Madu; Resep Langit Yang Membugarkan

0
172 views

Tidak hanya menyembuhkan, ternyata madu juga membugarkan, demikianlah yang dapat kita simpulkan dari sekian banyak penelitian dan pengalaman tentang madu. Resep langit yang membugarkan.  

Baik para ilmuwan ataupun kaum awam, mayoritas mereka mengakui keampuhan madu untuk pengobatan. Diantara mereka adalah seorang ahli bakteri bernama Sakhith, Ia dibuat tercengang oleh mayoritas makanan alami, terutama susu perahan yang dapat menularkan berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kuman-kuman sebagai hasil dari kontaminasinya. Lalu ilmuan ini bertanya-tanya apakah madu juga dapat menularkan berbagai macam penyakit ?

Dalam risetnya, Sakhtith menanamkan kuman-kuman dari berbagai macam penyakit pada beberapa sarang madu murni. Hasilnya sungguh luar biasa, semua kuman mati dalam waktu paling lama 4 hari. Kuman tifus mati setelah 48 jam, kuman deman tifus mati setelah 24 jam, kuman radang paru-paru mati pada hari keempat dan kuman disentri seukuran baksil mati setelah sepuluh hari. 

Hasil eksperimen Sakhtith ini mendapat penguatan dari Dr. Lockhead, divisi enzim di Otawa, Dr Coulumb, dr Miss Guttenberg, Dr Azuries dan beberapa ilmuwan lainnya. Mereka menggunakan madu untuk mengobati penyakit jantung, luka lambung, menangkal racun, demam , cacar air, liver, tumor otak dan banyak lagi jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan madu. 

Sungguh benar firman Allah swt. yang menegaskan adanya daya penyembuh pada madu.

 وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ . ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia”,Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS An-Nahl [16]:6869) 

Demikianlah, madu menjadi obat bagi manusia, obat yang diresepkan langsung dari langit, dari Dzat yang mencipta manusia, yang paling tahu apa yang dibutuhkan mereka. 

Dari hasil penelitian Y  Widiodo (2001), peneliti  di  Pusat Penelitian  dan Pengembangan  Gizi  Bogor,  ditemukan hasil bahwa pemberian  madu  secara  teratur  setiap  harinya dapat menurunkan tingkat  morbiditas (panas dan pilek) sekaligus memperbaiki nafsu makan pada balita. Penelitian   ini   dilakukan  pada  balita  pasien  Klinik  Gizi, Puslitbang  Gizi,  yang  menderita  kurang  energi  protein (KEP) akibat  krisis  moneter. Sample penelitianya sendiri terdiri dari 51 balita usia 13 – 36 bulan.   

Tidak hanya menyembuhkan bahkan membugarkan

Dalam sebuah kitab beladiri yang tergolong sangat tua, kitab ilmu perkelahian yang disusun berdasarkan kajian para pendekar muslim cina dari kota thurfan, kota tua di dataran cina. Ilmu perkelahian yang lahir dari sekian banyak ilmu beladiri dimasa itu, kemudian lahir menjadi ilmu perkelahian tersendiri yang dikenal dengan “Thifan Po Khan” -Pukulan Para Bangsawan-. Disana terlulis satu nasihat, “Hendaklah setiap tamid (baca: murid) minum madu tiap hari”.  Terbukti memang, jenis bela diri ini membutuhkan kebugaran fisik tersendiri dan bagi para pegiat thifan po Khan ini secara alamiah kebugaran fisiknya meningkat dengan baik, tentunya jika dilakukan dengan benar dan teratur.  

Ternyata para peneliti di University of Memphis menemukan bahwa sedikit madu setelah latihan yang berat dapat membantu tubuh memulihkan stamina dan menjaga kadar gula darah. Pada penelitian, 39 pria disuruh berlatih beban berat dan atlet wanita menjalani latihan mengangkat beban selama berjam-jam. Kemudian dengan segera mereka mengkonsumsi suplemen protein dicampur dengan salah satu bahan berikut : gula – maltodekstrin, suatu karbohidrat kompleks; atau madu dalam bentuk bubuk.

Hanya kelompok yang mendapat kombinasi protein-madu menunjukkan kadar gula darah yang optimal dalam waktu 2 jam setelah latihan. Para atlet yang mengkonsumsi madu juga menunjukkan kadar hormon yang lebih membantu untuk pemulihan otot. Subhanallah… jadi, memang tidak hanya menyembuhkan namun juga membugarkan..

Ada yang sangat menarik untuk dipelajari dari salah satu hadits Rasulullah saw;

 عن أبي سعيد الخدري قال : جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله ! إِنَّ أَخِي اسْتَطْلَقَ بَطْنُهُ ، قَالَ : ” إِسْقِهِ عَسَلاً ” ، فَسَقَاهُ فَأَتَى النَّبِيَّ عليه السلام فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّي سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إِلاَّ اْستِطْلاَقاً ، قال ” اِسْقِهِ عَسَلاً ” ، فَسَقَاهُ فَأتَى رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله ! إِنِّي سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إِلاَّ اْستِطْلاَقاً ، قال : ” إسقه عسلا ” ، فإمَّا فِي الثَالِثَةِ وَإمَّا فِي الرَّابِعَةِ أَحْسِبُهُ قَالَ : فَشُفِيَ ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : ” صَدَقَ اللهُ وَ كَذِبَ بَطْنُ أَخِيْكَ “. رواه ابن أبي شيبة

Dari Abu Sa`id al-Hudzriy, dia berkata : Datanglah seorang laki-laki kepada Rasulullah saw seraya berkata : “Wahai Rasulullah…Saudaraku terkena diare”, maka Rasul menjawab : “Beri dia madu”, maka laki-laki tadi memberikan madu kepada saudaranya, namun datang lagi kepada Rasulullah saw seraya berkata, “Aku telah memberinya madu, tapi masih juga buang-buang air”, “Beri dia madu” jawab Rasulullah saw. Laki-laki itu kembali datang kepada Rasulullah saw seraya berkata,”aku telah memberinya madu, tapi masih juga buang-buang air”, “Beri dia madu” jawab Rasulullah saw,  Entah pada hari ketiga atau keempat, laki-laki tadi datang lagi kepada Rasulullah saw dan berkata : “Dia telah sembuh” Maka Rasul pun bersabda :”Allah benar , dan perut saudaramu berbohong”.( HR. Ibnu Abi Sayibah, Juz:5 hal:461) 

Dalam kitab tibbun nabawi, Ibnul Qayyim mengomentari hadits diatas, bahwa memberi obat itu perlu takaran yang pas, karenanya beberapa kali laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah saw dan saudaranya baru sembuh pada hari kesekian, dimana kadar obat yang diperlukan telah mencapai dosis sesuai kadarnya.

Adapun kalimat Rasulullah saw, “Perut saudaramu berbohong” mengisyaratkan makna, bahwa belum sembuh itu bukan berarti madu itu tidak berkhasiat namun penyakit dalam perutnyalah yang masih terlalu banyak. 

Pada hadits yang lain Rasulullah saw berpesan kepada kita semua :

 عَلَيْكُمْ بِالشَّفَاءَيِِْن الْعَسَلُ وَ الْقُرْآنُ 

“Pergunakanlah dua obat kesembuhan; Madu dan Al-Qur’an” ( HR Hakim ) 

Demikianlah seharusnya, dengan obat fisik dan obat ruhani, dua kebugaran ruhani dan jasmani dapat kita raih. Semoga kita semakin dekat dengan al-qur’an dan Sunnah Nabi. Semoga kita dimudahkan untuk menikmati madu yang bukan asal madu namun benar-benar madu murni yang berkualitas tinggi. Amien…   

SM: dari berbagai sumber.