Keong Racun

0
28 views

Bulan Ramadhan hampir tiba. Dulu, bulan Ramadhan bisa juga disebut bulan Bimbo karena hampir setiap saat dan di setiap tempat, lirik-lirik grup Bimbo terdengar lembut mengalun dari lirik yang berbicara tentang religiusitas secara umum hingga lirik-lirik yang memang khas Ramadhan seperti Anak Bertanya Pada Bapaknya. Mungkin itu berawal dari pertengahan tahun 1970-an ketika lahir lagu Tuhan dari Sam Bimbo. Sebelumnya, lagu-lagu Bimbo berisikan kritik-kritik sosial seperti lagu Antara Kabul dan Beirut. Ada juga lrik yang romantis.

Mengapa Bimbo sedemikian masyhur untuk urusan musik religius Islam pada waktu itu? Sebabnya mungkin banyak, namun memang ketika itu, musik-musik religius Islam banyak didominasi oleh musik qasidah yang oleh sebagian orang dianggap “kampungan”. Sedangkan Bimbo bukan mengusung musik qasidah, dan karena itu, tidak kampungan, dan untuk urusan yang satu ini, Bimbo adalah salah satu pilihan di antara tidak banyak pilihan lainnya. Yang menarik, Bimbo pernah mengeluarkan album yang berjudul Qasidah Bimbo. Namun itu hanya nama, bukan qasidah yang sesungguhnya. Mungkin pula nama itu diambil untuk menarik hati mereka penikmat qasidah sekaligus memperkenalkan lagu-lagu religius qasidah, tapi versi Bimbo.

Kini, Bimbo bukan lagi yang paling popular dan favorit untuk urusan lagu-lagu religius Islam bukan qasidah. Telah sangat banyak band atau solo yang bernyanyi religius, baik yang mengkhususkan diri pada lirik-lirik religius seperti Haddad Alwi, Opick, Sulis, dan lain-lain, maupun yang sebenarnya band atau solo pop biasa yang kemudian banting setir tiap menjelang bulan Ramadhan (religius kambuhan), entah untuk dakwah atau komersial, seperti Band Gigi, Band Ungu, atau ST12.

Apa pun itu, bulan Ramadhan adalah momen religiusitas sekaligus momen komorsial yang menarik, yang dalam bahasa agamanya disebut berkah. Apalagi Ramadhan berlangsung sebulan penuh ditambah hari Lebaran. Berbeda dengan Natal, misalnya, yang rentang waktunya hanya sehari. Jika tidak ada perayaan tahun baru, maka Hari Raya Natal benar-benar hanya sehari. Trus, Keong Racun-nya mana? Kan, judulnya Keong Racun? Ah, penyusun tulisan ini hanya “numpang” kemasyhuran judul lagu dan sekaligus penyanyinya yang sempat memuncaki trending topic di situs jejaring sosial itu.

Namun, bagaimana ya jika duo Keong Racun yang saat ini sedang ngetop di media massa (koran, majalah, televisi, dan internet) itu juga tiba-tiba banting setir menyanyikan lagu-lagu religius Islam, memakai kerudung, dan segala simbolisasi kesalehan lainnya? Mumpung masih ngetop dan mumpung bulan Ramadhan menjelang. Ramadhan memang penuh berkah.[]

By Abdul Muid Nawawi