Menikmati 10 Hari di Bulan Dzul Hijjah

0
45 views

Termasuk hikmah dari Allah ta`ala adalah bahwa Dia menjadikan suatu hari atau bulan tertentu memiliki keuatamaan lebih dari pada hari dan bulan yang lain, bahkan juga memberikan nilai lebih pada suatu tempat dari tempat yang lain, demi memberikan peluang kepada hamba-hamba-NYA untuk meraih kebaikan dan keberkahan yang ada didalamnya, sekaligus menambah motivasi untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan mereka.  Setiap kali selesai masa keutamaan satu waktu tertentu, maka akan diikuti oleh keutamaan yang lain, hal ini untuk membugarkan kembali semangat ibadah, mencash lagi batre keimanan sehingga terjauhkan dari rasa malas dan futur. Coba kita perhatikan, Ramadhan  misalnya, setelah keutamaan bagitu melimpah yang ada didalamnya selesai langsung diikuti oleh keutamaan 6 hari di bulan syawal, kemudian diikuti oleh 10 Dzul Hijjah, haji di Baitullah bagi yang mampu dan kemudian datang Asy-syura dan begitu selanjutnya… Tulisan ini akan membahas keutaman 10 hari di bulan Dzul Hijjah serta amalan-amalan yang ada didalamnya ; 

 

Beberapa Keutamaan

Pertama : Pada  hari-hari ini Allah mengumpulkan didalamnya berbagai induk ibadah; sholat, haji, puasa dan shadaqah

Kedua :Bendera tauhid ditinggikan dengan pekikan takbir dan talbiyyah bagi mereka yang menunaikan ibadah haji. 

Ketiga : Ada keutamaan tersendiri bagi amalan yang dikerjakan pada 10 hari tersebut, sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat Abu Dawud

 ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء

 

“Tidak ada amal shalih yang lebih dicintai Allah dari pada yang dikerjakan dihari-hari ini yakni 10 hari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya : “Apakah termasuk juga jihad fi sabilillah, Wahai Rasulullah ? Rasulullah menjawab: termasuk jihad fisabilillah, kecuali seorang laki-laki yang keluar berbekal jiwa dan hartanya namun ia pulang tidak membawa sesuatu apapun” 

Keempat : Termasuk keutamaan dari 10 hari dibulan ini adalah bahwa Allah swt dalam al-qur’an telah bersumpah menggunakan hari-hari tersebut,

 {وَالْفَجْرِ   وَلَيَالٍ عَشْرٍ}

 

“Demi fajar . Demi malam-malam yang sepuluh” (QS. Al- Fajr : 12) 

dalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud dari malam-malm itu adalah 10 hari di bulan Dzul Hijjah. Sedangkan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari membarikan komentar bahwa bisa jadi yang menjadikan 10 hari bagitu mulia adalah karena terkumpul didalamnya beberapa induk ibadah yaitu shalat, puasa, haji dan shadaqah. Dimana hal ini hanya terkumpul pada bulan ini tidak pada bulan yang lain. 

Manakah yang lebih utama, 10 hari di bulan Dzul hijjah Atau 10 hari terahir di bulan Ramadhan ? 

Ketika ditanya tentang hal ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu` fatawa mengatakan : “10 hari di bulan Dzul Hijjah lebih utama dari pada 10 hari terahir di bulan Ramadhan, namun malam-malam di 10 terahir bulan Ramadhan lebih utama dari malam-malam di 10 hari bulan Dzul Hijjah”.  Sedangkan Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam ‘Bada`iul Fawaaid’ mengatakan : Jika demikian jawaban beliau ‘al-fadhil al-labiib’ maksudnya adalah Ibnu Taimiyyah, maka hal ini sudah mencukupi, karena memang tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah dari pada yang dilakukan di 10 hari Dzul Hijjah, di dalamnya terdapat hari Arafah, hari qurban dan hari tarwiyah.

Adapun 10 hari terahir di bulan Ramadhan adalah kumpulan malam yang senantiasa dihidupkan oleh Rasulullah saw, didalamnya ada malam yang lebih utama dari 1000 bulan…. Hadits riwayat ibnu Abbas menunjukkan bahwa amalan kebaikan yang dilakukan pada 10 hari di bulan Dzul Hijjah ini lebih dicintai Allah swt dari pada amalan sama yang dikerjakan di hari yang lain bahkan lebih afdhal, dan tentunya lebih berpahala sehingga Rasulullah saw menyatakan lebih baik dari berjihad di jalan Allah. Saudaraku ..kalau memang demikian adanya maka yang selayaknya kita lakukan adalah mengisi hari-hari ini dengan kebaikan, ketaatan kepada Allah swt, karena apa yang telah berlalu dari waktu ini, tidak akan pernah terulang kembali.  

Hari-hari yang kita lalui pantas dikatakan bagian dari umur kita kalau memang kita memakai dan mengisinya dengan kebaikan, memakmurkannya dengan ketaatan kepada Allah swt. Betapa pada kesempatan yang baik ini; kesempatan segala kebaikan yang kita lakukan menjadi berlipat nilainnya dan bahkan lebih dicintai-NYA. Kita butuh untuk melakukan semua ini, untuk menghimpun bekal kita menuju akherat, hari dimana tiada lagi berguna harta maupun tahta, siapa yang berat timbangannya dialah yang beruntung dan sebaliknya dia yang tidak berbekal atau hanya berbekal tipis sungguh dia telah membuat dirinya merugi 

{فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ * وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ}

 

“Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka mereka Itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka jahannam. (QS. Al-Mukminun : 102-103)  

Beberapa Amalan

Pertama : Menunaikan Haji dan Umrah, ini adalah amalan utama bagi mereka yang diberi keluangan rizki dan sarana. Amalan yang sangat memiliki keutamaan, sebagaimana sabda Rasulullah saw.

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة )) رواه البخاري 

“Antara umrah yang satu dengan umrah lain -yang dilakukan- akan menghapus kesalahan, dan haji yang mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali syurga” ( HR. Bukhori ) 

Kedua : Puasa, berpuasa dihari-hari ini dan yang paling utama adalah pada hari kesembilan atau puasa asy-syura. Kita ketahui bahwa puasa adalah jenis ibadah yang punya nilai khusus di sisi Allah swt, sebagimana disebut dalam hadits qudsi ;

 الصوم لي وأنا أجزي به ، يدع شهوته وأكله وشربه من أجلي رواه البخاري.

 

Allah berfirman : “Puasa itu untuk-KU dan AKU-lah yang akan memberinya balasan, (yang berpuasa) meninggalkan syahwatnya, tidak makan dan minum karena dan untuk diri-KU” (HR. Imam Bukhori)

 

Dan pada riwayat Abu Sa`id Al-Hudzriy ra. Rasulullah bersabda :

 

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريفاً )) متفق عليه

Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, niscaya Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh 70 musim,lantaran satu hari tersebut”  (Muttafaq alaih)Imam Muslim meriwayatkan dari Abi Qatadah, disebutkan bahwa puasa hari Arafah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan menghapuskan kesalahan setahun yang lalu dan yang akan datang

 

Ketiga :Memperbanyak takbir dan berdzikir kepada Allah pada hari-hari ini.

Berdasar riwayat adri Ibnu Abbas maka para ulama mengatakan sangat dianjurkan memperbanyak dzikir dihari-hari ini;

 

 فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

 

 “Perbanyaklah didalamnya tahlil, takbir dan tahmid”

 

bahkan ada riwayat yang menyatakan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah ketika memasuki pasar di hari-hari itu, mereka berdua mengumandangkan takbir sehingga mereka yang di pasarpun ikut bertakbir karena takbir yang mereka kumandangkan.

 

Keempat : Bertaubat dan melepaskan diri dari belenggu kemaksiatan dan segala bentuk dosaHal ini mesti dilakukan karena kita berharap dari apa yang kita lakukan mendapatkan rahmat dari Allah swt, sedang kemaksiatan dan dosa hanya akan menjauhkan seorang hamba dari rahmat Allah swt. Dan ketaatan akan mendekatkan diri kita kepada Allah swt.

 

Kelima : Memberbanyak amal shalih dan ibadah-ibadah sunnah seperti shalat, puasa dan shadaqah, mengajak kepada yang ma`ruf dan mencegah kamungkaran dengan cara yang bisa kita lakukan.

 

Keenam : Menyembelih hewan qurban pada yaum an-nahr (10 dzul hijjah) dan Hari tasyrik (11,12 dan 13 dzul Hijjah) sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah berkurban.

 

Ketujuh : Berupaya untuk bisa ikut shalat idul Adha. Hadir menyimak khutbah yang disampaikan, mencoba memahami hikmah dan pelajaran dari ibadah ini.

 

Kedelapan:Mempertahankan kebiasaan baik di hari-hari ini, dan kita bawa semangatnya sampai hari-hari berikutnya.

 

Demikian beberapa keutamaan 10 hari dibulan Dzul Hijjah dan sekian amalan yang bisa kita lakukan di hari-hari tersebut. Wallahu A`lam bishshawab.