa Allah Jadikanlah sebaik-baik umurku adalah akhirnya, sebaik-baik amalku adalah penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari pertemuanku dengan diri-MU.”

 

Kalaulah puncak kebaikan itu tidak bisa kita raih, maka yang mesti kita upayakan dengan baik adalah agar jangan sampai kita melakukan perbuatan syirik sehingga peluang syurga masih terbuka untuk kita.

 

Upaya yang dapat kita lakukan agar dapat bertemu Allah swt dengan hati yang bersih –biqalbin salim– adalah dengan berusaha membersihkan seluruh sisi kehidupan kita dari kesyirikan dan menjauhkan diri kita dari segala bentuk kemusyrikan

 

Syirik adalah kezhaliman yang besar, karena dosa ini terkait dengan kezhaliman kepada Allah swt, tidak memposisikan Allah swt pada posisi yang seharusnya

 

…. إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

 

“… Sesungguhnya memepersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”. (QS. Luqman [ ] : 13)

 

Termasuk perbuatan syirik yang besar adalah menyakini bahwa selain Allah swt memiliki kemampuan dan wewenang dalam rububiyyah seperti menciptakan makhluq , menghidupkan dan mematikan, memberi rizki dan mengatur alam semesta. Ataupun menyakini bahwa selain Allah swt ada yang pantas menyandang sifat uluhiyyah layak disembah, seperti melakukan ritual peribadatan kepada sesembahan selain Allah swt.

 

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلاّ إِيَّاهُ…

 

“ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia..  (QS. Al-Isra’ [ 17] : 23)

 

Diantara ancaman bagi pelaku syirik besar seperti ini adalah bahwa Allah tidak akan mengampuni dosanya jika terbawa sampai mati dimana pelakunya blum bertaubat;

 

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar.”

(QS An-Nisa’ [4] : 48)

 

Disamping itu dosa ini akan membuat amal kebaikan tidak diterima Allah ta`ala, sebagaimana firman-Nya;

 

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 

”Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: ”Jika kamu mempersekutukan (Allah) niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar [39] : 65)

 

 

Demikianlah seharusnya bagi seorang mukmin yang ingin meraih kebahagian akherat, agar senantiasa berupaya keras menjaga kemurnian aqidahnya dari noda-noda syirik yang akan mengotorinya sehingga pada hembusan nafas terahirnya dimuka bumi ini ia tidak membawa dosa syirik dan kelak ketika menemui Allah swt ia akan menemui-Nya sengan hati yang bersih biqalbin saliim.