Lafzh al-Jalâlah(Allah)

0
10 views

Allah ( الله ) adalah kata dalam bahasa arab yang merujuk pada “tuhan”. Kata ini lebih banyak dikenal sebagai sebutan tuhan oleh penganut agama Islam. Kata ini sendiri dikalangan para penutur bahasa arab, adalah kata yang umum untuk menyebut tuhan, terlepas dari agama mereka, termasuk penganut Yahudi dan Kristen arab. Konsekuensinya, kata ini digunakan dalam terjemahan kitab suci agama Kristen dan Yahudi yang berbahasa arab, sebagaimana pula terjemahan al-kitab dalah bahasa Indonesia dan Turki. Allah swt disebutkan lebih dari 2000 kali dalam al-Qur’an.

Nama Allah swt

Berdasarkan keterangan : Allâhu Ismun li Dzât al-Wâjib al-Wujûd artinya : Allah swt itu adalah sebuah nama kepada sesuatu yang pasti ada keberadaannya (eksistensi). Jadi jelaslah Allah swt itu adalah sebuah nama kepada sesuatu yang wajib untuk dilayani dengan sebenar-benarnya, karena berdasarkan keterangan: Allâhu Ismun li Dzâti Ma’bûdi Bi Haqq artinya : Allah swt itu adalah sebuah nama kepada sesuatu yang wajib dilayani (ma’budi) dengan sebenar-benarnya pelayanan (ibadah).

Etimologi

Beberapa teori mencoba menganalisa etimologi dari kata “Allah”. Salah satunya mengatakan bahwa kata Allāh (الله) berasal dari gabungan dari kata al– (sang) dan ilâh (tuhan) sehingga berarti “Sang Tuhan”. Namun teori ini menyalahi bahasa dan kaidah bahasa Arab. Bentuk ma’rifah (definitif) dari ilâh adalah al-ilâh, bukan Allah swt. Dengan demikian kata al-ilâh dikenal dalam bahasa Arab. Penggunaan kata tersebut misalnya oleh Abul A’la al-Maududi dalam Mushthalahah al-Arba’ah fî al-Qur’an (h. 13) dan Syaikh Abdul Qadir Syaibah Hamad dalam al-Adyân wa al-Furuq wa al-Madzâhib al-Mu’âshirah (h. 54). Kedua penulis tersebut bukannya menggunakan kata Allah swt, melainkan al-ilâh sebagai bentuk ma’rifah dari ilâh. Dalam bahasa Arabpun dikenal kaidah, setiap isim (kata benda atau kata sifat) nakiroh (umum) yang mempunyai bentuk mutsannâ (dua) dan jama‘, maka isim ma’rifah kata itupun mempunyai bentuk mutsannâ dan jama’. Hal ini tidak berlaku untuk kata Allah swt, kata ini tidak mempunyai bentuk ma’rifah mutsannâ dan jama’. Sedangkan kata ilâh mempunyai bentuk ma’rifah baik mutsannâ (yaitu al-Ilâhâni atau al-Ilâhaini) maupun jama’ (yaitu al-Âlihah). Dengan demikian kata al-ilâh dan Allah swt adalah dua kata yang berlainan.

Teori lain mengatakan kata ini berasal dari kata bahasa Arab Alâha. Cendekiawan muslim terkadang menerjemahkan Allah swt menjadi “God” dalam bahasa Inggris. Namun demikian, sebagian yang lain mengatakan bahwa Allah swt tidak untuk diterjemahkan, dengan berargumen bahwa kata tersebut khusus dan agung sehingga mesti dijaga, tidak memiliki bentuk jama’ dan gender (berbeda dengan God yang memiliki bentuk jama’ Gods dan bentuk feminin Goddess dalam bahasa inggris). Isu ini menjadi penting dalam upaya penerjemahan al-Qur’an.

Allah swt dalam Islam

Dalam Islam, Allah swt adalah satu-satunya tuhan (tanpa sekutu) (QS al-Ikhlas [112]: 1), sang pencipta, tuhan dari Ibrahim, Ismail, Ishaq dan Yakub, sebagaimana juga tuhan dari Musa, Dawud, Sulaiman, Isa dan Muhammad (semoga rahmat dan shalawat dilimpahkan kepada mereka semua).

Keberadaan Allah swt

Para Imam yang empat telah sepakat bahwa Allah swt berada di atas ‘Arsy tidak ada seorang pun dari makhluk yang serupa dengan-Nya.

Sumber:

1. Ahmad Husnan. Meluruskan Pemikiran Pakar Muslim. Al Husna,

Surakarta. Cetakan Pertama, Muharram 1425 H / Mei 2005 M. h. 25-27.

2. Ensiklopedia Al-Qur’an, 2007, jilid 1. h, 75