Isteri Yang Panjang Tangan

0
25 views

Keberadaan hidup manusia harus bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain. Inilah yang membuat seseorang akan menjadi manusia yang terbaik.

Menjelang wafat, seperti yang diceritakan oleh Aisyah ra, Rasulullah saw mengumpulkan isteri-isteri beliau. Setelah semua isterinya kumpul, diantara mereka ada yang bertanya: “Siapakah diantara kami yang paling cepat menyusul sepeninggal engkau, ya Rasulullah?”.

Beliau menjawab: “Orang yang paling panjang tangannya diantara kalian”.

Mendengar hal itu, mereka mengambil tongkat dan mengukur siapa yang paling panjang tangannya, ternyata Saudah ra adalah isteri Rasul yang bertangan paling panjang.

Namun beberapa waktu sesudah Rasulullah saw wafat, justeru yang wafat dan menyusul beliau adalah Zainab binti Jahsyi, bukan Saudah. Hal ini karena Saudah adalah isteri Nabi yang paling banyak bersedekah dengan harta yang dimilikinya sehingga yang dimaksud bertangan panjang adalah yang paling banyak mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain.

 Dari kisah di atas, pelajaran yang kita peroleh adalah:

1.      Keharmonisan hubungan isteri-isteri dari seorang suami merupakan salah satu kunci kebahagiaan berumah tangga.

2.      Hubungan antar isteri yang harmonis akan membuat keberadaan hidup menjadi produktif dalam arti bermanfaat dalam kebaikan, tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tapi juga orang lain. Karenanya, kematianpun bukan sesuatu yang harus ditakuti.