Latihan Perang di Masjid

0
36 views

Pada masa Rasulullah saw, masjid ternyata tidak sekadar difungsikan untuk melaksanakan shalat, dzikir dan sejenisnya, tapi digunakan juga untuk berbagai kegiatan yang membawa kebaikan bagi umat Islam, salah satunya adalah latihan perang.

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa beberapa orang muslim yang berasal dari Habasyah yang tentu saja berkulit hitam dan bertubuh besar bermain tombak di dalam masjid. Melihat hal itu, Umar bin Khattab kurang berkenan, ia mengambil batu kerikil yang dikoreknya dari pasir di dalam masjid dan bermaksud melemparkannya kepada mereka.

Kepada Umar, Rasulullah saw menyatakan: “Biarkan mereka, wahai Umar.” Saat itu, Rasulullah saw menyaksikan permainan tombak itu bersama isterinya, Aisyah ra.

Setelah dilarang oleh Rasulullah saw, maka Umar berhenti mengganggu sahabat-sahabat itu bermain tombak di dalam masjid. Hal ini karena permainan itu bukanlah sekadar permainan, tapi untuk menumbuhkan keberanian dan ketrampilan berperang di jalan Allah swt.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Jabir bin ‘Abdullah berkata: “Ada seorang laki-laki berjalan di dalam masjid dengan membawa panah. Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Jagalah ujung panahmu!”

Pada kesempatan lain, Rasulullah saw juga menyatakan yang diriwayatkan Bukhari: “Barangsiapa lewat dengan membawa panah di masjid atau pasar kita, maka hendaklah dipegang ujung panahnya dengan tangannya agar tidak melukai seorang muslim.”

         

          Dari kisah di atas, pelajaran yang kita peroleh adalah:

 

1.    Fungsi masjid amat banyak, salah satunya adalah mempersiapkan sumber daya muslim yang berkualitas, termasuk dalam hubungannya dengan perang.

2.    Berbagai aktivitas umat yang tidak bertentangan dengan misi masjid boleh saja dilaksanakan di masjid.

BAGI
Artikel SebelumnyaTes Posting Artikel
Artikel BerikutnyaHabl Min an-Nafs