Kontroversi Masjid di Ground Zero

0
47 views

Tidak harus berprasangka buruk terhadap Islam untuk percaya, sebagaimana banyak terjadi pada orang Amerika, bahwa daerah di sekitar Ground Zero adalah tempat suci. Tapi sayangnya, pada musim pemilihan umum, sentimen tersebut telah berkembang menjadi isu politik. Sebagaimana perdebatan telah berkembang lebih panas, Park51, sebutan bagi sebuah tempat yang berjarak dua blok dari Ground Zero yang diusulkan sebagai pusat budaya Muslim dan masjid, telah menjadi tes yang ditempelkan pada segala hal dari hak-hak milik pribadi hingga toleransi agama. Namun sangat jelas bahwa kebanyakan mereka yang menentang Park51 termotivasi oleh Islamophobia yang dalam.

www.moonbattery.comSitus diusulkan tidak hanya dekat dengan Ground Zero. Dia juga dekat dengan sebuah klub strip, toko minuman keras dan perusahaan lainnya yang sangat khas Manhattan. Umat Muslim telah melaksanakan shalat di dalam gedung itu selama hampir setahun, sebuah fakta yang tidak muncul dari suara-suara protes.Namun sejak awal Agustus, tempat ini sering menjadi lokasi demonstrasi, dengan spanduk-spanduk yang mengatakan hal-hal seperti “Segala Yang Ingin Saya Tahu Tentang Islam, Saya Pelajadi Dari Tragedi 9/11.Tim suami-istri di belakang Park51, Imam Feisal Rauf dan Daisy Khan, seperti tertegun tak mampu berkata-kata: sementara para penentang memandang mereka sebagai ekstremis yang bersimpati kepada al-Qaeda, mereka hanya sedikit menyampaikan wawancara.Tekanan meningkat terhadap pasangan suami-isteri itu untuk memindahkan pusat kegiatan mereka ke lokasi yang kurang dampak kontroversinya. 

Kontroversi ini juga telah membawa lembaran baru bagi bentuk lain anti-Islam dan protes anti-Islam, yang mengangkat pertanyaan yang jauh lebih besar: Apakah Amerika punya masalah dengan Islam? Apakah serangan teroris 9/11 –dan segala peristiwa lainnya—membuat orang-orang Muslim secara permanen dikecualikan dari asimilasi penuh dalam kehidupan Amerika? 

Meskipun Islamophobia versi Amerika tidak mengakibatkan beberapa unsur tradisional Islamophobia sepeti penganiayaan atas nama agamatidak ada tanda bahwa kekerasan terhadap Muslim terus meningkat, misalnyaada banyak bukti anekdot bahwa pidato kebencian terhadap Muslim dan Islam berkembang baik lebih luas dan lebih membara. Sementara itu, sebuah jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh TIME-Abt SRBI menemukan bahwa 46% orang Amerika percaya bahwa Islam adalah lebih mungkin dibandingkan agama lain untuk mendorong kekerasan terhadap orang tak beriman. Hanya 37% yang mengenal Muslim Amerika. Secara keseluruhan, 61% menentang proyek Park51, sementara hanya 26% yang mendukungnya. Hanya 23% mengatakan itu akan menjadi simbol toleransi beragama, sementara 44% mengatakan itu akan merupakan penghinaan terhadap orang-orang yang meninggal pada tragedi 9/11.

Islamophobia di AS berbeda dengan negara-negara lain di mana umat Islam minoritas. Tetapi untuk menjadi seorang Muslim di Amerika di saat ini berarti sebentuk perjuangan tersendiri untuk mempertahankan iman Anda—bukan hanya di sekolah dan kantor tetapi juga di luar tempat ibadah Anda dan di lapangan umum, di mana beberapa arus utama negara yang paling kuat serta pemimpin agama dan politik tidak sampai untuk memikirkan (atau lebih buruk, sengaja) mencampuradukkan Islam dengan terorisme dan kebiadaban. Di Perancis dan Britania, politisi dari pihak pinggiran mengatakan hal-hal mengerikan tentang Muslim, tetapi tidak ada seorang pun di Eropa dari figur seorang mantan Ketua DPR setempat yang akan, seperti Newt Gingrich itu, menyamakan Islam dengan Nazisme. 

By Bobby Ghosh

Sumber: www.time.com