Islamic Book Fair, Kian Berkelas Internesional

0
47 views

Islamic Book Fair (IBF) yang rutin diadakan tiap tahun ini merupakan pameran buku terbesar dan terlengkap yang pernah digelar di Indonesia. Tidak berlebihan jika banyak yang menilai bahwa IBF akan mampu menjadi pameran buku berkelas internasional.

IBF memang momentum yang sangat dinanti-nantikan para insan perbukuan di Indonesia, khususnya mereka pecinta buku keislaman.

 Setiap tahunnya pameran ini selalu didatangi oleh ribuan pengunjung yang tidak hanya datang dari dalam negeri saja, tetapi juga dari luar negeri, khususnya mereka yang berasal dari negeri jiran, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, dan lainnya.

Untuk tahun ini, IBF ke-11 diselenggarakan dari tanggal 9-18 Maret 2012 di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

Di even kali ini, panitia menargetkan 1.850 judul buku baru dan tidak kurang satu juta buku yang akan dipamerkan di ajang yang akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta itu. “Kami menargetkan 1.850-2.000 judul buku baru dari berbagai kategori,” kata Ketua Panitia IBF ke-11 Khaeruddin.


Memadukan Unsur Reliji, Wisata, dan Edukasi

Kesusksesan IBF sebagai pameran buku Islam terbesar dan terlengkap tidak lepas dari perhatian banyak pihak. Selain karena diskon yang super besar, konsep acara juga menjadi daya tarik pengunjung pameran.

Menurut situs resmi IBF (http://www.islamic-bookfair.com), untuk IBF ke-11 Maret 2012, panitia menjalankan konsep acara yang memadukan unsur reliji, wisata, edukasi keluarga. Selama 10 hari penyelengaraan, panitia menyediakan dua panggung acara, yaitu panggung utama dan anggrek ditambah acara kids corner di selasar. “Ada 70-an acara yang akan mengisi IBF, baik dari peserta maupun lembaga lainnya,” ujar Khaeruddin.

Jenis acara yang ditampilkan juga relatif beragam dan cukup menambah wawasan pengunjung. Selain acara temu tokoh nasional dan internasional, akan ditampilkan juga launching beberapa produk dan bedah buku terbaru dari masing-masing penerbit.

Seperti tahun sebelumnya, di tahun ini panitia masih mempertahankan festival nasyid yang dari tahun ke tahun cukup menyedot banyak pengunjung. “Pra acara dilakukan di sejumlah mall, seperti Mall Ekalokasari Bogor, Depok Town Square, dan Metropolitan Square Tangerang. Finalnya di panggung utama acara IBF ke-11,” kata Khaeruddin.

Yang juga cukup unik dari IBF ke-11 tahun 2012 ini, panitia menggelar Festival Studi Islam dan Matematika Anak Muslim (FESMA). Di even pertama kali ini, panitia bekerjasama dengan majalah Gontor. 

Daya tarik IBF lainnya bagi pengunjung adalah kehadiran para tokoh Islam, baik berkelas nasional maupun internasional di even ini. Ibarat kata pepatah, pucuk dicinta ulam tiba. Kehadiran para tokoh Islam internasional di IBF tersebut cukup menghilangkan rasa rindu pengunjung kepada para tokoh tersebut.

Dari dalam negeri, selain pakar dan tokoh nasional, para negarawan dan pejabat negara pun kerap menjadikan IBF sebagai agenda rutin mereka. Sejumlah pejabat negara yang pernah hadir di IBF di antaranya, mantan RI-2 Hamzah Haz, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfudz MD,  ibu negara Ani Yudhoyono dan lainnya. 

Hingga saat ini, IBF telah 10 kali diselenggarakan. Setiap tahun angka pengunjung selalu mengalami peningkatan. Di IBF 2012, panitia menargetkan jumlah pengunjung sebesar 285.000-300.000 pengunjung selama sepuluh hari penyelenggaraan dengan total target transaksi meningatkan 15-20% dari tahun sebelumnya. “Tahun kemarin transaksi senilai 95 M. Target tahun ini insya Allah meningkat 15-20%nya,” pungkas Khaeruddin.

Di samping itu, sebaik apapun acara dikemas, tidak akan bermanfaat besar jika promosi dan publikasi IBF ke-11 tidak juga diperluas dan diperlebar. Terkait itu, Ketua IKAPI DKI Jakarta HE Afrizal Sinaro sejak awal mengingatkan kepada seluruh panitia untuk menjaring berbagai komunitas yang ada, baik dari kalangan pesantren, pengusaha, sekolah berbasis Islam, kalangan perkantoran, kaum ibu-ibu majlis taklim dan komunitas lainnya yang banyak tersebar di Indonesia dengan memanfaatkan sarana dan prasarana promosi dan publikasi yang ada.

“IBF ke-11 harus menjadi even pameran buku untuk semua masyarakat di berbagai level di Indonesia. Karena itu, strategi promosi dan publikasi panitia harus lebih luas dan melebar lagi. Kalau perlu semua sarana media promosi dan publikasi dipakai agar informasi tentang pameran ini samping ke semua level masyarakat. Jika sudah dilakukan barulah IBF dapat bersyukur dapat disebut pameran Islam terbesar dan terlengkap di Indonesia,” tegas Efi.

Karena itu, tidak berlebihan jika HE Afrizal Sinaro menaruh harapan besar jika IBF ke-11 yang digelar pada 9 Maret 2012 akan datang, tampil lebih baik dan berkelas sehingga pameran buku Islam ini tak hanya menjadi tuan di rumah sendiri, tapi juga menjadi kiblat masyarakat dunia.

“Semoga dengan terselenggaranya IBF ke-11, minat baca masyarakat terhadap buku, khususnya buku-buku Islam semakin tinggi dan, negeri ini semakin bermartabat, khususnya di kancah dunia internasional,” harap Ketua IKAPI DKI Jakarta HE Afrizal Sinaro.

BAGI
Artikel SebelumnyaAnugerah dan Amanah
Artikel BerikutnyaBencana, Musibah