Merajut Persaudaraan

0
10 views

Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang sangat mejemuk baik dari sisi agama,  suku, bahasa, budaya dan adat istiadat. Namun hal ini tidak harus menjadikan antar satu dengan yang lain saling mengecilkan, malah sebaliknya keanekaragaman tersebut bisa menjadi modal untuk membangun bangsa yang lebih baik, beradab dan bermartabat. Salah satu kiat untuk mewujudkan cita cita tersebut adalah di mulai dari masing masing anggota masyarakat untuk menyadari akan arti pentingnya dan berharganya nilai sebuah persaudaraan. Oleh karena itu marilah kita renungkan salah satu hadis Rasulullah saw, bagaimana Beliau membimbing kita, agar tiap-tiap individu mampu menciptakan suasana persaudaraan.

Dari Ibnu Abbas ra, dari Nabi saw. Beliau bersabda, “janganlah berdebat dengan saudaramu, jangan bercanda dengannya (dengan maksud untuk menyakitinya), dan jangan berjanji padanya yang kemudian engkau mengingkarinya.” (HR Tirmidzi).

Ada tiga hal penting yang dapat membantu terciptanya suasana persaudaraan, berdasarkan hadis di atas:

Pertama, janganlah bedebat dengan saudaramu dengan tujuan untuk menjatuhkan, atau dengan maksud menujukan bahwa kita adalah orang yang hebat dan pintar. Dalam ajaran islam Perdebatan sesungguhnya kalau memang bisa, berusaha untuk di hindari, karena hal itu berpeluang untuk memunculkan konflik dan permusuhan. Namun kalau tak terelakan Islam memberikan peluang, asal dengan tujuan untuk mencari solusi yang terindah dan kebenaran yang sempurna, serta dilakukan dengan cara yang terbaik, tidak didasari semengat kebencian, emosional, fitnah dan saling menjatuhkan. Hal ini diisyaratkan dalam al-Quran:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengtahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”. (QS al-Nahl [16] : 125)

Kedua, jangan bercanda dengannya dengan maksud untuk menyakitinya. Pada dasarnya Bercanda bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Islam, bahkan Rasulullah sendiri pernah bercanda dengan sahabat-sahabatnya. Suatu ketika, ada seorang nenek-nenek datang kepada Rasulullah saw, dan bertanya, apakah dirinya bisa masuk surga ? maka Rasulullah menjawab, nenek-nenek tidak akan masuk surga, sepontan sang nenek menangis tersedu-sedu, kemudian Rasulullah menenangkan, di Surga tidak ada nenek-nenek, yang ada adalah sang nenek berubah menjadi wanita yang muda belia, cantik dan sedap dipandang mata, maka sang nenek tadipun berubah riang gembira. Itulah salah satu sekelumit canda Rasulullah saw. Dan para sahabat sangat menikmati candanya, Rasulullah seorang yang humoris, tersenyum merupakan ciri hasnya, bahkan beliau menyatakan: “senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”. namun beliau selalu bisa menempatkan kapan harus serius dan bercanda. Kalaupun beliau bercanda, tetap menjaga etika, tidak menyinggung perasaan saudaranya apalagi menjatuhkan dan menyakiti hatinya. Bagi Nabi saw, menjaga kehormatan saudaranya adalah prioritas utama.

Ketiga, jangan berjanji kepadanya yang kemudian engkau mengingkarinya. Orang yang senantiasa menempati janji akan mendatangkan simpati dan menumbuhkan rasa percaya dari saudaranya, sehingga suasana persahabtan dan persaudaraan semakin terjalin dengan indah. Di dalam al-Quran orang yang suka membatalkan janji, oleh Allah swt disifati sebagai oarang-orang yang fasik. Sebagaimana firman-Nya,

Tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik, (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu di teguhkan dan memutuskan apa yang di perintahkan Allah untuk di sambungkanan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang yang rugi”. (QS al-Baqarah [2] : 26-27). saw, menyebut orang yang suka mengingkari janji sebagi ciri-ciri orang yang munafik Sementara Rasulullah. Semoga kita menjadi seorang mukmin sejati yang senantiasa saling menghormati, menyayangi dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

BAGI
Artikel SebelumnyaBulan Terlupakan
Artikel BerikutnyaIdentitas Terorisme