Fadhilah Sedekah (Bagian I)

0
186 views

Salah satu faktor yang membuat manusia amat menyesal dalam kehidupan di akhirat nanti adalah tidak mau bersedekah dari harta yang dimilikinya dalam kehidupan di dunia ini. Karena baru mereka sadari azab yang dirasakannya, maka mereka meminta kepada Allah swt sesuatu yang tidak mungkin dikabulkan, yakni dikembalikan lagi dalam kehidupan di dunia agar harta yang belum disedekahkan itu bisa disedekahkannya. Agar kita tidak termasuk orang yang menyesal seperti itu, maka setiap kita harus bersedekah dari harta yang kita miliki, meskipun jumlah harta kita tidak banyak, karena memang sedekah itu tidak harus menunggu harta kita berlebih, Allah swt berfirman: Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang Telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, Mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan Aku dapat bersedekah dan Aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS AlMunafikun/63:10).

 

Manakala kita mau bersedekah, paling tidak ada delapan keutamaan (fadhilah) yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat nanti.

1.    Pahala Yang Besar

img11.imageshack.usSetiap amal yang shaleh bila dilakukan dengan niat yang ikhlas, cara yang benar dan tujuannya untuk meraih ridha Allah swt pasti ada nilai pahalanya, bahkan pahala yang lebih besar dari apa yang kita perkirakan, hal ini karena pahala amal memang sering dilipatgandakan, apalagi manusia memang amat membutuhkannya sebagai bekal amal shaleh yang banyak, Allah swt berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak (QS Al-Hadiid/57:18).

Agar pahala yang besar bisa kita dapatkan, maka sedekah yang kita berikan harus dari rizki yang halal, karena dari rizki yang halal itulah Allah swt menerima sedekah itu dan merawatnya sehingga diumpamakan dari sekecil kurma hingga sebesar gunung, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلاَ يَتَقَبَّلَ اللهَ إِلاَّ الطَّيِّبَ فَإِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّ أَحَدُكُمْ فَلُوَّهٌ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

Artinya:

Barangsiapa yang bersedekah dengan sebiji kurma dari usaha yang halal, maka Allah tidak akan menerima kecuali dari yang halal, maka sesungguhnya Allah akan menerimannya, lalu merawatnya untuk yang menyedekahkannya  sebagaimana salah seorang diantara kamu merawat kuda sampai menjadi seperti gunung (HR. Bukhari).

Memiliki nilai amal shaleh yang besar merupakan modal yang amat berharga bagi kita untuk bisa berjumpa dengan Allah swt, karena memang yang harus kita bawa untuk menghadap-Nya adalah nilai amal shaleh yang sebanyak-banyaknya, hal ini dinyatakan dalam firman-Nya: Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya” (QS Al-Kahfi/18:110).

2.    Mencegah Neraka

Setiap hari, doa yang kita panjatkan adalah meminta agar dihindarkan dari azab neraka. Sesudah berdo’a tentu saja setiap kita harus berusaha dalam kehidupan di dunia ini. Salah satu usaha yang harus kita lakukan adalah bersedekah dari harta yang kita miliki meskipun harta kita sedikit sehingga bisa jadi kitapun masih amat membutuhkannya. Karenanya di dalam Islam bersedekah tidak dinilai berdasarkan besar dan kecilnya, tapi penilaian Allah swt adalah menurut kemampuan seseorang, karenamya Rasulullah saw tidak menganggap remeh sedekah seseorang meskipun nilainya kecil bila hal itu memang dikeluarkan sudah sesuai dengan kemampuannya dan ini bisa mencegah seseorang masuk neraka, dalam satu hadits Rasulullah saw bersabda:

إِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Artinya:

Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, Allah swt memperingatkan kita agar jangan sampai bermegah-megahan dan meninbum harta sehingga tidak mau mensedekahkannya, Allah swt berfirman: Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), Dan janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu) (QS At Takatsur/102:1-8).

3.    Memadamkan Kemarahan Allah

Dalam perjalanan sejarah umat manusia, tidak sedikit orang yang telah dimurkai Allah swt karena sikap dan prilakunya yang membuat Allah swt murka kepada mereka. Ketika seseorang punya harta, ia menyombongkan diri dengan kekayaannya itu dan akibatnya ia menjadi bakhil atau kikir, Qarun telah merasakan akibat dari kemarahan Allah swt yang menimpa dirinya, Allah swt menceritakan di dalam Al-Qur’an: Maka kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar dia Telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah)” (QS AlQashash/28:81-82).

Oleh karena itu, agar harta yang kita miliki tidak mendatangkan kesengsaraan bagi kita, maka sebagiannya harus kita sedekahkan sehingga bila hal ini kita lakukan dengan keikhlasan, maka hal itu akan menjauhkan kita dari kemarahan Allah swt sebagaimana Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ عَنْ مِيْتَةَ السُّوْءِ

Artinya:

Sesungguhnya sedekah akan memadamkan kemarahan Tuhan dan menghindarkan dari kematian yang buruk (HR. Tirmidzi).

4.    Menghindarkan Kematian Yang Buruk.

Setiap kita pasti ingin mati dalam keadaan husnul khaatimah yakni mati yang baik, mati yang dicapai dalam ketundukan dan kepatuhan kepada Allah swt. Karena kematian bisa terjadi kapan saja, maka setiap saat kita dutuntut selalu berada dalam ketundukan dan kepatuhan lepada Allah swt sebagaimana firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (QS Ali Imran/3:102).

Agar kita bisa terhindar dari kematian yang buruk, maka salah satu yang harus kita lakukan adalah bersedekah dari harta yang kita miliki, hal ini karena disamping orang yang kita sedekahi akan mendo’akan kebaikan kita, kitapun akan selalu berorientasi pada kebaikan, karenanya di dalam hadits di atas, keutamaan sedekah yang amat penting bagi kita adalah dapat menghindarkan kita dari kematian yang buruk (suu’ul khaatimah).

Keutamaan yang begitu besar bagi orang yang bersedekah membuat para sahabat sangat bersemangat untuk melakukannya meskipun mereka juga amat membutuhkan apa yang hendak mereka sedekahkan itu. Sikap ukhuwah atau persaudaraan sesama muslim memang ditunjukkan dalam bentuk mengutamakan orang lain ketimbang dirinya sendiri.

By Drs. H. Ahmad Yani

Email: ayani_ku@yahoo.co.id

BAGI
Artikel SebelumnyaIslam dan Tanggal 22 April
Artikel BerikutnyaTeologi UN (Lagi)