Israel Berencana Serang Iran

0
30 views

Pemerintah Israel telah berencana menyerang instalasi nuklir Iran pada tahun 2010 lalu. Namun, langkah ini kemudian dibatalkan karena takut serangan tersebut akan mempunyai dampak yang buruk terhadap negara zionis itu.

Diberitakan Telegraph pekan ini, informasi ini disampaikan dalam sebuah acara dokumenter yang ditayangkan Channel 2Israel. Dalam tayangan itu dikatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak berencana menaikkan status militer Israel ke “P-Plus” atau bersiap untuk menyerang.


Dalam wawancara dengan acara investigasi Israel Uvda, Barak mengatakan rencana itu urung dilakukan karena mendapat penentangan dari kepala militer gabungan Israel saat itu, Gabi Ashkenazi, dan kepala Mossad, Meir Dagan.

Barak mengatakan, Ashkenazi menolak karena menurutnya Israel belum punya kapasitas yang cukup mumpuni untuk menghancurkan instalasi nuklir Iran. Menurut Israel Iran tengah mengembangkan senjata nuklir, padahal pemerintah Mahmoud Ahmadinejad membantahnya dengan mengatakan bahwa nuklir mereka untuk tujuan medis.

Sekalipun Israel bisa melakukan serangan, kata Ashkenazi kepada Barak, agresi militer itu akan menjadi kesalahan strategis. Menurutnya, dengan hanya menaikkan status militer, akan memicu rantai kejadian yang bisa membuat situasi Israel di luar kendali. Konflik yang terjadi nanti juga diprediksi akan meluas.

Sedangkan Dagan yang kini telah pensiun menyampaikan penolakannya terhadap serangan ke Iran dengan alasan serangan itu ilegal karena tidak disetujui kabinet.

Pemerintahan Netanyahu telah berkali-kali mengancam akan menyerang Iran jika negara tersebut tidak menghentikan program nuklirnya. Pada pidatonya di sidang umum PBB tahun ini, Netanyahu menyerukan negara Barat untuk memberikan batas waktu bagi Iran untuk menghentikan program nuklir mereka.

Israel mengatakan, teknologi nuklir Iran saat ini sudah mulai maju dan diprediksi akan bisa membuat senjata pada sekitar musim semi hingga  tahun depan.

 

Sumber: viva.co.id 

BAGI
Artikel SebelumnyaRahmat
Artikel BerikutnyaKomunitas Muslim Ingin Obama Menang