Mulailah dengan Benar

0
108 views

Ma’aasyiral mukminiin rahimakumullah…

Ketika kita mengganti kalender yang menempel di dinding ruangan atau yang menghias di meja kita, tergambarlah angka tahun yang berubah, seperti tahun ini, angka tahun 2016 yang telah tampil selama 365 hari itu kini berubah menjadi 2017. Ada satu angka yang berubah 16 menjadi 17. Pada umumnya, orang akan merasa ada perubahan usia. Bisa jadi ia teringat sudah sekian lama ia menjalani hidup ini. Ada banyak hal yang telah dilewatinya; baik atau buruk, biasa atau penuh makna.

Jika ia merenung sejenak saja, maka naluri kebaikannya akan berseru, “ini adalah hari yang baru, aku harus mengisinya jauh lebih baik dari sekian lembaran hari yang telah terlewati”.

Hal ini sangat wajar dirasakan oleh setiap hamba yang ingin menjadi lebih baik. Maka akan terbayang sekian harapan yang akan ia capai, impian yang akan digapainya di tahun ini. Seperti ini adalah kesadaran yang mulia, walau seharusnya hal ini juga terasa ketika ia merobek satu lembar atau melipat kebelakang lembar kalender itu pada tiap bulannya sebagai tanda bergantinya bulan, dan bahkan akan sangat mulia jika ini disadari dengan kuat pada setiap angka tanggal yang berubah pada setiap harinya.

Hadirin yang berbahagia….

Merasa ada lembar baru dan kesempatan baru sangatlah penting. Namun ketika rasa ini dibarengi dorongan kuat untuk mengisi lembar-lembar baru dengan kebaikan yang beragam dan banyak, serta azam yang kuat tuk meninggalkan segala keburukan, mengurangi kesia-sian, adalah awal yang baik. Karena hamba Allah azza wa jalla yang baik akan selalu menengok masa lalu tuk diambil pelajaran demi mengisi kesempatan yang terbentang di depan mata. Melihat yang lalu untuk yang akan datang. Demikian diantara pesan Allah SWT  pada Surah Al-Hasyr ayat 18.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah disiapkannya untuk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah, karena Allah Maha Mengetahui apa yang sedang kamu kerjakan”.

Hadirin yang dirahmati Allah…

Setiap kita tentunya berharap bisa mengisi lembaran-lembaran hari ke depan dengan lebih baik. Karena kita juga menyadari betapa tiap lembar hari yang telah kita laluai akan dimintai pertanggungjawaban. Maka jika ada diantara kita yang hari ini berusia 50 thn, maka dikurangi 15 tahun usia baligh rata-rata bagi laki-laki, maka lembaran hari yang akan dipertangungjawabkan sebanyak 35 thn dikalikan 365 hari, yang hasilnya adalah 12.775 (dua belas ribu tujuh ratus tujuh puluh lima)hari. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menerima segala kebaikan dan memberikan ampunan atas segala kealpaan.  Semoga  kita kelak dapat memberikan jawaban dengan baik atas segala pertanyaan terkait hari-hari itu. Karena setiap kita sebagaimana informasi Rasulullah saw akan ditanya kelak dihari kiamat; ‘An Umrihi fiima afnaah… tentang usia, untuk apa dipakai usia itu?

Oleh karena itu, kita ingin mulai mengisi lembaran baru kehidupan kita ini dengan baik. Pada khutbah yang singkat ini khotib mangajak kita semua untuk memulai dengan benar, mengawali langkah ini dengan baik. Maka ada pelajaran penting yang harus kita ambil dari kalimat mulia yang sering kita baca, yaitu Bismillahirrahmaanirrahiim…

Ada apa dengan basmalah, mengapa kalimat ini mesti kita renungi dalam dalam..? Cobalah kita renungkan, Allah swt membuka kitabNYA, enam ribu sekian ayat didalamnya yang dijadikan petunjuk bagi manusia, bagi orang-orang yang bertaqwa (hudallinnaas… hudallil muttaqiin). Allah buka, Allah mulai dengan ayat pertamanya di awal surah pertama Al-fatihah adalah Bismillahirrahmanirrahiim… inilah ayat pertama yang membuka Al-Quran, pedoman yang akan menunjukkan kepada manusia bagaimana menggapai kebahagiaan dunia dan akherat.

Dan ternyata Rasulullah yang diturunkan kepadanya Al-quran, yang ditugaskan menyampaikan dan menjelaskan kitab Allah  ini, beliau berpesan bahwa segala aktifitas yang punya nilai jika tidak dimulai dengan basmalah akan terancam abtar-terputus dari rahmat Allah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah..

Ada dua penggalan yang akan kita ambil pelajaran; pertama, Bismillah dan kedua adalah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim. Pada penggal pertama-bismillah-  pesan yang bisa kita dapatkan adalah,

Pertama,Bismillah-dengan menyebut nama Allah- maka libatkanlah Allah swt pada segala aktifitas kita. Setiap aktifitas kita di muka bumi ini tidak akan kita biarkan kosong dengan nilai luhur ini. Melibatkan Allah swt berarti segala yang kita lakukan akan dilandasi dengan keihklasan karenaNYA. Konsentrasi kita ada pada harapan agar Allah swt ridho dengan apa yang kita kerjakan.

Kedua, Bismillah juga berarti meng-atasnamakan Allah. Atas namaNYA kita melakukan beragam aktifitas. Maka jika benar kita mengatasnamakan-NYA segala aktifitas yang ada, kita hanya akan melakukan sesuatu yang memang kita yakini DIA ridha, akan kita tinggalkan segala hal yang kita tahu bahwa DIA tidak meridhoi hal tersebut. Demikian harusnya Bismillah yang sering kita lantunkan melatih dan membiasakan diri kita untuk terus melibatkan Allah swt, ikhlas dalam beramal, semangat melakukan kebaikan dan menjahui segala keburukan.

Hadirin rahimakumullah…

Penggalan kedua dari basmalah itu adalah Arrahmaanirrahiim. Setiap kita membaca basmalah untuk memulai segala aktifitas, yang kita sebut sebut adalah dua sifat-NYA yang mulia ini yaitu Ar-rahman dan Ar-rahim, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang . bukan Al-‘Aliim Al-Hakiim atau yang lainnya. Maka ada pesan kuat yang harus kita dapatkan.

Pesan itu adalah, Seraplah dua asma Allah yang mulia ini –Ar-rahmaan Ar-Rohiim-, jadikan keduanya inspirasi bagi kita dalam menunaikan tugas-tugas kita di muka bumi ini. Amanah dan tugas kita sebagai apapun, di tingkat manapun dan dimanapun.

Kata Ar-rahman dan Ar-rahim adalah dua sifat Allah swt yang sama-sama memberikan rahmat. Para mufassir menjelaskan ada perbedaan antara keduanya. Ar-rahman adalah sifat Allah yang memberikan rahmat-NYA kepada semuanya, termasuk orang-orang kafir yang bahkan tidak mempercayai Allah sebagai satu-satunya Rabb dan Ilah yang benar disembah. Bahkan kepada mereka yang ateis yang tidak mempercayai keberadaan-NYA. Namun Ar-rahiim adalah sifat-Nya yang akan memberikan rahmat kepada orang-orang beriman di syurga-NYA kelak.

Oleh karena itu, jamaah sekalian….

Setiap kita yang memulai segala aktifitas bernilai dan membukanya dengan penuh kesadaran menyatakan Bismillaahirrahmanirrahim. Akan berharap dan berupaya  agar segala tugas-tugasnya memberi dampak kepada pihak lain mendapatkan kebaikan di muka bumi dan juga kebaikan di akherat. Seorang guru bidang studi biologi misalnya, sebagai seorang pendidik ia berharap anak didiknya sukses memahami pelajarannya yang ditandai dengan keberhasilan mereka dalam tes dan ujiannya. Namun sebagai seorang mukmin yang ingin menyerap Ar-rahmaan dan Ar-rahiim maka ia juga berupaya agar tema-tema yang disampaikan membuat anak didiknya lebih mengenal siapa penciptanya melalui sub-sub bahasan yang banyak menggambarkan bahwa Allah swt adalah Rabb yang esa sehingga akan mengarahkan peserta didiknya yang muslim semakin dalam  memahami bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah yang berhak disembah.

Sidang jum’ah yang dirahmati Allah…

Hal seperti ini seharusnya juga diharapkan terjadi pada profesi-profesi yang lain; para penulis akan menulis dengan menyertakan rasa sayangnya, penyampai berita juga akan mempertimbangkan dampak baik dan buruk yang akan ditimbulkannnya, pengambil kebijakan pun juga akan mengambil sikap menjahui hal-hal yang memberi dampak kezhaliman karena hal ini berbanding terbalik dengan Arrahman dan Arrahiim.

Demikianlah pada dasarnya, apa yang kita lakukan di muka bumi ini terbarengi dengan harapan untuk menggapai hasanah fiddunya dan hasanah fil akhirah, untuk diri kita, keluarga dan masyarakat secara umum.

Demikian khutbah singkat ini, semoga Basmalah kita, memperjelas visi dan misi hidup kita, mendorong kita agar lebih ikhlas dalam beramal, lebih bijak dalam bersikap. Dan semoga sikap-sikap kita akan menghantarkan kita dan orang-orang yang bersama kita meraih kebahagiaan hakiki fiddunya wal akhirah… demikian semoga bermanfaat.