Mewaspadai Strategi Setan (bag-1)

0
24 views

Hadirin rahimakumullah..

Target  utama syetan dalam menggoda manusia adalah memasukkan mereka ke neraka jahannam dan membuat mereka terlarang masuk syurga. Tentang hal ini Allah swt telah berfirman :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”. (QS. Faathir : 6)

Maka untuk mencapai target yang telah dicanangkan, untuk melancarkan misi yang telah diteguhkan, setan akan mengunakan segenap upaya dan tipu dayanya, berbagai sarana akan dia pergunakan demi mencapai tujuan yang telah dicanangkannya, yaitu membuat manusia memasuki neraka yang menyala-nyala. Al-Qur’an dan As-Sunnah telah memberikan gambaran tentang apa-apa yang akan dilakukan syetan untuk menjebak manusia masuk dalam kekufuran, menjebloskan mereka pada kondisi pantas untuk mendapat pedihnya siksa di neraka jahanam. Inilah beberapa upaya yang akan dimainkan demi menyesatkan manusia dari jalan kebenaran, keluar dari cahaya hidayah menuju gelapnya kesesatan ;

Pertama : Menyeru kepada kekufuran dan kemusyrikan

Allah swt berfirman :

كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ

“Seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu..”(QS. Al-Hasyr : 16)

Dalam hal ini sasarannya adalah orang-orang beriman, setan tidak cuma sekali menyerukan hal ini, ia akan terus mengulannya, mengajak seorang mukmin untuk masuk pada kekufuran, sekali kagi ini akan dia lakukan berulang kali. Yang paling penting untuk dicermati adalah bahwa ia akan melakukannnya secara bertahab penuh rencana, maka dalam melancarkan seruannya ini setan akan berstrategi, bisa jadi mulai dari upaya agar seorang mukmin meninggalkan perkara-perkara utama dan mulai sibuk dengan yang tidak utama, membuatnya menjadi pribadi yang menyepelekan dosa-dosa kecil, dalam pandanngannya kesalahan kecil menjadi hal yang biasa-biasa saja bahkan menjadi lumrah, dosa kecil akan diangapnya remeh.

Nah, ketika seseorang telah terbiasa, bahkan manjadi terampil melakukan dosa-dosa kecil maka kondisi ini dapat mengantarkannya jatuh pada dosa-dosa besar, ia akan menjadi lebih mudah melakukan yang besar karena telah tersiasa dengan yang kecil. Dan ketika seseorang malakukan dosa-dosa besar hal ini akan mendekatkan dirinya kepada kekufuran, na`udzubillah min dzalik.

Setan tidak hanya akan menyeru untuk melakukan kekufuran namun juga menyeru agar orang melakukan perbuatan-perbuatan syirik, menyekutukan Allah swt, dalam sebuah hadits Qudsi Allah berfirman;

“Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-Ku dalam keadaan suci, kemudian syetan mendatangi mereka dan menariknya untuk menyimpangkannya dari dien Islam (fitrahnya), mengharamkan apa yang Ku-halalkan, dia menyuruh mereka menyekutukan-Ku (syirik)…. ” (H.R Muslim)

Hal ini harus diwaspadai, seruan yang mengajak kepada perbuatan syirik bisa muncul dalam berbagai macam bentuk dan alasan, mungkin karena alasan melestarikan kebudayaan lama, tanpa sadar masuk pada melakukan ritual yang berujung pada kemusyrikan. Bisa juga kerena alasan demi perkembangan pariwisata di suatu daerah membuat masyarakat terjerumus pada prilaku syirik. Sungguh harus sangat diwaspadai karena kesyirikan akan sangat mungkin tampil tidak dengan bentuk fisik yang bersujud pada berhala saja.

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Kedua : Menciptakan  Keraguan pada Pondasi Dasar Agama

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah saw menyampaikan tentang hal ini,

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولَ مَنْ خَلَقَ كَذَا وَكَذَا حَتَّى يَقُولَ لَهُ مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ فَإِذَا بَلَغَ ذَلِكَ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ

“Dari Abu Hurairah, dia berkata,  “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Syetan mendatangi salah seorang dari kalian seraya berkata,”Siapa yang menciptakan ini dan itu?”, hingga akhirnya dia bertanya kepadanya, ‘Siapa yang menciptakan Tuhanmu?’ Apabila dia telah sampai pada hal tersebut maka ucapkanlah istiadzah (‘audzu billah), dan hendaklah dia mencukupkan dialognya.”  (HR. Bukhori – Muslim)

Inilah salah satu cara setan membuat hamba Allah ragu, ia memunculkan dialog seperti ini. Dialog seperti ini bisa jadi hadir dalam benak kita atau terkadang lahir dalam diskusi-diskusi bersama orang lain. Dalam hal ini Rasulullah saw memberi nasehat agar kita meminta perlindungan kepada Allah saw. Terkadang upaya tasykik (membuat orang ragu) terhadap prinsip dasar islam hadir dalam pernyataan “Semua agama itu sama, karena semuanya menyembah tuhan”, “semua sama karena semuanya menyeru kepada kebaikan”. Memang bisa jadi ada kesamaan di beberapa hal, namum prinsip dasar agama Islam mengatakan “Innaddina `indallahil Islam”, hanya islam agama yang diridhai Allah ta`ala.

Ketiga : Menghalagi  Keta’atan kepada Allah swt.

Setan akan berupaya keras agar manusia tidak mentaati Allah swt, ia akan mencoba menghalangi setiap perbuatan yang mengarah kepada mentaati Allah swt. Karena dengan cara ini ia memperbanyak calon penghuni neraka. Rasulullah saw pernah bersabda tentang upaya yang setan lakukan,

“Sesungguhnya setan menghadang manusia di setiap jalan kebaikan. Ia menghadang manusia di jalan Islam,” Apakah kau mau masuk Islam dan meninggalkan agamamu, agama bapakmu dan agama moyangmu ?” Ia tidak menururti setan dan masuk Islam. Maka setan menghadangnya di jalan hijrah,” Kau mau hijrah, meninggalkan tanah air dan langit yang menaungimu ? Ia tidak menururti setan dan berhijrah maka setan menghadangnya di jalan jihad,” Kau mau berjihad, sehingga terbunuh dan istrimu diambil orang serta hartamu dibagi-bagi ?” Ia tidak menururti setan dan tetap berjihad. Siapa saja melakukan hal, itu maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga….”  

( HR. Imam Ahmad)

Hadits ini menunjukkan betapa syetan sangat gigih dalam berupaya menyesatkan manusia, menghalangi mereka dari berbuat ketaatan dan kebaikan di mata Allah swt, tidak hanya satu jalan yang akan dia tempuh melainkan banyak jalan. Demikianlah tekad bulat dan rencananya telah Allah swt sampaikan kepada kita melalui firman-Nya ;

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu  yang lurus. kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari  kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).  

(QS. Al-A`raf : 16-17)

 

Demikianlah khutbah yang singkat ini, semoga dapat member manfaat kepada kita semua agar lebih waspada pada setiap upaya yang mengarahkan kita pada tindak kekufuran, prilaku kemusyrikan dan menjauhkan dari ketaatan kepada Allah swt.