Karakteristik Pemimpin

0
56 views

Manusia terlahir ke dunia dengan dengan dua peranan, sebagai seorang hamba yang beribadah kepada Allah dan sebagai Khalifah  Allah di muka bumi. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi’… (Al-Baqarah 30). Sebagai makhluk yang bertanggungjawab, kita harus memerankan kedua tugas tersebut dengan sebaik-baiknya.

 

Berbicara tentang khalifah/pemimpin dalam Islam erat kaitannya dengan figur Rasulullah Saw. Beliau adalah pemimpin agama dan juga pemimpin negara. Rasulullah merupakan suri tauladan bagi setiap orang, termasuk para pemimpin (Lihat QS al-Ahzab ayat 21). Sebagai pemimpin teladan yang menjadi model ideal pemimpin, Rasulullah dikaruniai empat sifat utama, yaitu: Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Sidiq berarti jujur dalam perkataan dan perbuatan, amanah berarti dapat dipercaya dalam menjaga tanggung jawab, tabligh berarti menyampaikan segala macam kebaikan kepada rakyatnya dan fathanah berarti cerdas dalam mengelola masyarakat.

Sidiq (jujur). Jujur itu membawa ketenangan, kitapun diperintahkan jujur walaupun itu menyakitkan. Kejujuran merupakan syarat utama bagi seorang pemimpin. Kejujuran seorang pemimpin dinilai dari perkataan dan sikapnya. Rasulullah Saw bersabda, “Jauhilah dusta karena dusta akan membawa kepada dosa dan dosa membawamu ke neraka. Biasakanlah berkata jujur karena jujur akan membawamu kepada kebajikan dan kebajikan membawamu ke surga” (HR Bukhari dan Muslim).

Nabi Saw disifati dengan ash-shadiqul amin (jujur dan terpercaya), dan sifat ini telah diketahui oleh orang Quraisy sebelum beliau diutus menjadi rasul. Khalifah Abu Bakar juga mendapatkan julukan ini (ash-shiddiq). Ini semua menunjukkan bahwa kejujuran merupakan salah satu perilaku kehidupan terpenting para rasul dan pengikut mereka.

Amanah berarti dapat dipercaya. Rasulullah bersabda, ”Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim). Muhammad Saw bahkan sebelum diangkat menjadi rasul telah menunjukkan kualitas pribadinya yang diakui oleh masyarakat Quraish. Beliau dikenal dengan gelar Al-Amien, yang terpercaya.

Amanah merupakan kualitas wajib yang harus dimiliki seorang pemimpin. Dengan memiliki sifat amanah, pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diserahkan di atas pundaknya. Terjadinya banyak kasus korupsi di negara kita, merupakan bukti nyata bahwa bangsa Indonesia miskin pemimpin yang amanah. Karena memanfaatkan jabatan sebagai jalan pintas untuk memperkaya diri.

Amanah erat kaitanya dengan janggung jawab. Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang bertanggung jawab. Dalam perspektif Islam pemimpin bukanlah raja yang harus selalu dilayani dan diikuti segala macam keinginannya, akan tetapi pemimpin adalah khadim. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan “sayyidulqaumi khodimuhum”, pemimpin sebuah masyarakat adalah pelayan mereka.

Tabligh adalah menyampaikan. Menyampaikan disini dapat berupa informasi juga yang lain. Selain menyampaikan seorang pemimpin juga tidak boleh menutup diri saat diperlukan rakyatnya karena Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

Sifat tabligh menuntut seorang pemimpin sejati harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang handal. Pemimpin bukan berhadapan dengan benda mati yang bisa digerakkan dan dipindah-pindah sesuai dengan kemauannya sendiri, tetapi pemimpin berhadapan dengan rakyat manusia yang memiliki beragam kecenderungan. Oleh karena itu komunikasi merupakan kunci terjalinnya hubungan yang baik antara pemimpin dan rakyat.

Pemimpin dituntut untuk membuka diri kepada rakyatnya, sehingga mendapat simpati dan juga rasa cinta. Keterbukaan pemimpin kepada rakyatnya bukan berarti pemimpin harus sering curhat mengenai segala kendala yang sedang dihadapinya, akan tetapi pemimpin harus mampu membangun kepercayaan rakyatnya untuk melakukan komunikasi dengannya.

Fathanah ialah cerdas. Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.

Marilah kita membuat diri kita mendekati bahkan jika bisa menjadi seperti ciri-ciri pemimpin di atas karena setiap kita adalah pemimpin, minimal memimpin diri sendiri, dan akan diminta pertanggungjawaban kelak. Wallahu A’lam…