Kelemahan Pahlawan

0
245 views
azquotes.com

Oleh Dr. Abd. Muid N., MA.

Pahlawan adalah sosok yang unik. Seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan jika hendak disebut ‘pahlawan’. Syarat-syarat itu di antaranya: dia harus berjuang untuk kebaikan, dia harus kuat tapi lemah, dan dia harus manusia!

Sulit untuk menyebut pahlawan kepada orang yang, menurut kita, berjuang untuk hal-hal yang buruk atau salah. Persoalannya, terkadang sesuatu yang bagi sekelompok orang dianggap buruk atau salah tetapi bagi kelompok lain bernilai sebaliknya. Hingga tidak mengherankan bila seringkali pahlawan adalah sosok-sosok kontroversial. Sosok-sosok yang bagi satu pihak dianggap pahlawan tetapi bagi pihak lain malah dituduh pengkhianat, bedebah durjana.

Pernah ada orang bernama Arung Palakka. Dari satu sudut pandang, dia pengkhianat karena ‘tega’ memerangi saudaranya sebumi pertiwi (Kerajaan Gowa/Sultan Hasanuddin) dan bersekutu dengan VOC. Namun dari sudut pandang berbeda, dia adalah pahlawan. Dia pahlawan sejati karena membela kehormatan suku dan kerajaannya yang diinjak-injak oleh Kerajaan Gowa ketika memperkerjakan paksa sekitar 10.000 orang-orang Bugis untuk kepentingan Kerajaan Gowa.

Kepahlawanan adalah wilayah abu-abu. Siapa pun bisa menjadi pahlawan bagi siapa pun.

Syarat lain pahlawan adalah dia harus kuat tapi lemah. Kekuatan dan kelemahan adalah dua sisi yang harus dimiliki oleh pahlawan. Sulit menggelari pahlawan mereka yang dalam pertarungan apa pun, kapan pun, dan di mana pun sudah bisa dipastikan menang. Itu karena ‘pahlawan’ seperti itu tidak mempertaruhkan apa-apa dalam perjuangannya. Toh, dia pasti menang.

Ya, salah satu kata kunci kepahlawanan adalah ‘pertaruhan’—bukan taruhan judi—dan, karena itu, ‘pengorbanan’, meski seorang pahlawan tidak harus jadi korban. Karena itu pula Superman adalah sesosok pahlawan. Dia alergi pada batu kripton hijau yang justeru menjadi senjata musuhnya, Lex Luthor.

Superman pahlawan karena mempunyai kelemahan.

Kelemahan adalah sisi yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Itulah kenapa sesosok pahlawan harus manusia. Itu pula mungkin sebabnya malaikat bukan pahlawan karena bukan manusia dan karena tidak mempunyai titik lemah. Malaikat terlalu hebat untuk jadi pahlawan.

Pernah sosok pahlawan—dalam film-film Hollywood—adalah sosok-sosok yang kekar berotot dengan rahang persegi dan menggelembung gagah, seperti Conan the Barbarian. Lalu visualisasi pahlawan seperti itu berganti, berubah menjadi sosok seperti Spiderman/Peter Parker. Dia tidak terlalu berotot, bahkan cenderung culun, sering gagal dalam hidupnya, termasuk gagal dalam cinta dan persahabatan. Selalu lebih lemah di hadapan kekuatan lawannya yang maha dahsyat hingga kemenangan harus digapai dengan berdarah-darah.

Ya, Spiderman adalah pahlawan karena dia lemah dan dia “manusia”, dan kelemahan itu manusiawi. Mungkin itu pula jawaban mengapa Batman/Bruce Wayne menjadi pemimpin para pahlawan super dalam film Justice League (2017) karya Zack Snyder, padahal Bruce Wayne sama sekali tidak mempunyai kekuatan super.[]