Mencatat Materi Dakwah

0
22 views

Menulis apa yang diceramahkan dan menceramahkan apa yang ditulis merupakan motto dakwah Ust. Drs. H. Ahmad Yani. Kemampuan berceramah, berkhutbah dan menulis menyatu dalam dirinya sejak remaja. Tidak banyak memang mubalig yang berceramah sekaligus menulis.

Buku beliau yang terbaru karya ke 33 ini diberi judul: 160 CATATAN MATERI DAKWAH. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah yang dipimpinnya menerbitkan buku setebal 804 halaman ini dan dijual dengan harga Rp 200.000. Isinya memang hanya catatan kerangka berpikir dari materi dakwah yang biasa beliau sampaikan, bukan uraian seperti buku khutbah. Ibarat masak, isinya adalah resep masakan yang bisa diolah sesuai dengan kehendak yang masak dan selera yang menikmatinya.
Buku sebelumnya dengan format penulisan yang sama berjudul: 160 Materi Dakwah Pilihan, diterbitkan oleh Al Qalam Gema Insani Pres. Buku ini sangat disenangi oleh para khatib dan mubalig sampai di pelosok-pelosok negeri. Karenanya, buku inipun sudah 10 kali cetak ulang.
Seluruh tema ditulis dengan sistem berangka mulai dari dua hingga tujuh belas (lihat daftar isinya). Sebagaimana buku-buku sebelumnya, buku ini tidak hanya amat mudah dipahami, tapi juga mudah menyampaikan dan mendakwahnya. Karenanya khatib dan mubalig yang berpendidikan rendah hingga yang bergelar Profesor Doktor sangat terbantu bila menggunakan buku ini untuk bahan materi dakwah. Diantara contoh materinya sebagai berikut:
ENAM KESAMAAN PRIA DAN WANITA          
1.       Wanita paling banyak mendapat sorotan dan perhatian. Karena itu, banyak sekali buku yang telah ditulis oleh para ulama tentang wanita, bahkan di dalam Al-Qur’an, ada satu surat yang dinamai dengan An Nisa yang artinya wanita. Disamping itu, kita juga mengenal adanya gerakan wanita yang memperjuangkan hak-hak wanita, emansipasi wanita atau disebut juga pada masa sekarang dengan kesetaraan gender.
2.      Dr. Yusuf Qarhawi dalam pengantar buku Qadhaya Al Mar’ah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Al Ghazali menyatakan: Ada dua macam tradisi yang menyelusup ke dalam Islam. Pertama, tradisi yang diwariskan sejak masa kemunduran peradaban Islam, saat ajaran-ajaran yang benar yang dibawa Nabi saw telah tersembunyi dan digantikan oleh tradisi yang dibuat oleh pikiran dan nafsu manusia. Kedua, tradisi yang datang bersamaan dengan pergumulan pemikiran dan penjajahan peradaban. Tradisi ini merupakan tradisi yang berbeda dengan tradisi yang saat ini sedang berkuasa. Yang pertama bermaksud memenjarakan, dan yang kedua ingin menelanjanginya. Keduanya sangat bertentangan dengan fitrah dan wahyu.
3.      Ada enam konsep kesamaan dimata Allah antara laki-laki dengan wanita:
(1). Kesamaan Dalam Taqwa.
Allah swt akan memuliakan siapa saja yang bertaqwa kepada-Nya, baik dari kalangan laki-laki maupun wanita serta dari berbagai suku, sebagaimana firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS Al Hujurat [49]:13).
(2). Kesamaan Dalam Amal.
Siapa saja yang menunjukkan iman dalam bentuk amal shaleh, diberikan balasan berupa kehidupan yang baik, laki-laki maupun wanita, Allah swt berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (QS An Nahl [16]:97).

Oleh karena itu, tidak ada satupun orang yang disia-siakan amalnya, Allah swt berfirman:
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan (karena) sebagian kamu adalah penolong bagi sebagian yang lain (QS Ali Imran [3]:195, lihat juga QS Mukmin [40]:40. An Nisa [4]:124.).
 (3). Kesamaan Dalam Ibadah, Akhlak dan Sosial.
Kesamaan laki-laki dengan wanita juga bisa diwujudkan dalam ibadah, akhlak dan sosial, meskipun berbeda secara teknis. Allah swt berfirman:
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar (QS Al Ahzab [33]:35).
(4). Kesamaan Dalam Dakwah dan Ketaatan.
Tugas dakwah harus diemban oleh kaum muslimin, baik laki-laki maupun wanita sebagai salah satu wujud dari ketaatan kepada Allah swt dan Rasul-Nya. Manakala hal ini sudah dilaksanakan, akan diperoleh rahmat Allah swt, sebagaimana firman-Nya:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah)  penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasu-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS At Taubah [9]:71).
(5). Kesamaan Dalam Dosa dan Pahala.
Dosa dan pahala, laki-laki dan wanita akan mendapatkannya, karenanya tidak mungkin kita menganggap dosa kita ditanggung oleh seorang wanita atau mengatakan “gara-gara wanita saya menjadi berdosa”, Allah swt berfirman:

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا. وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا.
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat perlindungan dan tidak (pula) penolong baginya selain Allah. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang beriman, maka mereka itu masuk syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun (QS An Nisa [4]:123-124).
(6). Kesamaan Dalam Ilmu.

Memiliki ilmu yang banyak merupakan keharusan bagi setiap manusia, dengan ilmu yang banyak, manusia bisa banyak beramal shaleh yang  didasari ilmu, bukan semata-mata ikut-ikutan. Kewajiban menuntut ilmu bagi wanita sebagaimana laki-laki dikemukakan dalam satu hadits yang artinya: Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim (laki-laki maupun perempuan). (HR. Ibnu Majah).

DAFTAR ISI BUKU 160 CATATAN MATERI DAKWAH
A.    AQIDAH
1.       Dua Hambatan Dalam Mengenal Allah
2.      Tiga Pengaruh Aqidah
3.      Tiga Makna Syahadatain
4.      Tiga Jalan Mengenal Allah
5.      Tiga Kiat Takut Kepada Allah
6.      Tiga Faktor Perusak Iman
7.      Tiga Bahaya Tidak Beriman Pada Hari Akhirat
8.      Empat Aspek Mengenal Allah
9.      Empat Ruang Lingkup Tauhid
10.    Empat Bingkai Tauhid
11.    Lima Faktor Keyakinan Kepada Allah.
12.   Tujuh Manfaat Ujian Iman
13.   Delapan Faktor Pengokoh Iman
14.   Delapan Sebab Akhirat Lebih Baik
15.   Dua Belas Janji Allah Untuk Para Mukminin.
16.  Tiga Belas Ciri Mukmin Dalam Hadits
17.   Lima Belas Ciri Mukmin Dalam Al Quran

A.    SHALAT
18.   Empat Konsekuensi Shalat
19.   Lima Kedudukan Shalat
20.   Lima Makna Sebelum Shalat
21.   Lima Makna Pelaksanaan Shalat
22.   Tujuh Landasan Shalat Berjamaah
23.   Sembilan Keutamaan Shalat Berjamaah

B.    PUASA
24.  Tiga Bentuk Disiplin Dari Puasa
25.  Tiga Hakikat Puasa
26.  Tiga Kesempatan Dalam Ramadhan
27.  Tiga Target Optimalisasi
28.  Empat Persiapan Ramadhan
29.  Empat Pengendalian Diri
30.  Empat Nilai Tarbiyah Ramadhan
31.  Lima Rahasia Puasa
32.  Lima Bentuk Melestarikan Nilai Ramadhan
33.  Lima Tolak Ukur Kembali Kepada Fitrah
34.  Enam Keistimewaan Bulan Ramadhan

C.    ZAKAT
35.  Tiga Keuntungan Zakat
36.  Empat Ciri Masyarakat Zakat
37.  Tujuh Hikmah Zakat

D.   HAJI
38. Tiga Bekal Haji
39. Tiga Bukti Mabrur
40. Lima Nuansa Haji
41.  Lima Keutamaan Haji
42. Lima Cara Menumbuhkan Semangat Berkorban

E.    HIJRAH
43. Dua Hakikat Hijrah
44. Tiga Kisah Dari Perjalanan Hijrah
45.  Empat Bentuk Hijrah
46. Lima Keuntungan Hijrah
47.  Enam Pelajaran Dari Hijrah

F.    MAULID
48. Dua Kedudukan Rasul
49. Dua Tugas Utama Rasul
50. Tiga Peran Rasul
51.  Empat Manfaat Sirah Nabawi
52.  Empat Konsekuensi Beriman Pada Rasul
53.  Lima Keharusan kepada Rasul.
54.  Enam Kekhususan Risalah Nabi.
55.  Tujuh Sifat Rasul
56.  Sepuluh Hasil Mengikuti Rasul

G.   SYAITAN
57. Tiga Bahaya Syaitan
58. Empat Strategi Syaitan
59. Empat Sikap Terhadap Syaitan.
60. Empat  Orang Lemah Bagi Syaitan
61. Empat Orang Kuat Bagi Syaitan
62. Enam Kesamaan Ikhwan Syaitan
63. Sembilan Cara Syaitan Dalam Menyesatkan Manusia

H.  EKONOMI
64. Tiga Pengembangan Masyarakat
65. Tiga Ketentuan Pembeli
66.  Empat Empat Kedudukan Harta
67.  Empat Hak Konsumen
68.  Empat Sasaran Berderma
69.  Lima Keutamaan Kerja
70.  Lima Prinsip Menggunakan Harta
71.  Enam Kiat Mengatasi Kemiskinan
72. Tujuh Prinsip Etos Kerja Muslim
73. Tujuh Cara Mencari Harta Secara Bathil
74.  Sembilan Keuntungan Berinfak
75.  Dua Belas Ketentuan Pebisnis

I.      KELUARGA
76.  Tiga Prinsip Rumah Tangga Islami
77. Tiga Kewajiban Suami Terhadap isteri
78. Tiga Kewajiban Isteri Terhadap Suami
79. Empat Hikmah Maskawin
80. Empat Konsekuensi Pernikahan
81. Empat Keistimewaan Rumah Tangga Islami
82. Empat Fungsi Rumah
83. Empat Kunci Kebahagiaan Keluarga
84. Empat Keuntungan Taqwa Sebagai Bekal Keluarga
85. Lima Resep Wujudkan Rumah Tangga Islami
86. Lima Faktor Ketahanan Keluarga
87. Lima Ciri Rumah Tangga Islami
88. Lima Metode Mendidik Anak
89. Enam Pokok Pendidikan Anak
90. Tujuh Hak dan Kewajiban Suami Isteri

J.     AYAT-AYAT PILIHAN
91.  Empat Macan Ukhuwah
92. Empat Orang Yang Tidak Diampuni
93. Empat Bentuk Setia Pada Orang Kafir
94. Enam Kesetiaan Mukmin
95.  Enam Adab Yang Menyinari Masyarakat
96. Tujuh Tanda Cinta Kepada Allah
97.  Tujuh Macam Perlindungan Kepada Allah
98. Tujuh Hasil Memperoleh Hidayah
99. Delapan Keuntungan Taat Pada Allah dan Rasul
100. Delapan Orang Akhirat Lebih Baik
101. Sembilan Macam Berlaku Baik
102. Sepuluh Sebab Kebinasaan Umat
103. Sepuluh Bentuk Menzalimi Diri Sendiri
104. Sepuluh Hal Yang Harus Dijauhi
105. Sebelas Penghambat Hidayah
106. Dua Belas Bentuk Kezaliman
107. Dua Belas Kelompok Yang Dilaknat 
108. Tiga Belas Macam Taat
109. Lima Belas Ciri Orang Fasik

K.   HADITS-HADITS PILIHAN
110.  Tiga Amal Yang Dicintai
111.  Tiga Kepastian
112.  Tiga Orang Yang Dekat Nabi
113.  Tiga Perkara Agar Hati Tidak Dengki
114.  Tiga Ciri Umat Terburuk
115.  Tiga Waspada Pada Usia Tua
116.  Tiga Hal Yang Dibenci
117.  Tiga Wasiat Nabi (1)
118.  Tiga Wasiat Nabi (2)
119.  Tiga Warisan Nabi
120.  Tiga Faktor Mendapat Rahmat Ilahi
121.  Tiga Tahap Menuju Kehancuran
122.  Tiga Sumpah Nabi
123.  Tiga Orang Yang Diabaikan (1)
124.  Tiga Orang Yang Diabaikan (2)
125.  Tiga Orang Yang Diabaikan (3)
126.  Tiga Simpanan Terbaik
127.  Tiga Permohonan
128.  Empat Amal Setelah Orang Tua Wafat
129.  Empat Pesan Nabi
130.  Empat Wasiat Wasiat Nabi
131.  Empat Amal Yang Dicintai Allah
132.  Empat Orang Yang Dilaknat
133.  Lima Pesan Nabi
134.  Enam Nasihat Nabi
135.  Tujuh Perumpamaan Mukmin
136.  Tujuh Cara Sikapi Hidup
137.  Tujuh Wasiat Jibril
138.  Sepuluh Amal Berbonus Rumah Di Surga
139.  Sebelas Amal Yang Dicintai Allah
140.  Dua Belas Keadaan Yang Harus Diwaspadai
141.  Tiga Belas Orang Yang Bahagia
142.  Tujuh Belas Yang Meninggikan Derajat

L.    UMUM
143.   Dua Keuntungan Kontinyu Dalam Beramal
144.   Lima Sebab Dunia Butuh Islam
145.   Enam Hal Yang Harus Disegerakan
146.   Enam Kesamaan Pria dan Wanita
147.   Enam Lupa dan Melupakan
148.   Tujuh Agenda Sebelum Mati.
149.   Sembilan Hal Yang Amat Buruk
150.   Sepuluh Bentuk Perjalanan
151.   Sepuluh Manusia Terburuk.
152.   Sebelas Hal Yang Disesali Manusia
153.   Dua Belas Orang Celaka
154.   Dua Belas Bentuk Khianati Doa Sendiri

M.  DAKWAH
155.   Tiga Objek Dakwah
156.    Empat Sikap Mental Dai Dalam Dakwah
157.    Lima Sikap Untuk Rileks Dalam Dakwah
158.    Lima Sifat Akhlak Dai
159.    Enam Keutamaan Dakwah
160.    Enam Prinsip Dakwah dan Toleransi