Kehangatan Suami Isteri

0
60 views

zarpatista.wordpress.comHubungan yang akrab dan hangat antar suami isteri sangat penting untuk dilakukan dan dipelihara. Karena itu, Rasulullah saw menjalin hubungan yang begitu harmonis kepada isteri-isterinya, bahkan isteri yang dalam keadaan haid sekalipun tidak menghalangi kehangatan hubungan suami isteri, karena yang dilarang adalah melakukan hubungan senggama.

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa beberapa orang muslim yang berasal dari Habasyah yang tentu saja berkulit hitam dan bertubuh besar bermain tombak di dalam masjid. Melihat hal itu, Umar bin Khattab kurang berkenan, ia mengambil batu kerikil yang dikoreknya dari pasir di dalam masjid dan bermaksud melemparkannya kepada mereka.

Kepada Umar, Rasulullah saw menyatakan: “Biarkan mereka, wahai Umar”. Saat itu, Rasulullah saw menyaksikan permainan tombak itu bersama isterinya Aisyah ra yang duduk disamping Rasul sambil dirangkul dengan mesra.

Aisyah pernah bercerita bahwa ia menyisir rambut Rasulullah saw ketika ia sedang haid, padahal ketika itu Rasulullah saw sedang I’tikaf dan merebahkan tubuhnya di masjid. Maka didekatkannya kepalanya kepada Aisyah yang sedang berada di kamarnya, lalu Aisyah menyisir rambut Rasulullah saw padahal ia sedang haid”.

Kemesraan dengan cumbu rayu boleh juga dilakukan saat isteri sedang haid namun tidak sampai melakukan senggama, Aisyah ra bercerita dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud: “Apabila Nabi saw menginginkan sesuatu dari isterinya yang sedang haid, maka beliau menutupkan sesuatu pada kemaluan isterinya itu”.

 

Dari kisah di atas, dapat kita ambil pelajaran:

1.    Kehangatan dan kemesraan suami isteri merupakan salah satu faktor keharmonisan keluarga.

2.    Menunjukkan kehangatan suami isteri tidak hanya di ruang-ruang pribadi, tapi bisa saja di ruang publik namun tidak berkonotasi seksual.