Info Buku: The Unity of Al-Qur’an

0
21 views

info bukuAl-Qur’an yang merupakan petunjuk bagi manusia- terutama bagi umat Islam- adalah mukjizat yang memiliki kesatuan, yakni bahwa setiap surah Al-Qur’an ada keserasian lafaz dan makna yang kuat yang saling menyempurnakan dan ayat-ayatnya saling melengkapi antara satu dengan yang lain.

Istilah kesatuan Al-Qur’an muncul dalam kajian Al-Qur’an kontemporer, terutama ketika para ahli tafsir memfokuskan kajian mereka pada topik yang mereka sebut sebagai kesatuan tematis dalam Al-Qur’an.

Namun tema dan prinsip-prinsip kajian tersebut sebenarnya sudah ada sejak zaman awal Islam. Tepatnya, ketika para ahli tafsir klasik melakukan penelitian yang serius terhadap kemukjizatan Al-Qur’an, serta meneliti hubungan antara berbagai ayat dan surah Al-Qur’an, yang kemudian dikenal dengan disiplin Ilmu Munasabah fil Qur’an.

Para ulama menganggap penting kajian ini karena adanya kekhawatiran akan banyaknya umat Islam yang menyikapi Al-Qur’an secara parsial. Ditakutkan bahwa umat Islam memahami ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan sudut pandang parsialistik tersebut, tanpa melihat teks ayat sebelumnya atau sesudahnya yang mengakibatkan kesimpulan yang diambil cendrung bertentangan dengan spirit Al-Qur’an secara umum. Inilah yang merupakan salah satu alasan yang melatarbelakangi penulis buku “The Unity of Al-Qur’an”  ini, DR Amir Faishol Fath, untuk mengerahkan segenap tenaga dan pikirannya dalam membahas secara khusus serta mendalam tentang tema ini sebagai bagian dari upaya dalam menyelesaikan berbagai masalah keumatan dan kemanusiaan, berdasarkan prinsip pemahaman yang komprehensif terhadap Al-Qur’an.

Penulis melihat bahwa akhir-akhir ini cara pandang parsialistik terhadap Al-Qur’an banyak digunakan oleh kaum Liberal. Sehingga seringkali sikap mereka terhadap Al-Qur’an hanya mengambil ayat-ayat tertentu yang dianggap mendukung pemikirannya. Di saat yang sama mereka menghindar dari ayat yang bertentangan dengan pendapatnya. Contohnya ketika mereka hendak menguatkan paham pluralism (bahwa semua agama sama), mereka mengangkat ayat 62 surah al-Baqarah yang berbunyi: “Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nashrani, dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tida pula mereka bersedih hati”. Sementara ayat 6 surah Al-Bayyinah, mereka abaikan. Sebab ayat tersebut berbunyi: “Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Dengan demikian, menjadi penting bagi kita untuk membaca buku yang disusun secara detail dan sistematis mengenai tema kesatuan Al-Qur’an ini.  Dalam karyanya ini penulis menyajikan bahasan-bahasan yang perlu kita ketahui seputar kesatuan Al-Qur’an  baik secara mendasar maupun terperinci; mulai dari hakikat kesatuan Al-Qur’an, prinsip-prinsip yang menjadi pondasi kesatuan Al-Qur’an, bukti-bukti kesatuan Al-Qur’an, ulama dan tema kesatuan Al-Qur’an, sampai masalah kesatuan Al-Qur’an dalam pemikiran Islam kontemporer.

Ahli fikih dan penulis at-Tafsirul Munir, Wahbah Zuhaili, menulis: “ Al-Qur’an merupakan bangunan yang kokoh dan kuat, laksana satu kesatuan yang ayat-ayat serta surah-surahnya saling berkaitan dan bertautan secara solid. Bahwa susunan dan urutan ayat-ayat dan surah-surah Al-Qur’an adalah tauqifi, ”Semua ulama sepakat bahwa susunan dan urutan Al-Qur’an- baik ayat maupun surahnya-berdasarkan petunjuk Allah kepada Rasulullah.”

Judul buku  : The Unity of Al-Qur’an

Penulis        : DR Amir Faishol Fath

Penerbit       : Pustaka Al-Kautsar

Volume        : 475 halaman

BAGI
Artikel SebelumnyaMarbot Doja
Artikel BerikutnyaSisi Kanan