Mencari Jodoh

0
185 views

www.kedaikopi.hostoi.comSalah satu kewajiban orang tua kepada anaknya adalah menikahkan sang anak ketika sudah sampai waktunya. Sebagai orang tua, Umar bin Khattab amat memperhatikan masalah ini.

Suatu ketika, anak Umar bin Khattab yang bernama Hafsah mengalami suasana duka karena suaminya meninggal dunia di medan perang, duka yang nampaknya berkepanjangan. Karena Hafsah nampak masih terus saja bersedih meski sudah cukup lama suaminya meninggal dunia, hal ini membuat Umar sebagai ayah merasa kasihan kepadanya.

Karena itu, Umar memberanikan diri untuk berbicara kepada sahabat yang terbaik dan terdekat dengannya. Mulailah Umar menemui sahabat Abu Bakar al-Shidik, kepadanya diceritakan keadaan anaknya itu dan iapun menawarkan kepada Abu Bakar agar mau menikah dengan Hafsah yang sudah menjanda.

Mendengar hal itu, Abu Bakar hanya terdiam, tak berkata sepatah katapun. Abu Bakar nampaknya tidak mau, namun bisa jadi merasa tidak enak bila harus berkata tidak. Dan Umar merasa kecewa atas penolakan Abu Bakar, namun ia berusaha untuk bisa memakluminya.

Umar tidak berputus asa, iapun mencoba mendatangi Usman bin Affan, lalu berkata seperti ia berkata kepada Abu Bakar dan ternyata Usman yang menantu Rasulullah saw dan baru ditinggal mati oleh isterinya Ruqayyah binti Rasulullah saw mengatakan: “Saat ini aku belum membutuhkan wanita”.

Setelah dua sahabat terbaik menyatakan penolakan untuk menikah dengan Hafsah, maka Umar memberanikan diri untuk berbicara kepada Rasulullah saw, ia ceritakan sikap dua sahabat itu lalu Rasulullah saw menyatakan: “Hafsah akan menikah dengan orang yang lebih baik dari Usman dan Usman akan menikah dengan wanita yang lebih baik dari Hafsah”.

Setelah mendengar pernyataan Rasulullah itu, Umar menjadi amat bergembira, segera ia temui puterinya Hafsah dan dikabarkannya bahwa Rasulullah saw akan menikahinya dan ini merupakan kehormatan dunia dan akhirat.

Kegembiraan itu ternyata betul-betul terwujud, karena Rasulullah saw akhirnya menikah dengan Hafsah binti Umar bin Khattab.

 

Pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa di atas adalah:

 

1.    Membangun kehidupan rumah tangga merupakan perkara yang amat penting, karenanya meskipun anaknya sudah menjanda, sebagai orang tua Umar bin Khattab berusaha untuk mendapatkan suami bagi anaknya itu.

 

2.    Pihak wanita memungkinkan secara aktif untuk mendapatkan jodoh dari lelaki yang terbaik, tanpa harus menjatuhkan martabat dirinya.

BAGI
Artikel SebelumnyaMasa Depan Sekularisme di Iran
Artikel BerikutnyaIjtihad