Komunitas Muslim Ingin Obama Menang

0
276 views

Pada papan pengumuman di Masjid Downtown Islamic Center (DIC), seorang aktivis Demokrat menempelkan selembar kertas ucapan terima kasih atas bantuan anggota jemaah menggalang suara di Pilpres AS kali ini.

Tidak diketahui secara persis komposisi kecenderungan suara para jemaah, tetapi sepertinya warna Demokrat cukup kental di sini.

”Saya orang Demokrat, baik dengan huruf d besar maupun d kecil,” kata Malik Mujahid, salah satu imam dan khotib di Masjid DIC, yang ditemui seusai memimpin shalat berjamaah.

Ia lantas berceita tentang kebebasan beragama yang ia rasakan makin besar di era Presiden Obama. Ia mengakui selalu ada anggota masyarakat yang memandang curiga terhadap komunitas Muslim.

”Namun, secara umum, kami merasa ada jaminan atas kehidupan beragama di sini,” kata Mujahid.

Masjid DIC terletak di jantung kota Chicago. Terletak di lantai 4 dan 5 sebuah gedung di 231 South State Street, Masjid DIC diapit oleh toko, restoran, dan perkantoran. Seperti halnya rata-rata masjid di negara-negara Barat, tidak ada menara atau jendela dengan corak arsitektur Islam di sini. Sekilas DIC tidak tampak seperti masjid sama sekali.

Stigma

Mujahid mengatakan ada banyak masjid di Chicago dan jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun. Penambahan masjid dimungkinkan karena ada dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Demikian penjelasan Mujahid.

“Kalau misalnya ada masalah dengan pembangunan masjid, kami akan jelaskan semuanya, terutama kepada pihak-pihak yang keberatan,” papar Mujahid.

Dalam catatannya, ada sekitar 15 masjid yang proses pembangunannya tidak selancar yang diharapkan. Ia memperkirakan penentangan ini mungkin disebabkan oleh stigma negatif yang ditempelkan ke Islam. Dalam khotbah Jumat pekan lalu, Mujahid secara terbuka meminta jemaah untuk mencoblos dalam pemungutan suara hari Selasa (6/11/2012).

“Pilih calon yang mendukung kehidupan beragama kita. Ini kesempatan sekali dalam empat tahun, tetapi bisa menentukan nasib kita semua,” katanya.

Hubungan dengan tetangga

Dalam bincang-bincang seusai menyampaikan khotbah, Mujahid mengatakan komunitas Muslim di AS perlu menjadi contoh bagi masyarakat. Ia meminta anggota komunitas Islam untuk berintegrasi dan memberikan sumbangan yang lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat.

“Di mana pun seorang Muslim berada, apakah di pemerintah maupun di luar pemerintah, ia harus memberikan yang terbaik,” katanya.

Saat ditanya apakah anggota komunitas Muslim harus lebih banyak menjadi politisi agar suara dan kepentingan Muslim lebih didengar, Mujahid mengatakan, kata politisi memiliki konotasi negatif.

“Yang penting adalah kontribusi positif dari umat Islam. Ini bisa dimulai dari lingkup yang paling kecil, misalnya, membina hubungan baik dengan para tetangga,” katanya.

“Muslim harus menginspirasi dan menjadi contoh yang baik,” tandasnya.

Kebebasan menjalankan ibadah juga dirasakan Mohammad Omar, warga Virgina, yang selalu menyempatkan diri shalat berjamaah di Islamic Center, Washington DC. Berbeda dengan DIC di Chicago, Islamic Center di Washington DC tidak ubahnya masjid di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, lengkap dengan menara yang menjulang.

“Saya sudah berpuluh-puluh tahun menetap di sini dan saya senang komunitas Muslim memiliki masjid yang indah seperti ini,” kata Omar.

“Selama ini, saya tak punya pengalaman buruk. Saya kira pemerintah tidak mempermasalahkan kami,” katanya.

Di luar itu, ia memimpikan masjid di Washington DC suatu saat nanti bisa menyuarakan azan melalui pengeras suara, sama halnya dengan gereja yang dibolehkan untuk membunyikan lonceng.

Sumberbbc.co.uk/indonesia/ dan kompas.com

BAGI
Artikel SebelumnyaIsrael Berencana Serang Iran
Artikel BerikutnyaTokoh Universal