Islam Yang Belum Selesai?

0
43 views

Oleh Dr. Abd. Muid N., MA.

Setelah bencana Merapi berlalu, masyarakat Yogyakarta kembali terguncang. Kali ini oleh persoalan kedudukan Sang Raja Jogja; apakah otomatis menjadi gubernur atau harus melalui pemilihan sebagai mana gubernur di provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.

Dalam sebuah diskusi, seorang Anhar Gonggong menyebutkan bahwa fenomena seperti ini menandakan bahwa Indonesia belum selesai sebagai negara. Karena itu, menurutnya, masyarakat Indonesia sedang berada dalam proses “meng-Indonesia”. Indonesia adalah proyek yang belum usai, belum final.

Tiba-tiba saya teringat Islam. Apakah Islam juga merupakan proyek yang belum sampai ujung? Fenomena semisal terorisme, fundamentalisme, perdebatan tentang negara Islam, literalisme dan liberalisme Islam, Ahmadiyah, Syiah dan Sunnah, dan lain-lain yang masih meggantung dalam tradisi Islam adalah alasan yang mungkin tepat untuk menyatakan Islam adalah proyek yang belum selesai.

Beberapa pemikir kemudian memperkenalkan istilah Islam normatif dan Islam historis untuk memahami adanya yang sudah selesai dan belum selesai dalam Islam. Islam normatif adalah aspek yang sudah selesai dalam Islam sedangkan Islam historis itulah yang belum selesai dan akan terus mengalir bersama perkembangan zaman.

Namun pandangan seperti ini mendapatkan tantangan dari pemikir yang berpandangan berbeda. Dalam mahami ayat 3 Surah Al-Maidah yang berbunyi: Hari ini telah Kusempurnakan agamamu dan telah Kucukupkan bagimu nikmat-Ku dan telah Kuridhai Islam itu sebagai agamamu, banyak pula pemikir yang meyakini bahwa Islam telah selesai berproses, bersamaan dengan berakhirnya wahyu, telah sempurnanya turun Al-Quran, dan bahkan setelah wafatnya Nabi Muhammad. Dan jika ada yang memahami bahwa Islam masih dalam proses menjadi, maka hal itu semacam ancaman bagi keutuhan dan kesakralan Islam sebagai agama. Perdebatan seputar hal ini sering disebut dengan persoalan al-tsawâbit dan al-mutaghayyirât atau al-mutahawwilât.

Lalu mana yang benar? Islam telah selesai atau belum? Ada baiknya kita menyimak pandangan seorang Tariq Ramadan, cucu Hasan Al-Banna. Baginya, ada yang telah selesai dalam Islam yaitu aqidah, spiritualitas, dan ibadahnya. Selain ketiganya, masih memungkinkan adanya perubahan dan sangat mungkin ada proyek yang belum selesai dalam Islam.

Adanya aspek yang telah selesai dalam Islam membuktikan bahwa Islam mempunyai identitas tersendiri yang membuatnya berbeda dengan yang lain, sedangkan aspek yang belum selesai adalah sisi-sisi fleksibilitas Islam yang membuatnya bisa terus-menerus beradaptasi dengan dengan segala tempat dan sepanjang waktu. Benarkah?[]