Kekuatan Doa

0
151 views

Ketika kita duduk bersimpuh mengajukan sebuah permohonan kepada Allah, terutama ketika kita sedang terjepit masalah dan terpuruk, pada saat itu sangat mungkin kita mengaduh, merintih, bahkan sampai meneteskan air mata mengharap sebuah solusi atas problem keduniawian dalam keseharian hidup. Pada waktu yang bersamaan secara tidak langsung kita sedang merenungi hidup kita sendiri. Dan secara tidak sadar kita sedang melakukan terapi internal. Yakni sebuah metode penyembuhan jiwa yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang masih percaya atas kekuatan besar yang menguasai alam raya ini. Pada saat itu pula ia sedang membangun kesadaran atas diri yang lemah dan tak berdaya tanpa kekuatan dan kuasa-Nya.

 

Dari kesadaran akan kelemahan dan keyakinan atas kekuasaan Tuhan itulah kita bisa merasakan ada sebuah energi spiritual yang menghangatkan ruh kita dan bisa memotivasi hidup untuk senantiasa optimis. Doa sebagai saripatinya ibadah juga bisa menjadi terapi yang tepat untuk mengatasi segala macam permasalahan hidup yang kita hadapi.

Ketika hidup kita diselubungi oleh banyak masalah, biasanya hati kita tidak tenang, pusing tujuh keliling, dan tidak tahu langkah apa yang harus kita ambil. Pada saat seperti itu, sangat riskan sekali kalau kita gegabah dalam menentukan langkah dan mengambil keputusan. Nah, dalam kondisi seperti itu kita perlu ketenangan, dengan siraman air wudhu sebagai langkah awal untuk menyegarkan penat di kepala. Sesudah itu kita beribadah (shalat) memohon petunjukNya, apalagi dilakukan di saat orang lain sedang tertidur lelap. Berdoa pada saat itu, mencurahkan semua kegelisahan kita dengan keyakinan bahwa Dia maha mendengar dan maha mengetahui. Dengan segala kerendahan hati dan keteguhan jiwa kita memohon petunjuk-NYa. Semua itu akan membuat hati dan pikiran kita jauh lebih tenang. Sejatinya dengan segenap kesadaran akan kelemahan jiwa dan keyakinan bahwa Dia maha segalanya.

Di sinilah urgensi doa menemukan bentuknya. Karena dengan ketenangan ia bisa berpikir jernih sehingga tidak salah mengambil sikap dan keputusan. Hal ini sangat penting terlebih dengan kondisi negeri kita yang gak karuan. Dimana kita sering mendengar dan melihat berita di televisi, banyak sekali tindakan kriminal. Pembunuhan, pemerkosaan, kecurangan penjual yang tidak bertangung jawab dan berbagai macam kejahatan lainnya sepertinya sudah tak asing lagi di telinga kita. Kejahatan tersebut biasanya disebabkan karena mereka tidak bisa mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi tantangan realitas hidup yang ia jalani.

Hidup ini hakikatnya adalah cobaan dan ujuan. Oleh karena itu, sudah dipastikan berbagai masalah akan menghampiri kita silih berganti. Kalau kita hanya mengikuti hawa nafsu dan mengikuti rayuan syetan yang selalu mengajarkan jalan pintas maka sudah bias dipastikan hidup kita tidak akan bernilai.

Berbeda halnya dengan orang yang mempunyai ketahanan jiwa dan menyadari hakikat hidup ini. Ketika datang musibah atau bencana ia sadar bahwa semuanya milik Allah. Keluarga, kedudukan dan harta benda adalah hiasan dunia yang dititipkan kepada manusia. Dengan bekal keimanan, dalam rintihan kepedihan ia akan berdoa meminta kekuatan kepada Yang Maha Kuat, yakni Allah swt sehingga ketika aksesoris dunia itu hilang, ia tidak akan stres.

Doa adalah kekuatan, sumber energi yang bisa memberikan ruh baru, semangat untuk berjuang dan menyambut segala tantangan. Sesudah itu bertawakallah karena walau bagaimanapun hasil akhir tetap ditentukan oleh Tuhan. Dengan doa, kita terapi hidup kita. Selanjutnya, kita berharap solusi akan datang. Kalaupun apa yang dimohonkan tidak segera tercapai, dengan doa tersebut seseorang telah hidup dalam optimisme, harapan, dan hal ini tidak syak lagi mempunyai dampak sangat baik dalam kehidupannya.

Manusia adalah makhluk yang memiliki naluri cemas dan mengharap. Ia selalu membutuhkan sandaran, lebih-lebih pada situasi terjepit. Selama rasa cemas dan harap masih merupakan ciri kehidupan manusia, selama itu juga doa tidak dapat diabaikannya. Wallâhu A’lam.