Malam Pertama di Alam Kubur

0
20 views

Azab dan nikmat kubur merupakan hal ghaib. Ia baru bisa dialami seorang insan ketika mereka sudah merasakan kematian. Sedang kematian itu pasti. Kedatangannya tidak meleset meski hanya sedetik. Walau demikian, tak seorang pun tahu kapan masanya ia datang.

Salah satu penulis buku ini, Syaikh A’idh Al-Qarny mengilustrasikan; Malam pertama, seseorang masih bercengkerama dengan anak dan keluarganya. Penuh suka cita, kehangatan dan kebahagiaan. Tiba-tiba ajal menjemput pada malam kedua, yang mengantarkannya ke liang lahat. Malam kedua itulah malam pertama ia di alam kubur. Ia adalah malam dengan dua wajah; Mungkin menjadi malam bagi malam-malam surga berikutnya, atau menjadi malam bagi malam-malam neraka selanjutnya. Ya, ketika itu teman sejati hanyalah amal kebajikan.infobuku-nuansaislam.com

‘ Wahai orang tua yang telah bongkok punggungnya dan dekat ajalnya, apakah engkau telah bersiap-siap menghadapi malam pertama.? Wahai pemuda gagah yang bergelimang harta dan sejuta asa, Apakah engkau sudah bersiap-siap menghadapi malam pertama.?
Ia adalah malam pertama dengan dua wajah ;
Mungkin akan menjadi malam pertama bagi malam-malam surga berikutnya ;
Atau menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka selanjutnya’
(Dr. Aidh Al Qarni)

Buku yang merupakan kompilasi dari tulisan ulama-ulama terkemuka dari Nejed ini, sarat dengan tadzkirah untuk mengingat kematian. Selain memuat banyak ayat dan hadis yang berkenaan dengan kematian dan alam kubur, buku ini juga memberikan banyak ibrah dan kisah-kisah pilihan yang bisa kita jadikan bahan renungan tentang kehidupan yang akan kita alami setelah melewati kehidupan di dunia ini.

Kisah-kisah pilihan yang ditulis dalam buku ini pun banyak yang mengingatkan kita bahwa kematian tak dapat diduga, kapan dan di mana seorang akan mati. Seperti salah satu kisah yang menceritakan mengenai seorang menteri pada era Nabi Sulaiman yang bernama Jalil Al-Qadri. Dikisahkan bahwa suatu pagi, Sulaiman mengadakan majlis bersama dengan menteri ini.

Kemudian seorang laki-laki masuk memberi salam dan membisikkan sesuatu ke telinga Nabi Sulaiman. Lelaki ini memandang tajam kepada Jalil, sehingga ia ketakutan. Ketika lelaki itu keluar dari majlis, sang menteri bertanya kepada Sulaiman, “Wahai Nabi Allah, siapakah lelaki yang barusan keluar tadi? Sungguh pandangan matanya membuatku takut.”

Nabi Sulaiman menjawab,” Ia adalah malaikat maut yang menjelma manusia. Ia mendatangiku.” Seketika itu gemetarlah sang menteri dan menangis. Kepada Nabi Sulaiman ia berkata,” Wahai Nabi Allah, demi Allah aku mohon kepadamu agar kauperintahkan angin bertiup membawaku ke tempat yang paling jauh, ke India,”

Nabi Sulaiman memenuhinya. Sang menteri pun terbang ditiup angin. Keesokan harinya, malaikat maut datang kembali ke hadapan Nabi Sulaiman sebagaimana kemarin. Nabi Sulaiman berkata, “Kemarin kau telah membuat sahabatku gemetar. Mengapa kau memandangnya begitu tajam?”

Malaikat itu berkata, “Wahai nabi Allah, aku mendatangimu di pagi hari. Aku terkejut mengetahui orang itu masih bersamamu di sini, padahal Allah telah memerintahkanku mencabut nyawanya selepas Zuhur di India.”

Lalu apa yang kaulakukan?” tanya Sulaiman. “Aku pergi ke tempat yang Allah perintahkan kepadaku untuk mencabut nyawanya di sana. Ternyata kudapati ia telah menungguku, lalu aku cabut nyawanya,” jawab malaikat itu.

Selain kisah di atas, buku ini juga menceritakan bagaimana orang-orang sholeh yang semasa hidupnya selalu mendambakan syahid akan mendapatkan husnul khotimah, serta orang-orang yang semasa hidupnya selalu mementingkan dunia mendapatkan su’ul khotimah.

Membaca buku ini terasa dibawa hanyut dalam perjalanan hati para penulis. Penulis tidak sekadar menuangkan teori-teori definitif, tapi juga sebentuk nasehat naratif dengan gaya bertutur, reflektif, penuh bahan renungan yang keluar dari bahasa hati.

 

Judul Buku     : Malam Pertama di Alam Kubur

Penulis          : DR. A’idh bin Abdullah Al-Qarni, M.A. et al.

Penerbit        : Aqwam

Cetakan ke    : XXXVI

Volume          : 136 hlm