Surga dan neraka memang masalah ghaib yang kita tinggal mempercayai adanya dan manusia yang baik akan masuk ke surga dan yang buruk ke neraka. Tanpa bermaksud mengurangi kepercayaan itu, dapatkah saya bertanya, yakni seberapa berat sebenarnya siksa neraka itu, ini perlu saya tanyakan agar dengan demikian saya menjadi semakin takut terhadap neraka yang berarti harus berusaha menjahuinya.
Demikian pertanyaan ini saya ajukan, atas jawaban pengasuh saya ucapkan terima kasih. Wassalam
Bd
Metro Lampung
Jawaban Pengasuh
Salah satu keimanan yang harus ada pada diri kita adalah beriman kepada hari akhirat yang salah satu muatannya berarti beriman kepada adanya surga dan neraka. Di dalam Al-Qur’an dan hadits terdapat banyak dalil yang merangkai antara iman kepada Allah dengan iman kepada hari akhir. Ini artinya iman kepada hari akhir menjadi sesuatu yang sangat penting. Keimanan kepada Allah dan hari akhir membuat seseorang akan memiliki akhlak yang mulia.
Sebagai seorang muslim, kita punya tanggungjawab yang begitu besar untuk menjauhkan atau mencegah diri dan keluarga kita dari api neraka, hal ini ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan (QS At Tahrim [66]:6).
Tentang seperti apa beratnya siksa neraka, hal itu merupakan sesuatu yang tidak bisa diteliti bahkan tidak bisa dibayangkan sedikitpun, sebagaimana kenikmatan surga yang juga tidak bisa dibayangkan. Meskipun demikian, Rasulullah saw memberikan gambaran tersebut dengan memberikan perbandingan meskipun tetap hal itu juga tidak bisa dibayangkan secara pasti, karena apa yang harus dibayangkan memang tidak akan pernah bisa dibuktikan dengan penelitian atau pembuktian langsung.
Dalam satu hadits yang merupakan dialog antara Nabi saw dengan para sahabatnya disebutkan yang artinya: “Apimu yang kamu semua menyalakannya di dunia ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya neraka jahannam”. Para sahabat barkata:
“Demi Allah, api dunia ini saja sudah amat panas ya Rasulullah”. Beliau bersabda lagi: “Memang api neraka itu masih lebih panas lagi dengan enam puluh sembilan kali bagian panasnya, setiap bagian sama suhu panasnya dengan api di dunia ini” (HR. Bukhari, Muslim Dan Tirmidzi).
Dan hadits tersebut menjadi jelas bagi kita betapa siksa neraka itu begitu dahsyat, sesuatu yang tidak akan pernah terbayangkan oleh manusia sebulumnya. Ini berarti betapa berat penderitaan penghuni neraka itu meskipun hukuman yang diberikan kepadanya merupakan hukuman yang paling ringan, sementara dia sendiri merasa mendapat hukuman yang paling berat, hal ini dikemukakan oleh Rasulullah saw dalam satu haditsnya yang artinya:
“Seringan-ringan manusia perihal siksanya ialah seseorang yang dipakaikan padanya sepasang alas kaki dengan dua buah pengikatnya dari api neraka. Dari keduanya itu mendidihkan otaknya sebagaimana mendidihnya air di kuali. Ia tidak melihat ada orang lain yang dianggapnya lebih berat siksanya dari dirinya sendiri, padahal sebenarnya dialah orang yang paling ringan siksanya diantara para ahli neraka itu (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).
Dengan demikian menjadi amat jelas betapa berat siksa neraka itu yang membuat kita harus menjadi takut. Apabila rasa takut ada pada diri kita, maka dalam hidup ini akan kita hindari segala hal yang dapat mendatangkan atau menyebabkan kita masuk ke dalam neraka.
Demikian jawaban singkat pengasuh, semoga bermanfaat bagi kita bersama.



Comments
RSS feed for comments to this post.