Masa Depan Sekularisme di Iran

0
30 views

Bulan lalu, saya menghadiri konferensi di Lake Forest College tentang Masa Depan Sekularisme dan Peran Publik Agama di Iran, di mana sekelompok intelektual dan dosen universitas berkumpul untuk membahas masa depan sekularisme di Timur Tengah dan peran Iran dalam membentuk fenomena ini.

www.instablogsimages.comIran adalah satu-satunya negara di bagian dunia ini di mana kita memiliki pergerakan besar-besaran di tingkat akar rumput terhadap sekularisasi, kata Ahmad Sadri, seorang profesor sosiologi dan antropologi di Lake Forest College dan ketua Studi Islam Dunia. Iran telah menjadi pemeran penting dalam gerakan sekularisme, terutama setelah bentrokan antara pemerintah Islam dan rakyat Iran pada bulan Juni 2009. Selama 30 tahun terakhir, Republik Islam Iran telah setia pada nilai-nilai Islam dengan menerapkan hukum Syariah dalam konstitusi dan nilai-nilai republik dengan melakukan pemilihan umum di tingkat nasional dan lokal di negeri itu.

Tapi gagasan demokrasi telah dilangar pada bulan Juni 2009 ketika pemerintah menembaki para demonstran yang memprotes hasil pemilihan presiden. Banyak tokoh demonstrasi serta politisi reformis ditangkap dan dipenjarakan. Laporan perawatan tahanan di penjara membangkitkan kemarahan di masyarakat Iran. Sekaran publik mempertanyakan legitimasi pemerintah.

“Demokrasi berjalan seperti orang yang sudah mati,” kata Ahmad Sadri, “karena itu adalah demokrasi yang memberikan legitimasi terhadap pemerintah teokratis ini,” dan sekarang semuanya sudah hancur setelah pemerintah menyerang demonstrasi damai, kata Sadri.

Pada konferensi Lake Forest College, intelektual Iran dan Amerika berbicara tentang diri mereka dan membuat makalah, mendiskusikan masa depan Iran saat pemerintahan Islam akan jatuh. Aku telah membawa orang-orang ini dalam konferensi ini sehingga kami dapat mengetuk kepala kita bersama-sama dan semacam mencari tahu apa yang kita lakukan dengan lembaga pendidikan agama dan bagaimana kita mendamaikan polaritas yang telah dikembangkan karena teokrasi 30 tahun di Iran, kata Sadri.

Saat ini, segala hal-hal cepat berubah di Iran. Pemerintah telah menjadi shakier dari sebelumnya dan publik telah menjadi kurang mendukung. Jadi, pertanyaannya adalah akankan pemerintah ini dapat bertahan hidup, dan jika jatuh, apa yang akan menjadi masa depan Iran pada spektrum politik? Bisakah Iran belajar dari kesalahan mereka di masa lalu dan memimpin Timur Tengah ke masa depan yang cerah?[]

Oleh Saideh Jamshidi, seorang wartawan Iran-Amerika yang melakukan studi pascasarjana tentang jurnalisme di University of Wisconsin-Madison.

Sumber: insideislam.wisc.edu

BAGI
Artikel SebelumnyaKebaikan Berantai
Artikel BerikutnyaMencari Jodoh