Makna Hidup

0
40 views

Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau saat ini kita sedang menjalani  hidup di dunia ini. Kita tidak pernah merencanakan atau meminta untuk hidup di dunia ini. Kita tidak bisa memilih untuk terlahir ke dunia ini di tengah keluarga siapa, dari bangsa apa, atau pun berasal dari suku mana.

Dari mana sesungguhnya manusia berasal? Mengapa kita hadir di dunia ini? Untuk apa? dan selanjutnya akan kemana kehidupan ini berujung?  

Kebanyakan kita tidak mengetahui jawaban prinsip dari makna hidup di atas. Manusia hanya meraba raba dan menduga duga, mengapa mereka ada dan hadir didunia ini.

Ada yang mengatakan kita ada di dunia ini karena proses alam dan terjadi begitu saja tanpa maksud dan tujuan tertentu; Ada yang mengatakan kita ada di dunia ini sebagai proses reinkarnasi menuju kehidupan yang lebih baik; Ada yang mengatakan kita hidup dunia untuk sementara dalam perjalanan menuju kehidupan yang abadi di akhirat kelak; Ada yang mengatakan kita hidup didunia sekedar hidup saja dan setelah mati habis sudah semua masalah dan kita tidak akan pernah hidup lagi diakhirat kelak. Dan banyak lagi pendapat pendapat yang merupakan dugaan dan hipotesa.

Ditengah kebingungan dan ketidakpastian itu Allah telah menurunkan Al-Qur’an bagi umat Islam, menjelaskan tentang kehidupan dunia ini, diantaranya adalah sbb:

Hidup adalah Ibadah.Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita, lahiriah dan bathiniah. Allah Swt berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56)

Hidup adalah Ujian. Allah berfirman dalam QS. al-Mulk: 2, ”(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS. al-Baqarah: 155-156, yaitu : “dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Jika hidup itu adalah ujian, maka tidak ada cara lain menyelaraskan hidup kita, yaitu menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan selalu bersyukur pada-Nya. Ujian dalam hidup bukan saja kesulitan ataupun musibah, namun juga berupa nikmat atau kemudahan dari Allah Swt, seperti keluarga, suami, istri, anak-anak, harta, kekuasaan, pangkat, dsb.

Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia. Dalam QS Ali-Imran ayat 14 Allah Swt berfirman: “dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita- wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang- binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah- lah tempat kembali yang baik (surga).“  Allah Swt berfirman dalam QS Adh-Dhuha: 4, “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”

Jika kehidupan akhirat itu lebih baik, maka kita harus memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti meninggalkan kehidupan dunia, tetapi menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat. Ali bin Abi Thalib ra berkata bahwa sesungguhnya hari ini adalah hari untuk beramal bukan untuk hisab (perhitungan) dan esok (akhirat) adalah hari perhitungan bukan untuk beramal. Ketika seseorang meninggal dunia maka terputuslah semua amal perbuatannya dan ia tinggal menunggu masa untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya di dunia.

Hidup adalah Sementara. Dalam QS Al-Mu’min: 39 Allah berfirman, “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“ Dalam QS Al Anbiyaa: 35, Allah Azza wa Jalla berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar- benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.“

Jika hidup ini adalah sementara, maka perlu kesungguhan (ihsan) dalam beramal. Tidak ada lagi santai, mengandai-ngandai, panjang angan-angan apalagi malas karena kita hidup ini tidak selamanya. Intinya, Bergeraklah sekarang, bertindaklah sekarang, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan mulai sekarang, dari hal kecil dan mulai dari diri sendiri.

Muhammad Al Ghazali, pernah berkata bahwa pemahaman hidup yang dangkal adalah sebuah tindak ‘kriminal’ yang keji. Karena pemahaman yang dangkal ini akan membawa kepada kesesatan dari jalan menuju akhirat yang bahagia seperti menghalalkan segala cara untuk memperoleh harta, tidak memperdulikan apakah itu halal ataukah haram.

Bila makna hidup ini dipahami dan dipenuhi akan menyebabkan manusia merasa hidupnya bermakna dan berharga yang pada gilirannya akan menimbulkan perasaan bahagia tidak hanya di dunia tapi juga di kehidupan yang abadi nanti.

 

BAGI
Artikel SebelumnyaKekasih
Artikel BerikutnyaDan Masjid Pun Menangis