Mereka pun Kembali

0
35 views

Belum lama ini kita mendapati adanya seruan-seruan dari barat yang menegaskan pentingnya pemisahan anak laki-laki dan perempuan dalam proses belajar mengajar sejak marhalah pertama, dan sesungguhnya inilah yang diserukan Islam. Demikianlah DR. Abduddaim Al-Kaheel membuka artikelnya. Marilah kita simak berikut ini …

Koran Daily Mail menerbitkan satu makalah yang membahas seputar daruratnya memisahkan anak-anak dalam satu kelas pada tingkat sekolah dasar tidak mengumpulkan mereka dalam satu ruangan kelas yang sama.

Ini setelah sekian lama, bertahun-tahun adanya seruan dan propaganda yang menawarkan pentingnya “persamaan” antara laki-laki dan perempuan, sedang Allah ta`ala berfirman :

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى

“Tidaklah sama antara laki-laki dan perempuan” (Ali Imran : 36)

kini mereka kembali kepada manhaj qur’ani, setelah mereka menyadari dan menyakini bahwa memang laki-laki tidak serupa dengan perempuan. 

Cara masing-masing dari keduanya dalam mencerna pengetahuan itu berbeda, tidak sama satu dengan lainya, mereka juga mendapati bahwa konsentrasi seorang anak laki-laki lebih baik ketika mereka ditempatkan atau dikumpulkan dengan sesama anak laki-laki.  Yakni anak laki-laki terpisah kelasnya dengan anak perempuan, yang dengan cara seperti ini ternyata secara ilmiyah belajar mereka jauh labih baik.

DR. Leonard Sax menulis sebuah buku seputar tema ini, ia mencoba memberikan penegasan bahwa proses belajar dengan mencampur anak laki-laki dan perempuan itu tidaklah baik, ini akan menurunkan semangat kompentensi dan mempersedikit kesempatan berkarya, dan sangatlah penting dan mendesak untuk segera memisahkan mereka sejak tingkat pertama sebelum masuk sekolah dasar yakni sejak mereka berumur lima tahun, karena kecepatan masing-masing mereka dalam belajar secara umum berbeda, dan bahwa kecepatan pematangan diri mereka juga tidak sama.

Ternyata banyak study yang menegaskan bahwa pemisahan laki-laki dan perempuan adalah karya yang begitu baik dalam masalah pendidikan, baik dalam urusan belajar mengajar atau urusan tempat tidur atau bahkan dalam kehidupan secara umum, ini karena otak laki-laki bekerja dengan cara yang berbeda dengan otaknya perempuan. Disinilah wahai saudaraku semua kita teringat ta`aalimu diinina (nilai-nilai yang ada dalam agama kita) yang hanif, agama yang memesankan kepada kita akan pentingnya memisahkan laki-laki dan perempuan dalam proses belajar dan tidur mereka. Telah bersabda Rasulullah saw :

وَفَرِِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“ Dan pisahkanlah (jangan satukan) mereka dalam tempat tidur yang sama”

Islam tidak hanya berhenti sampai disini, bahkan ia memerintahkan kepada kita agar menundukkan pandangan kita dari lawan jenis, karena yang demikian itu lebih bersih dan lebih suci bagi kita, Allah swt berfirman :

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. (Qs. An-Nur : 30)

Dan kami memberi nasehat dan berpesan kepada saudara-saudaraku para pemuda agar membaca ayat ini dikala terkondisikan akan menyaksikan sesuatu yang diharamkan Allah, khususnya pada masa sekarang yang penuh dengan kemungkaran. karena sesungguhnya membacanya akan memberikan kepada kalian kelezatan yang akan terasa didalam jiwa.

Sesungguhnya siapapun yang mencermati berita-berita ilmiyah terkini akan mendapati bahwa para peneliti menyerukan begitu lantang agar kita mejauh dari minuman keras, mereka menyerukan ajakan untuk jauh dari sikap berlebihan dalam urusan makan dan minum, seruan-seruan lain yang menegaskan betapa pentingnya agar setiap orang menjaga kebersihan diri secara terus-menerus supaya terjaga dari bahaya barmacam virus, Mereka para ilmuan barat kini menyerukan pentingnya bagi wanita untuk berpakain dengan cara yang baik setelah mereka melihat begitu besarnya tingkat kejahatan sexsual,…. Pertanyaannya adalah , Bukankan semua ini adalah sesuatu yang diserukan oleh Islam sejak 14 abad yang silam? Allah swt berfirman :

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi ”.              (Ali Imran : 85)

Maka dari itu marilah kita lebih dekat dengan agama yang kita cintai ini, lebih erat lagi memeluk agama yang hanif ini agar lebih terasa hangatnya nilai kebenaran yang akan membugarkan jiwa dan raga kita. Karena jika mereka saja mulai menyadari, mulai kembali kita lebih pantas untuk segera kembali dengan benar-benar kembali ke jalan Ilahi.

Diambil dari tulisannya Abdud Daim AlKaheel/Al-Gharbu ya`uudu ilaa Mabaadii Al-Islam