Menghadapi Rasa Cemburu

0
38 views

www.eramuslim.comDalam cinta biasanya terdapat rasa cemburu. Demikian pula halnya percintaan Rasulullah saw terhadap isteri-isterinya. Sikap tenang dan tidak emosional dalam menghadapi sikap cemburu membuat hubungan suami isteri bisa berlangsung dengan baik.

Suatu ketika, Rasulullah saw pulang ke rumahnya. Didapati Aisyah sedang memasak gulai yang biasanya nikmat, maka beliau meminta Aisyah agar menambah air atau kuahnya. Aisyah bertanya: “Untuk apa yang Rasul, bukankah hal ini cukup untuk kita berdua?”.

Rasulullah saw menjawab: “Berikanlah temannya Khadijah”.

Mendengar nama Khadijah yang disebut, rasa cemburu Aisyah seperti terbakar. Aisyah berkata: “Khadijah…Khadijah…lagi-lagi Khadijah”.

Rasulullah saw sabar dan tenang atas ketidaksukaan Aisyah itu. Beliau justeru mendudukkan persoalan sebagaimana adanya. Suatu ketika Aisyah bertanya lagi tentang Khadijah yang menikah kepada beliau dalam usia 40 tahun dan statusnya seorang yang telah dua kali menjanda : “Ya Rasulullah, apakah yang akan engkau katakan tentang wanita tua, dan Allah telah mengganti untuk engkau yang lebih baik dari dia?”.

Ucapan Aisyah yang menyinggung perasaan Rasulullah saw itu segera dihentikan oleh beliau, lalu beliau menyatakan: “Demi Allah, Allah tidak akan mengganti untuk saya yang lebih baik dari Khadijah. Ia beriman kepadaku saat semua orang mendustakanku. Dia pulalah yang menolongku dengan hartanya disaat semua orang memboikot dan darinya kudapatkan anak-anak yang tidak kuperoleh dari yang lain”.

Atas penjelasan Rasulullah saw tentang mengapa ia begitu cinta kepada Khadijah membuat Aisyah menyadari bahwa ia tidak pantas berlaku cemburu kepada Khadijah, apalagi hal ini merupakan kecemburuan yang tidak berdasar.

Pelajaran yang kita ambil dari kisah di atas adalah:

1.    Menjadi penting bagi suami isteri untuk menyikapi kecemburuan pasangan hidup dengan sikap yang positif dan mendudukan persoalan secara baik.

2.    Persoalan yang muncul antara suami isteri tidak harus disikapi secara emosional, tapi harus dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih.

BAGI
Artikel SebelumnyaMencintai Masjid
Artikel BerikutnyaDo’a Safar(bepergian)