Masjid vs Toilet

0
34 views

Jika Anda sedang kebelet, Anda bisa mencari masjid atau mushalla atau surau atau langgar. Di sana pasti (biasanya) Anda temukan tempat yang dibutuhkan. Karena itu, jika ada seseorang yang bertanya mana masjid atau mushalla atau surau atau langgar, maka belum tentu dia sedang akan mendirikan shalat. Mungkin dia sedang kebelet. Ini kasus di tempat saya, entah kasus di tempat lain.

Tempat ibadah umat Islam ini memang sungguh luar biasa. Bisa menjadi tempat pencucian jasmani dan bisa pula sebagai tempat penyucian ruhani. Salah satu penyebabnya adalah bahwa pencucian jasmani seperti mandi dan berwudhu adalah bagian tak terpisahkan dari penyucian ruhani seperti shalat.

Seorang filsuf dan sejarahwan Lewis Mumfrod pernah berkata: “Saat ini, degradasi kehidupan batin dilambangkan oleh fakta bahwa satu-satunya tempat suci dari interupsi adalah WC pribadi.” Apakah masjid tidak sepi dari interupsi?

Di kampung saya, pada salah satu Pilkada, acara Maulid Nabi diisi penuh dengan kampanye calon bupati incumbent, sejak laporan ketua panitia hingga pembacaan doa. Sebuah bentuk interupsi besar-besaran terhadap masjid dan kehidupan batin. Di beberapa masjid di Jakarta juga saya melihat (dulu) ada foto-foto calon gubernur dengan berbagai fose bersama pengurus masjid. Memang tidak tampak ada bentuk kampanye yang mencolok mata di situ, tapi itu lebih mirip kampanye terselubung.

Ada-ada saja kreativitas para tim sukses demi berjayanya jagoan mereka. Tidak peduli dan tidak mau tahu itu adalah tempat ibadah milik segala lapisan umat, gambar jagoan mereka sampai bisa terpampang di dinding depan masjid, bersebelahan dengan tempat berdirinya imam dan hanya berjarak dua meter dari mimbar khutbah.

Namun kreativitas mereka akan berhenti di hadapan toilet, sebuah ruang yang luasnya tidak lebih dari 2×2 persegi. Gambar jagoan tidak akan terpampang ramai di sana, kecuali benar-benar kehabisan tempat. Padahal seseorang bisa menatap betah gambar itu paling tidak 15 menit jika para tim sukses berani memasang gambar jagoannya tepat di depan tempat dudukan toilet.

Ya, toilet ternyata relatif lebih bersih dari interupsi (termasuk interupsi politik) dibanding masjid. Dalam hal ini, “kesucian” toilet lebih terjaga daripada masjid.

By: Abdul Muid Nawawi

Bahan Bacaan:

http://www.brainyquote.com/quotes/keywords/toilet_2.html, diakses pada 1 April 2010.