Istiqamah Penyebab Keluarga Masuk Islam

0
40 views

astep2heaven.blogspot.comDengan semakin banyaknya orang-orang kafir Quraisy masuk Islam, muncul kebencian dan ketakutan di kalangan pemimpin-pemimpin Quraisy. Diantaranya adalah Umar bin Khattab. Karena itu Umar bertekad hendak membunuh Nabi. Umar terus mencari dimana Nabi berada. Ditengah-tengah pencariannya itu, tiba-tiba seorang temannya bertanya: “mau kemana wahai Umar?.” Dengan tegas Umar menjawab: “aku hendak mencari Muhammad dan akan membunuhnya.”

Mendengar jawaban seperti itu temannya balik bertanya: “mengapa tidak adikmu sendiri yang kau bunuh, bukankah dia bersama suaminya sudah menjadi pengikut Muhammad”.

Bagai tersambar petir di tengah hari, Umar langsung memalingkan kemarahannya kepada adiknya, ia sudah tidak sabar lagi untuk segera bertemu dengan adiknya lalu menyiksanya sampai sang adik kembali ke agama nenek moyang.

Adik Umar bin Khattab yang dimaksud adalah seorang wanita yang bernama Fatimah dan suaminya bernama Said bin Zaid. Dari urutan orang masuk Islam, Fatimah berada diurutan kelima belas, bahkan dia lebih dahulu masuk Islam ketimbang suaminya, juga lebih dahulu dari Asma binti Abu Bakar dan Aisyah binti Abu Bakar.

Setiba di depan rumah adiknya, terdengar Fatimah, suaminya dan sahabat Khabbab sedang membaca Al-Qur’an. Mendengar Al-Qur’an dibacakan, tekad Umar hendak membunuh adiknya semakin berkobar-kobar. Ketika Umar masuk ke rumah adiknya, Umar berkata: “aku dengar kalian telah mengikuti agama Muhammad”. Tanpa mendengar penjelasan lagi, Umar langsung memukul Said bertubi-tubi tanpa ada perlawanan dari adik iparnya itu.

Melihat suaminya dianiaya, Fatimah berusaha mencegah kekejaman kakaknya. Tapi keberingasan Umar semakin menjadi-jadi, bahkan Fatimah juga dihajar oleh kakanya sampai terjatuh dan luka parah.

Merasakan perlakuan yang sewenang-wenang dari kakaknya, Fatimah tidak tinggal diam, apalagi mengikuti kehendaknya. Meskipun dalam keadaan luka parah dengan darah bercucuran, ia bangkit dan menantang Umar, “Kami memang telah masuk Islam, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, lakukanlah apa yang hendak engkau lakukan terhadap kami wahai Umar”, tantang Fatimah.

Mendengar pernyataan adiknya itu, Umar semakin kesal, ia minta agar Fatimah menyerahkan lembar Al-Qr’an yang sedang dibaca itu kepadanya. Tapi dengan sikap keras dan tegas Fatimah berkata: “Hai saudaraku, engkau najis dalam kemusyrikanmu hingga engkau tidak boleh menyentuh lembaran ini kecuali kalau mau mensucikan diri”.

Dengan pernyataan itu, Umar semakin penasaran, ia kemudian menuruti kemauan adiknya untuk bersuci. Setelah Umar mandi dengan bersih, kemarahannya mulai reda lalu dibacakanlah Al-Qur’an yang tadi dibaca adiknya, ayat itu artinya: “Thaha, tidaklah kami turunkan Al-Qur’an kepadamu, melainkan agar kamu tidak sengsara”.

Setelah mendengar dan membaca langsung ayat itu, Umar merasa kagum dengan kehebatan dan kenikmatan Al-Qur’an, tanpa berpikir panjang karena memang sudah begitu yakin, Umar langsung menyatakan diri hendak masuk Islam, lalu menanyakan keberadaan Rasulullah.

Sesudah diberi tahu dimana Rasulullah berada, segera Umar meninggalkan rumah adiknya menuju rumah Arqam bin Abi Arqam, tempat berkumpulnya Rasulullah dan para sahabat guna memahami ajaran Islam dan membicarakan perjuangan penyebaran agama yang benar itu.

Setelah Umar bin Khattab masuk Islam, tidak hanya para sahabat tapi juga Rasulullah sendiri sangat gembira bahkan Rasulullah berdo’a: “Ya Allah, berilah kekuatan kepada Islam dengan perantaraan dari kedua Umar”.

Dengan masuk Islamnya Umar, penyebaran agama Islam memang semakin maju pesat, Umar memang seorang penduduk suku Quraisy yang besar pengaruhnya dan disegani bangsanya.

Ketabahan dan keberanian Fatimah binti Khattab memang patut diteladani, tidak hanya oleh para wanita Islam, tapi juga oleh umat Islam secara keseluruhan.

 

          Dari kisah di atas pelajaran yang bisa kita ambil adalah:

 

  1. Amat penting suami isteri berada dalam ketaatan kepada Allah swt.

 

     2.  Keistiqamahan suami isteri bisa menjadi penyebab ketaatan anggota keluarga yang

        lain.