Fenomena Upin & Ipin: Buku Komiknya Pun Akhirnya Diproduksi

0
8 views

Siapa tak kenal Upin dan Ipin? Dua bocah gundul lucu, yang menjadi tokoh film animasi dari Malaysia. Film animasi produksi Les’ Copaque Production, Malaysia ini, telah berhasil merebut perhatian anak-anak, bahkan juga orang dewasa. Sejak ditayangkannya film animasi tersebut, di salah satu stasiun televisi swasta nasional, sosok Upin dan Ipin menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat Indonesia. Film animasi tersebut memang bercerita tentang kehidupan Upin dan Ipin bersama teman-teman satu sekolahnya di TK Tadika Mesra. Kisah-kisahnya yang lucu memberikan pesan moral yang penting dan mendasar bagi anak anak. Tentu saja, pesan-pesan moral tersebut dikemas lewat dialog yang khas anak-anak desa yang sederhana.

Menurut Wikipedia lebih jauh, film animasi Upin dan Ipin telah meraih penghargaan di tempat kelahirannya, Malaysia. Pada tahun 2007, Upin dan Ipin meraih film animasi terbaik di Festival Film Antarabangsa Kuala Lumpur. Lalu, pada tahun 2009, Upin dan Ipin meraih penghargaan “Best On-Screen Chemistry” dalam perhelatan Anugerah Shout. Kisah Upin dan Ipin sendiri sangat sederhana. Upin dan Ipin (dengan pengisi suara Nur Fathiah Diaz) adalah dua anak kembar asal Melayu yang tinggal bersama kakak dan nenek mereka dalam sebuah rumah di Kampung Durian Runtuh. Mereka berdua kehilangan kedua orangtuanya sewaktu mereka masih bayi. Kuburan orangtua mereka ditunjukkan dalam sebuah episode berjudul Hari Raya dan Istimewa Hari Ibu.

Upin lahir lima menit lebih awal dari Ipin dan oleh karena itu Upin memandang serius perannya sebagai kakak Ipin. Upin lebih pandai berbicara dan menjadi tokoh utama di balik perbuatan nakal yang dilakukan oleh mereka berdua. Ipin lebih periang dan pandai dalam pembelajaran dibandingkan dengan kakaknya dan gemar makan ayam goreng. Ipin juga cenderung sering mengulang satu kata menjadi tiga kali dalam satu kalimat, khususnya kata-kata ini, ”Betul, betul, betul.” Untuk membedakan saudara kembar yang berkepala botak ini, Upin memiliki sehelai rambut di kepalanya dan selalu memakai baju kuning yang tertulis huruf ”U”. Sementara Ipin tidak memiliki rambut, memakai baju biru yang tertulis huruf ”I”, dan selalu memakai kain merah pada lehernya.

Kini, para penggemar Upin dan Ipin tidak hanya bisa menyaksikan kisahnya di sebuah film animasi yang ditayangkan oleh televisi. Kisah-kisah Upin dan Ipin dapat pula dinikmati lewat buku bacaan untuk anak-anak. Pada tahun 2010, Penerbit Mizan mendapatkan hak resmi untuk memproduksi buku cerita atau komik dan alat peraga yang menggunakan sosok Upin dan Ipin di seluruh wilayah Indonesia.

Komik Upin dan Ipin diambil dari episode-episode menarik film animasinya. Yang dapat dinikmati segera oleh anak-anak Indonesia adalah komik dengan judul ”Hang Upin dan Hang Ipin”, ”Diri Bersih Badan Sehat”, ”Sapy oh Sapy”, ”Ayo Berkebun”, dan ”Jejak Rembo”. Sementara itu, Buku Aktivitas Upin dan Ipin berisi lembar aktivitas seperti mewarnai, merangkai gambar, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya yang cocok untuk anak usia TK dan Balita. Dalam buku aktivitas tersebut, sosok Upin dan Ipin dilibatkan untuk menemani anak-anak dalam beraktivitas secara menyenangkan. Akan hadir buku aktivitas dengan topik-topik ”Shalat, Yuk”, ”Hutan dan Lautan”, Senangnya Bersekolah”, ”Luar Angkasa”, dan ”Asyiknya Beternak”. Demikian seperti yang diberitakan situs mizan.com.