Hikmah Sujud

0
146 views

berjamaah.comSalah satu rangkaian dalam rukun shalat adalah sujud yang berarti memuliakan, menghormati, tunduk dan patuh kepada Allah swt. Di dalam Islam, ada beberapa jenis sujud, yakni sujud sahwi (sujud yang dilakukan karena lupa dalam gerakan shalat), sujud syukur (sujud yang dilakukan sebagai tanda bersyukur kepada Allah swt atas segala nikmat yang diberikan-Nya) dan sujud tilawah (sujud yang dilakukan saat menjumpai ayat-ayat sajdah). Dalam kaitan sujud tilawah, terdapat hadits yang artinya: Nafi’ dari Ibnu Umar meriwayatkan: Rasulullah saw membacakan untuk kami satu surat, yakni surat As Sajdah, lalu Rasulullah saw sujud dan kamipun sujud bersamanya (HR.Bukhari dan Muslim).

Agar perintah sujud dapat kita laksanakan dengan penuh penghayatan, maka setiap kita perlu memahami apa makna atau hikmah dibalik perintah sujud kepada Allah swt.

1.    Wujud Kepatuhan

Sujud yang secara harfiyah berarti patuh menunjukkan bahwa bila manusia sujud, berarti ia siap untuk menunjukkan kepatuhan dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga sebagaimana alam semesta sudah tunduk pada ketentuan Allah swt, sebagaimana firman-Nya: Hanya kepada Allahlah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka di waktu pagi dan petang hari (QS Arf Ra’d/13:15).

Sujudnya apa yang di langit dan di bumi berarti kepatuhannya memenuhi ketetapan Allah swt yang berkaitan dengan alam semesta, bahkan bayang-bayangpun sujud untuk menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah swt terhadap alam raya ini.

2. Tuntutan Ilmu dan Iman

Orang yang berilmu dan mendasari penguasaan ilmunya itu dengan iman akan membuat ia selalu sujud kepada Allah swt, hal ini karena ilmu memang akan mengantarkan seseorang kepada iman yang mantap mengingat betapa luas ilmu yang dimiliki Allah swt dan betapa sedikit ilmu yang bisa kita kuasai, ini semua akan membuat seorang mukmin harus selalu bersujud kepada Allah swt sebagaimana firman-Nya: Katakanlah: “Berimanlah kalian kepada-Nya atau tidak beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: Maha Suci Rabb kami. Sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi. Dan mereka menyungkurkan muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu (QS Al Isra/17:107-109).

3. Menyindir Orang yang Enggan Bersujud

Kenyataan menunjukkan bahwa banyak manusia yang tidak mau sujud kepada Allah swt, ini akan menimbulkan penyesalan yang tiada terkira, baik di dunia dengan kesombongannya maupun di akhirat dengan siksa yang sangat pedih. Keengganan mereka untuk tunduk pada perintah Allah ini akan membuatnya semakin jauh dengan ajaran yang datang dari Allah swt, padahal sebenarnya mereka amat membutuhkannya, Allah swt berfirman: Dan apabila dikatakan kepada mereka: Bersujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang. Mereka menjawab: Siapakah Yang Maha Penyayang itu?, apakah kami harus sujud kepada Tuhan  yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)? Dan perintah sujud itu menambah mereka jauh dari iman (QS Al Furqan/25:60).

4. Mengingatkan Agar Bersujud Kepada Tuhan Yang Benar

Manakala kita selalu sujud kepada Allah swt, ini sekaligus mengingatkan manusia bahwa Allah-lah Tuhan yang benar dan karenanya kita harus bersujud kepada-Nya serta tunduk, patuh dan taat kepada-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga serta dimanapun kita berada, Allah swt berfirman: Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika benar hanya kepada-Nya kalian beribadah. Jika mereka menyombongkan diri, maka para malaikat yang di sisi Rabbmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu (QS Fushilat/41:37-38).

5. Berpaling Dari Orang Yang Mendustakan

Kesungguhan kita untuk tetap sujud kepada Allah swt dalam artinya yang luas membuktikan bahwa kita hanya mau tunduk kepada Allah swt dan berpaling dari orang-orang yang mendustakan-Nya. Hal ini dinyatakan dalam firman-Nya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang seorang hamba mengerjakan shalat? Apa pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada di atas kebenaran. Atau dia menyuruh bertaqwa (kepada Allah)? Apa pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)? Ketahuilah, sesungguhnya jika dia tidak berhenti berbuat demikian), niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah. Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah). (QS Al Alaq/96:9-19).

6. Meneladani Nabi dan Pengikutnya

Para Nabi dan orang yang bersama dengan dia dengan penuh kesetiaan selalu bersujud kepada Allah swt. Manakala kita melakukannya juga, maka kita berarti orang yang telah meneladani Rasulullah dengan para pengikutnya yang setia sehingga kitapun menjadi umatnya yang sejati, Allah swt berfirman: Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis (QS Maryam/19:58).

7. Mencontoh Malaikat

Malaikat selalu sujud kepada Allah swt, karena itu bila kita bersujud dalam maknanya yang luas berarti kita telah mencontoh malaikat dalam kehidupan kita di dunia ini yang membuat martabat kita menjadi begitu mulia sebagaimana mulianya para malaikat, Allah swt berfirman: Sesungguhnya Malaikat-Malaikat yang ada di sisi Rabb-mu tidak merasa enggan beribadah kepada Allah dan mereka bertasbih memuji-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud (QS Al A’raf/7:206).

Manakala manusia tidak mau sujud kepada Allah swt, maka manusiapun akan memiliki kesombongan sebagaimana telah dimiliki oleh iblis atau syaitan yang membawa dampak negatif dalam kehidupan di dunia ini disebabkan ia tidak mau tunduk pada ketentuan Allah swt.

Dari uraian di atas, nampak jelas betapa penting bersujud kepada Allah swt dalam arti yang luas dan melaksanakannyapun dilakukan dengan penuh penghayatan sehingga membawa pengaruh yang sangat positif dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

Oleh Drs. H. Ahmad Yani

BAGI
Artikel SebelumnyaMabrur
Artikel BerikutnyaKata Bijak 6