Mewaspadai Strategi Setan (bag-2)

0
11 views

Ma`aasyiral muslimiin rahimakumullah….

Dalam mencapai tujuannya setan memiliki sekian banyak cara, dia dan para pengikutnya akan senantiasa melancarkan strateginya demi mencapai target-target yang dicanangkan. Selain menyeru kepada kekufuran dan kemusyrikan, menciptakan  keraguan pada pondasi dasar agama dan menghalangi  keta’atan kepada Allah swt masih ada beberapa strategi lain yang akan dilancarkannya, diantaranya adalah :

Pertama : Mendorong manusia melakukan kemaksiatan

Upaya setan untuk menjauhkan manusia beriman dari nilai-nilai kebaikan akan senantiasa dilakukan.

Ketika melanggar perintah Allah swt seseorang telah melakukan kemaksiatan, dengan berbagai macam alasan dan rayunan yang ditanamkan dalam benak seseorang, setan akan menggiring manusia sehingga terdorong untuk melakukan kemaksiatan. Hal ini telah dilakukannya sejak manusia pertama masih berada di syurga dialah Adam as. Setan mendorongnya untuk mendekati pohon terlarang, dan ini membuat Adam as telah bermaksiat kepada Allah swt dengan tidak mematuhi titah-Nya, inilah kesalahan yang membuatnya dikeluarkan dari syurga ;

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آَدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَى فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآَتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آَدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi  dan kerajaan yang tidak akan binasa?” Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia”. (QS. Thaha [20] : 120-121)

Adam as durhaka kepada Tuhannya yakni dia lupa akan titah Tuhannya sebagaimana termaktub dalam surah Hud ayat ke 115, dan dia dikatakan sesat karena mengikuti bisikan setan.

Demikianlah, sudah selayaknya kita, anak-cucu Adam as agar waspada dengan setiap rayuan yang mendorong kita melakukan pelanggaran-pelanggarang terhadap nilai kebenaran. Demikian kalau kita simak dari ayat diatas, ada sesuatu yang dijadikan tema rayuan oleh setan, tak lain adalah kalimatnya “Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon khuldi  dan kerajaan yang tidak akan binasa?” dia menawarkan panjangnya usia bahklan kekekalan, hari ini sangat mungkin tema ini akan terus berulang, karena bisa jadi setan akan terus mengulang cara ini karena Adam sebagai moyangnya manusia saja tergoda, maka sangat mungkin anak cucunya juga akan terjerumus dengan rayuan ini, yach… dorongan untuk “kekal”.

Di hari ini bisa jadi tema ini muncul dengan sedikit modivikasi, misalnya sebuah pernyataan yang kadang menjerumuskan seseorang ke lembah dosa besar, “Kalau anda ingin awet muda maka anda harus sering mencicipi daun muda” tentunya bisa difahami maksud dari daun muda pada kalimat diatas. inilah mitos yang sempat jadi bahan omongan di komonitas tertentu, hal ini bisa berdampak pada kemaksiatan yang sangat besar jika dilakukan bukan dengan pasangan yang sah. Semoga Allah melindungi kita dari mitos-mitos yang memprofokasi.  

Contoh yang lain, mungkin kita pernah mendengar seseorang mempelajari ilmu kebal; kebal senjata tajam, tidak tertembus peluru, tidak terbakar oleh api dll.  walau dengan bermacam nama yang berbeda, ini juga bagian dari modivikasi rayuan untuk menjadi kekal dalam batas tertentu. Namum apa yang terjadi, sering kali cara yang ditempuhnya melanggar nilai aqidah islamiyyah sehingga seseorang sangat mungkin jatuh pada kemusyrikan. Dan inilah yang membahagiakan setan ketika manusia jauh dari nilai-nilai tauhid.

Kedua : Merusak persaudaraan

Ukhuwah atau persaudaraan adalah sesuatu yang mulia dimata Allah swt, dan ini ada kaitannya dengan keimanan. Allah swt mengkaitkan persaudaraan dengan keimanan dengan sangat erat, kita simak misalnya firman-Nya;

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah yang bersaudara, maka damaikanlah antara saudara-saudara kalin, dan bertaqwalah kepada Allah supaya kalian senantiasa dirahmati”. (QS. Al-Hujurat [49] : 10)

Islam mengajak umatnya untuk penjaga persaudaraan dan ketika terjadi perselisihan diantara mereka maka agama ini menitahkan untuk melakukan ishlah agar kembali nilai-nilai persadaraan itu. Maka sebaliknya setan akan berupaya merusak persaudaraan dengan bermacam cara, diataranya dengan perjudian dan minuman keras.

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ

“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu..”           (QS. Almaidah [5] : 91)

Ternyata dua hal tersebut; berjudi dan minum khamer yang di hari ini bisa lahir dengan banyak nama, muncul dengan beragam bentuk, tidak sekedar dilarang oleh agama ini, namun juga dijadikan setan sebagai upaya untuk memunculkan permusuhan dan melahirkan kebencian. Namun di hari ini ada banyak hal yang perlu kita waspadai dan sikapi dengan sebaik mungkin agar setan tidak masuk dan memanfaatkan kondisi, misalnya dalam masalah warisan, percintaan, dalam persaingan bisnis bahkan turnamen dan pertandingan olah raga. Semoga kita senantiasa dikuatkan oleh Allah swt untuk mampu mangambil sikap tepat agar terhindar dari permusuhan dan kebencian kepada sesama mukmin.

Ketiga : Melenakan manusia dari berdzikir kepada Allah swt.

Berdzikir kepada Allah swt adalah amalan mulia yang akan membugarkan hati dan meberinya nyla hidup yang baru, karena dia adalah nutrisi untuk ruhani. Ketika kondisi jiwa dan hati seseorang senantiasa terjaga dengan banyak berdzikir dengan arti yang sebenarnya, maka ia akan terjauhkan dari melakukan hal-hal yang membahagiakan setan. Misalnya ketika seseorang gemar menyebut nama Allah swt As-Samii` Al-`Aliim – yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, jika seseorang mengulangnya dengan kesadaran penuh serta memahami maknanya, maka susah bagi dirinya untuk melakukan pelanggaran walau manusia yang lain tidak mengetahuinya, karena dia sadar Allah swt pasti mengetahui hal tersebut, tentunya juga karena dia beriman akan adanya balasan baik dan buruk di akherat kelak.

Karena itulah setan berupaya keras menggunakan strategi melenakan manusia dari mengingat Allah swt, dia akan berupaya memasukkan manusia kedalam kelalaian, bersama orang-orang yang lalai sehingga secara perlahan namun pasti hatinya makin tumpul menilai keburukan dan pada akhirnya hatinya akan mati.

Allah subhanahu wata`ala berfirman :

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi (QS. Al-Mujadilah [58]: 19)

Demikianlah orang-orang yang lupa berdzikir kepada Allah swt berada di bawah pengaruh setan. Pada ayat yang lain Allah swt mengigatkan kepada kita semua akan gambaran orang-orang yang jauh dari dzikrullah.

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ  وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS. Az-Zuhruf 36-37)

Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang mukmin menjaga dirinya dan juga keluarga dari segala hal yang melenakan dari mengingat Allah swt, perlu mengatur dengan baik apa dan bagaimana menikmati tayangan tv misalnya, menggunakan internet, menyimak audio, menjalani hoby dan lain sebagainya. Dan satu hal yang perlu diingat dengan baik adalah bahwa menyimak, membaca, mepelajari dan mentadaburi Al-Qur’anul Karim adalah bentuk mulia cara berdzikir kepada Allah swt.  

Demikianlah khutbah yang singkat ini semoga dapat membuat kita lebih mewaspadai strategi setan, dan membuat kita lebih punya bekal untuk mengarungi hidup ini sesuai jalan-Nya yang lurus, sesuai doa kita “ihdinas Shiraathal mustaqiim” . Wallahu a`lam (SM/Nuis/020111)