Sejak kecil, Said bin Musayyab telah hidup dengan keluhuran dan keagungan. Seluruh hidupnya memang dijalani dengan penuh pengabdian kepada Allah swt. Bermula dari mencari ilmu kepada para sahabat Rasul yang mulia lalu menginjak usia remaja dia mulai berdakwah kepada masyarat banyak. Karena itu, dia menjadi teladan bagi para remaja, baik dalam soal kedalaman ilmunya, keagungan akhlaknya bahkan keberaniannya dalam menghadapi kemunkaran.
Suatu ketika, Raja Abdul Malik melamar anak perempuan Said untuk dinikahkan dengan anaknya yang bernama Walid. Karena Walid tidak nampak sebagai orang yang bertaqwa, meskipun kesenangan duniawi pasti akan diperoleh anak perempuannya, Said tidak menerima lamaran sang raja.
Karena lamarannya tidak diterima, tentu saja sang raja tersinggung sehingga dia sangat marah terhadap Said. Sebagai salah satu bentuk kemarahannya, Said harus menerima hukumannya. Hukuman yang diterima Said adalah dipukul seratus kali lalu diguyur dengan air dingin, padahal saat itu musim dingin sangat mencekam. Meskipun sudah mengalami siksaan yang cukup pedih, Said tetap pada pendiriannya yakni tak mau menerima lamaran sang raja.
Hubungan yang akrab dan hangat antar suami isteri sangat penting untuk dilakukan dan dipelihara. Karena itu, Rasulullah saw menjalin hubungan yang begitu harmonis kep...
Bagi kita, Ali bin Abi Thalib sudah tidak asing lagi, begitu juga dengan isterinya Fatimah, anaknya Hasan, Husein dan Zainab. Nama-nama mereka memang sudah dikenal, t...
Perjalanan hijrah Nabi dan para sahabatnya dari Makkah ke Madinah merupakan perjalanan yang jauh, melelahkan dan menegangkan. Disebut jauh karena jarak tempuh dari Ma...
Ketika tiba di Madinah dalam perjalanan hijrah yang menegangkan dan melelahkan, bangunan pertama yang hendak didirikan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya adalah ...