Amanah

  Amanah secara etimologis berasal dari bahasa Arab dalam bentuk mashdar dari (amina- amanatan) yang berarti jujur atau dapat dipercaya. Sedangkan...

Tahun Politik

Tahun 2014 adalah tahun politik. Begitu kata beberapa politisi negeri ini. Tapi apa itu tahun politik? Jika merujuk pada konteks peredaran istilah...

MENGKHIANATI DOA SENDIRI(2)

  Setelah kita membahas empat contoh bentuk pengkhianatan kepada doa sendiri, akan kita bahas poin lain agar kita mau berusaha sesudah kita berdoa...

Bincang Natal

  1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an (kristolog Jogja -red); "Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita...

Nostalgia Kedua

Ini masih tentang gugatan seorang mahasiswa bahwa kisah tentang peradaban Islam yang katanya tidak lebih dari nostalgia masa lalu Islam yang dulu...

  • Amanah

  • Tahun Politik

  • MENGKHIANATI DOA SENDIRI(2)

  • Bincang Natal

  • Nostalgia Kedua

Articles

Al-Qur'an dan Studi Sejarah Bangsa Arab

www.nuansaislam.com/infobukuAl-Qur'an yang merupakan kitab suci dan pedoman bagi umat Islam dapat juga dijadikan sebagai sumber dalam studi sejarah. Terlebih lagi Al-Qur'an diyakini sebagai sumber sejarah yang tidak diragukan lagi keshahihannya (laa raiba fiih).

Di antara studi sejarah yang dapat ditemui di dalam Al-Qur'an adalah informasi penting dan shahih mengenai sejarah masa-masa sebelum Islam, gambaran mengenai negeri dan kerajaan-kerajaan yang terdapat pada masa lampau seperti kerajaan Fir'aun dan Saba, serta masih banyak lagi. DR. Muhammad Bayuumiy mencoba menguraikan catatan-catatan sejarah yang terdapat dalam Al-Qur'an tersebut dengan karyanya yang dibagi menjadi 5 buku, yaitu:

Diraasaat Taariikhiyyah Min Al-Qur'an Al-Kariim; Fii Bilaad Al-'Arab

Diraasaat Taariikhiyyah Min Al-Qur'an Al-Kariim; Fii Al-'Iraaq

Diraasaat Taariikhiyyah Min Al-Qur'an Al-Kariim; Fii Al-Mishr

Diraasaat Taariikhiyyah Min Al-Qur'an Al-Kariim; Fii Suuriyyah-Falastiin

Diraasaat Taariikhiyyah Min Al-Qur'an Al-Kariim; Fii Assiirah Al-Nabawiyyah Al-Syariifah

 

Pada bagian pertama dari karyanya ini, beliau berusaha untuk menguraikan sejarah tentang Al-Qur'an itu sendiri, seperti kodifikasi Al-Qur'an sejak zaman Rasulullah saw., zaman Abu Bakar, hingga terbentuknya mushaf 'Utsmani.

Selanjutnya, penulis juga menjabarkan sejarah bangsa Arab dengan menjelaskan terlebih dahulu sejarah Nabi Ibrahim (yang disebut dalam Al-Qur'an surah Al-Hajj ayat 78 sebagai nenek moyang bangsa Arab), mulai dari kelahiran serta asal usul Nabi Ibrahim, hijrahnya Nabi Ibrahim, perjalanan Nabi Ibrahim ke Hijaz, kehidupan putra Nabi Ibrahim (Nabi Isma'il) di Hijaz, hingga pembahasan adanya perbedaan pendapat antara kaum muslimin dengan yahudi-nasrani mengenai siapa di antara Nabi Isma'il dan Nabi Ishaq yang disembelih oleh Nabi Ibrahim.

Penulis juga menyebutkan bahwa selain mendapat julukan خليل الله (sahabat Allah), Nabi Ibrahim juga mendapat julukan Bapak para nabi (Abu Al-Anbiyaa'). Nabi Ibrahim adalah nabi yang dibenarkan oleh Rasulullah saw. ketika Rasulullah saw. mengatakan "أنا دَعوة أبِي إِبراهيم" (Tafsir Al-Qurthubi 2/131).

Nabi Ibrahim di dalam Al-Qur'an disebut sebagai pendiri Baitullah Ka'bah (QS Al-Baqarah [2]: 127), yang pertama kali menyeru kepada manusia untuk melaksanakan ibadah haji (QS Al-Hajj [22]: 27), dan yang  pertama kali memberikan sebutan muslim pada orang yang beriman kepada Allah (QS Al-Hajj [22]: 78).

Lebih lanjut, penulis menjelaskan tentang sejarah berdirinya Ka'bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il serta hal ihwal mengenai Ka'bah setelah masa dua nabi tersebut.

Sejarah kaum 'Ad juga dibahas secara mendetail dalam buku ini. Kaum 'Ad merupakan salah satu kaum dari bangsa Arab terdahulu yang banyak disebut di dalam Al-Qur'an, di antaranya adalah yang terdapat dalam surah Al-A'raf ayat 65-72, surah Hud ayat 50-60, dan surah Al-Mu'minun ayat  31-42.

Kaum yang juga dibahas sejarahnya dalam buku ini adalah kaum Tsamud. Kaum yang mendustakan Nabi Sholeh ini merupakan kaum yang yang berkuasa setelah kaum 'Ad. Kaum Tsamud juga digambarkan oleh Al-Qur'an sebagai kaum yang mahir dan rajin dalam memahat bukit untuk dijadikan tempat tinggal (QS Al-A'raf [7]:74).

Seperti halnya kaum 'Ad, kaum Tsamud juga banyak digambarkan dalam Al-Qur'an. Bahkan di beberapa surah, kaum Tsamud disandingkan penyebutannya dengan kaum 'Ad, seperti pada surah At-Taubah ayat 70, surah Ibrahim ayat 9, surah Al-Furqan ayat 38, dll.

Dengan sangat terperinci, DR. Muhammad Bayuumiy dalam karyanya ini juga membahas kisah maupun sejarah yang secara khusus digambarkan dalam surah Al-Qur'an, di antaranya yaitu kisah pasukan bergajah (Ashhaab Al-Fiil) dalam surah Al-Fiil dan kisah Ashhaab Al-Ukhduud dalam surah Al-Buruj ayat 4-9.

Banyak kisah dan sejarah lainnya yang diungkap oleh penulis dalam karyanya ini. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mengunjungi IDLA (Ikhlas Digital Library of Al-Qur'an), Jl. K.H. Fakhruddin no.6 Tanah Abang Jakarta Pusat, telp. 021-3912369.

Judul Buku       : دراسات تاريخية من القرآن الكريم؛ فى بلاد العرب       

                          Diraasaat Taariikhiyyah Min Al-Qur'an Al-Kariim; Fii Bilaad Al-'Arab

Pengarang       : DR. Muhammad Bayuumiy Mahraan

Penerbit           : Daar Al-Ma'rifah Al-Jaami'iyyah,   Iskandariyyah

Tahun              : 1995

Bahasa            : Arab

Volume             : 440 halaman

Dimensi            : 17x24 cm

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Twitter
bannerMuballihgMuballighah