Menangis Tak Ikut Perang

0
92 views

Semangat yang tinggi dan keutamaan yang besar membuat seorang muslim menyesal betul apabila tidak bisa melakukannya.

Sahabat Ibnu Abbas menceritakan sebagaimana  diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa Rasulullah saw memerintahkan para sahabat untuk berangkat berperang bersama beliau. Lalu beberapa orang sahabat seperti Abdullah bin Ma’qil al Muzani menemui Rasul dan berkata: “Wahai Rasulullah, bawalah kami.”

Beliau menjawab: “Demi Allah, aku tidak mempunyai binatang tunggangan untuk membawa kalian.”

Merekapun terpaksa pergi sambil menangis karena tidak bisa ikut berperang disebabkan tidak punya kendaraan dan perbekalan.

Allah swt kemudian menurunkan firman-Nya:

وَلا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ

Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”, lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan(QS At Taubah [9]:92).

Dari kisah di atas, pelajaran yang dapat kita ambil adalah:

1.     Menyambut seruan perjuangan menuntut adanya kemampuan dan pengorbanan, tidak hanya dengan waktu, tenaga dan nyawa, tapi juga harta.

2.   Tidak ikut serta dalam perjuangan karena adanya kendala atau uzur yang tidak bisa diatasi membuat para sahabat amat menyesal.

BAGI
Artikel SebelumnyaDzikir
Artikel BerikutnyaKomunikasi Kemasjidan