Menghukum Anak Sendiri

0
117 views

Bagi Umar bin Khattab, apalagi dalam kedudukannya sebagai khalifah, siapapun yang bersalah harus berhadapan dengan hukum, tidak terkecuali anaknya sendiri. Rasulullah saw memang pernah menyatakan: “Seandainya anakku Fatimah mencuri akan aku potong tangannya”.

anton.blogspot.comSuatu ketika, seorang wanita dari Bani Najjar yang bernama Jariyah datang melapor kepada Khalifah Umar bahwa ia telah dizinahi oleh Ubaidillah yang tidak lain adalah anak kandung dari Umar bin Khattab sendiri.

Bagai petir di siang bolong, Umar tentu saja amat terkejut bila memang benar anaknya telah berzina. “Hai Jariyah, apa benar perkataanmu itu?”.

Jariyah menjawab: “Benar wahai Khalifah, bila engkau kurang yakin, aku berani bersumpah”.

Umar bin Khattab kemudian menghadirkan Ubaidilah dan bertanya langsung tentang kebenaran pengakuan Jariyah, maka dia kemudian mengatakan: “Benar ayahku, hukuman apa yang akan ayah timpakan kepadaku akan aku terima, aku telah bertaubat dan aku siap dihukum daripada disiksa di akhirat kelak”,

Meskipun banyak orang yang mencegah pelaksanaan hukuman, tapi Umar tetap menghukum anaknya dengan hukuman seratus kali cambuk yang menyebabkan kematian anaknya itu.

Dari kisah di atas, pelajaran yang bisa kita ambil adalah:

1.      Dalam kehidupan keluarga, bila anak bersalah harus dididik untuk mengakui kesalahan dan siap menerima akibatnya dalam bentuk hukuman yang harus diberlakukan kepadanya.  

2.      Kecintaan kepada keluarga tidak boleh membuat anak yang bersalah malah dilindungi dan dibela dari jeratan hukum.