Menjaga Lisan

0
356 views

Oleh Drs. H. Ahmad Yani 
Berbicara merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Karena itu, dunia ini tidak pernah sepi dari aktivitas berbicara.

Adanya aktivitas berbicara membuat suatu kejadian bisa diinformasikan, ilmu pengetahuan bisa diajarkan dan nilai-nilai kebenaran atau kebaikan bisa disebarluaskan.

Namun, dengan aktivitas bicara keburukan, kebathilan atau kemunkaran juga bisa diinformasikan, kesombongan bisa ditunjukkan dan permusuhan antar sesama manusia bisa terjadi di seluruh dunia.

Bagi seorang mukmin yang ingin memiliki akhlak mulia, ia akan selalu berusaha memperhatikan adab berbicara karena berbicara yang baik menjadi ukuran keimanan seseorang, dalam konteks inilah, maka setiap manusia dihimbau untuk berbicara yang baik dan sebaik mungkin, Allah swt berfirman:
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia (QS Al Isra [17]:53).

Dalam satu hadits Rasulullah saw bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِا اللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam (HR. Bukhari dan Muslim).

Bila kita tidak bisa berbicara yang baik, disamping hal itu berbahaya bagi orang lain, sebenarnya juga amat berbahaya bagi diri kita sendiri, karena memang dosa terbesar atau terbanyak dari sekian dosa yang dilakukan manusia adalah dosa yang bersumber dari lisannya, Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ أَكْثَرَ خَطَايَا اِبْنِ آدَمَ فِى لِسَانِهِ
Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya (HR. Thabrani).

Bila berbicara yang baik dan benar membuat seseorang masuk surga, maka tidak bisa dipungkiri bahwa berbicara yang bathil akan membuat manusia masuk ke dalam neraka. Karena itu di dalam surat Al Muddatstsir [74]: 42, ketika manusia ditanya:
مَاسَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ
“Apa yang menyebabkan kamu masuk ke saqar (neraka)?”.
Maka jawabannya terdapat pada ayat 45:
وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَائِضِيْنَ
Dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama orang-orang yang membicarakannya.

Oleh karena itu kehati-hatian kita dalam berbicara menjadi suatu keharusan, apalagi Allah swt tidak suka bila ada orang berbicara yang tidak baik sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

لاَّ يُحِبُّ اللّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوَءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَن ظُلِمَ وَكَانَ اللّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS An Nisa [4]:148)

Satu hal yang harus kita sadari bahwa setiap perbuatan pasti ada pertanggungjawabannya, termasuk berbicara sehingga setiap pembicaraan kitapun dicatat oleh malaikat, Allah swt berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ. إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ.مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS Qaf [50]:16-19)

Seseorang yang mampu menjaga lisannya sehingga tidak berkata hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya akan memperoleh keutamaan yang sangat besar dan penting dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.

1. Dapat Mengalahkan Syaitan

Syaitan merupakan musuh utama orang yang beriman, karenanya setiap muslim harus waspada 24 jam setiap harinya dalam menghadapi godaan-godaan syaitan yang selalu menginginkan manusia melakukan kemaksiatan atau kedurhakaan kepada Allah swt.

Karena sumber utama kemaksiatan adalah ucapan lisan, maka orang yang bisa mengendalikan lisannya termasuk orang yang dapat mengalahkan godaan-godaan syaitan, Rasulullah saw bersabda:
إِخْزَنْ لِسَانَكَ إِلاَّ مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّكَ بِذَالِكَ تَغْلِبُ الشَّيْطَانَ
Simpanlah lidahmu kecuali untuk kebaikan, karena sesungguhnya dengan demikian kamu dapat mengalahkan syaitan (HR. Thabrani dan Ibnu Hibban).

2. Penutup Aib

Lisan yang tidak terkendali membuat manusia mengucapkan apa saja yang ingin diucapkannya tanpa pertimbangan baik dan buruk, maka orang yang berucap itu akan rusak citra dirinya sehingga keburukan-keburukan (aib) nya semakin terungkap, padahal sebelumnya orang tidak tahu tentang hal itu.

Karena itu, manakala seseorang bisa menjaga dan mengendalikan lisannya, maka meskipun ia memiliki keburukan pribadi, Allah swt akan menutupi aibnya itu, apalagi dalam kehidupan di akhirat nanti, Rasulullah saw bersabda:
مَنْ كَفَّ لِسَانَهُ سَتَرَ اللهُ عَوْرَتَهُ
Barangsiapa yang menahan lidahnya, pasti Allah menutup aurat (aib)nya (HR. Ibnu Abu Dunya)

3. Kunci Masuk Surga

Setiap muslim pasti ingin masuk ke dalam surga dan upaya mencapainya adalah sekarang, dalam kehidupan di dunia ini.

Ada banyak hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam hidup ini untuk bisa masuk ke dalam surga, salah satunya adalah dengan berbicara yang baik, Rasulullah saw bersabda:
يُمَكِّنُكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ طِيْبُ الْكَلاَمِ وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ
Hal yang akan memasukkan kamu ke dalam surga (diantaranya) adalah perkataan yang baik dan memberi makan (HR. Thabrani).

Bahkan lebih jelas lagi, orang yang bisa berbicara baik atau menjaga lidahnya dari pembicaraan yang tidak benar akan mendapatkan jaminan surga dari Rasulullah saw sebagaimana sabdanya:
مَنْ يَتَكَفَّلُ لِى بِمَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَرِجْلَيْهِ أَتَكَفَّلُ لَهُ بِالْجَنَّةِ
Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang ada diantara dua janggutnya dan dua kakinya, maka aku menjamin untuknnya surga (HR. Bukhari).

4. Mencegah Masuk Neraka

Dalam do’a yang selalu kita panjatkan, disamping meminta dimasukkan ke dalam surga, kita juga meminta agar terhindar dari neraka, bahkan kita tidak ingin masuk neraka meskipun hanyan sebentar.

Kebencian kita terhadap neraka dapat kita ungkapkan seperti bencinya kita bila tersulut api meskipun hanya kecil.

Oleh karena itu, banyak hal yang harus dilakukan oleh seorang muslim untuk mencegah dirinya dari api neraka, diantaranyan adalah dengan selalu berbicara yang baik, Rasulullah saw bersabda:
إِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma, jika kamu tidak punya, maka dengan perkataan yang baik (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan menyadari betapa besar keutamaan menjaga lisan, maka kita berusaha hanya berbicara yang baik dan benar.
Drs. H. Ahmad Yani

BAGI
Artikel SebelumnyaBelenggu Masa Depan