Fitnah

0
59 views

cokicepe.blogspot.comFitnah dalam bahasa arab berasal dari kata fatana yang mengandung arti membakar logam emas atau perak untuk menguji kemurniannya. Kata fitnah juga mengandung arti yang lain yaitu meneliti, kekafiran, perbedaan pendapat, kezaliman, hukuman dan kenikmatan hidup.

 

Makna Fitnah dalam Al Qur’an dan hadis

Dalam Al-Qur’an, kata fitnah terulang sebanyak 62 kali, yang kandungan maknanya antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya berbeda-beda, begitu juga dalam hadis-hadis Nabi saw dan istilah Islam sendiri, fitnah itu memiliki segudang makna. Berikut ini makna fitnah dalam al-Qur’an dan hadis-hadis nabi saw:

a. Fitnah, Bermakna kekafiran

Kata fitnah yang mengandung makna kekafiran atau kemusyrikan, terdapat dalam friman Allah swt,

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah swt. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim (QS. AlBaqarah [2] : 193)

Kata fitnah disini menurut para ulama Ahli tafsir adalah ‘kekafiran’ atau ‘kemusyrikan’.

b. Fitnah, bermakna Musibah atau Bencana

Kata fitnah yang bermakna musibah atau bencana terdapat dalam hadis rasulullah saw,

 

قال صلى الله عليه وسلم: ” إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير ” رواه الترمذي وغيره

 

Apabila datang kepada kalian seorang pemuda yang kalian sukai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia dengan putri kalian. Kalau tidak, akan terjadi fitnah (bencana) dan kerusakan yang besar di muka bumi.(HR. Tirmidzi)

c. Fitnah, bermakna Kedustaan

Kata fitnah yang bermakna kedustaan terdapat dalam firman Allah swt,

 

ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلاَّ أَن قَالُواْ وَاللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ

Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah swt (QS. AlAn’am[6]: 23)

Fitnah yang dimaksud dalam ayat ini adalah ucapan mereka yang berlumur kedustaan, untuk membela diri mereka di hadapan Allah swt. Padahal Allah swt mengetahui hakikat mereka, dan apa yang tersembunyi dalam hati mereka.

d. Fitnah, bermakna Kebinasaan

Kata fitnah yang bermakna kebinasaan terdapat dalam firman Allah swt,

 

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ائْذَن لِّي وَلاَ تَفْتِنِّي أَلاَ فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُواْ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ

Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah . Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir (QS. AtTaubah[9]:49)

Yakni bahwa kaum munafik di masa Nabi saw akan membawa kepada kebinasaan semata. Padahal. Sesungguhnya mereka sudah berada dalam kebinasaan itu sendiri. Yakni dalam kemunafikan, yang akan membinasakan diri mereka di akhirat kelak, dalam kerak nerka jahannam.

e. Fitnah, bermakna Korban Kezhaliman

Kata fitnah yang bermakna korban kezoliman terdapat dalam firman Allah swt,

 

فَقَالُواْ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Lalu mereka berkata: “Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami. janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim (QS. Yunus[10]: 85)

Yakni doa kaum beriman, agar mereka tidak dijadikan sebagai fitnah, dalam arti sasaran kazhaliman, kesewenang-wenangan orang-orang yang suka berbuat zhalim.

f. Fitnah, bermakna Gangguan

Kata fitnah yang bermakna gangguan terdapat dalam firman Allah swt,

 

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِن جَاءَ نَصْرٌ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ

Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah swt, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah swt, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah swt. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami adalah besertamu”. Bukankah Allah swt lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia? (QS. AlAnkabut[29]: 10)

Dalam ayat ini, kata fitnah berarti ganguan. Fitnah mereka, yaitu gangguan atau sikap usil mereka.

g. Fitnah, bermakna Godaan

Ini termasuk makna fitnah yang paling sering digunakan dalam bahasa syariat. Fitnah kaum wanita, yakni godaan mereka. Seperti diperingatkan oleh Nabi saw,

 اتَّقُوْا النِّسَاء فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَة بَنِي إسْرَائِيْل كَانَتْ فِي النِّسَاء )رواه مسلم)

Peliharalah diri kalian dari bahaya dunia dan wanita. Karena fitnah (bencana) yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah wanita.” (HR muslim)

Dalam hadis, Nabi juga menegaskan bahwa godaan (fitnah) terberat bagi kaum lelaki adalah wanita.

Yakni bahwa wanita secara fitrah memang memiliki aurat yang menggoda kaum pria. Oleh sebab itu, Islam memerintahkan kaum wanita muslimah agar mengenakan hijab yang menutupi sekujur auratnya, agar setidaknya dapat meminimalisir aura fitnah atau godaan yang memancar dari dirinya.

 

Referensi:

1.    Ensiklopedi Al-Qur’an, h. 100.

2.    Kamus Arab Indonesia Al-Munawwir, h. 1033