Gotong Royong Membangun Masjid

0
48 views

www.google.co.idKetika tiba di Madinah dalam perjalanan hijrah yang menegangkan dan melelahkan, bangunan pertama yang hendak didirikan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya adalah masjid. Karena itu, beliau mengerahkan para sahabat untuk bekerja, bahu membahu dalam menyelesaikan pembangunan masjid ini.

Meskipun semua sahabat turut serta dalam bergotong royong, sebagai pemimpin, Rasulullah saw tidak hanya memberi instruksi atau memerintah dan mengatur, ternyata beliau juga turun tangan langsung mengangkat batu bata bersama para sahabat sambil bernasyid: “Ya Allah. Tidak ada kebaikan kecuali kebaikan akhirat, maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin.” Demikian Bukhari meriwayatkan.

Para sahabat nampak sudah merasa lelah, mereka satu demi satu mulai beristirahat, sementara Rasulullah saw juga sebenarnya sudah lelah, itu nampak dari raut wajahnya, tapi beliau terus saja membawa batu bata sehingga sahabat-sahabat yang sudah mulai beristirahat menjadi malu, apalagi dari segi usia mereka lebih muda. Seorang sahabat yang sudah duduk istirahat akhirnya bangkit kembali dari tempat duduknya, ia menghampiri Nabi yang sedang membawa batu bata sambil mengatakan: “Ya Rasul, engkau nampak sudah lelah, berikanlah batu itu kepada saya biar saya yang membawanya, istirahatlah engkau.”

Rasulullah saw menegaskan sambil menunjuk kearah tumpukan batu bata: “Lihatlah di sana, masih banyak batu bata yang harus dibawa, bila kamu masih mau membawa, ambillah yang di sana, yang ini biar aku yang membawanya.”

Semangat Rasul saw yang tinggi dalam bekerja membuat seorang sahabat sampai bersyair: “Jika kita duduk, sedang Rasulullah bekerja, Itu adalah amal yang sesat dari kami.”

 

          Dari kisah di atas, pelajaran yang dapat kita ambil adalah:

 

1.    Seorang pemimpin harus mau juga mengerjakan hal-hal yang amat teknis, ia tidak hanya mengatur tapi juga melaksanakan apa yang memang harus dilaksanakan.

2.    Membangun masjid idealnya dengan kerjasama yang baik diantara sesama jamaah, baik dana maupun tenaga sehingga rasa memiliki terhadap masjid menjadi lebih besar dan diharapkan rasa tanggungjawabnya dalam memakmurkan masjid juga besar.

BAGI
Artikel SebelumnyaKebugaran Jiwa-7
Artikel BerikutnyaDo’a Ta’ziyah